Kelompok Studi Ilmiah

Kelompok Studi Ilmiah adalah unit kegiatan mahasiswa di Fakultas Pertanian UNS yang bergerak di bidang keilmiahan.

Diskusi Ilmiah KSI 2016

Kegiatan ini merupakan program kerja Bidang PIKMA ini bertujuan untuk memberikan pandangan, mengarahkan dan memotivasi sehingga mahasiswa dapat merencanakan tujuan kuliah khususnya bagi mahasiswa baru Fakultas Pertanian. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, diskusi ilmiah ini mengusung tema “Rencanakan Tujuan Kuliahmu yang Sebenarnya Mulai dari Sekarang”

Sosialisasi PKM FP UNS 2016

Sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh bidang III Fakultas Pertanian UNS berkerjasama dengan KSI (Kelompok Studi Ilmiah) FP UNS bertempat di Aula Gedung B FP UNS. Kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk mengenalkan PKM khususnya bagi mahasiswa baru dan memberikan tips-tips dalam penulisan program kretivias mahasiswa yang baik dan benar sehingga diharapkan dapat lolos seleksi.

Pelantikan Pengurus KSI FP UNS 2016

KSI (Kelompok Studi Ilmiah) adalah salah satu organisasi kemahasiswaan yang memiliki anggota-anggota sebagai pengurus yang siap melanjutkan perjuangan serta berkemauan tinggi dalam berkontribusi bagi almamater, bangsa dan negara. Pelantikan kepengurusan KSI FP UNS 2016 periode tahun 2016-2017 dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2016 dan bertempat di aula FP UNS yang tepatnya di gedung B lantai 2.

FAST 2016 (Festival Of Agri-Science and Technology)

National Essay Competition merupakan salah satu rangkaian acara FAST 2017 (Festival Of Agri-Science and Technology) yang diselenggarakan oleh KSI (Kelompok Studi Ilmiah) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta yang ditujukan untuk semua mahasiswa, baik yang di Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta di seluruh Indonesia.

Thursday, May 31, 2012

Pemerintah Optimis Padi Hibrida Mampu Tingkatkan Produksi Pangan

Sukamandi – Pemerintah optimis bahwa pengembangan padi hibrida dapat menjadi salah satu solusi dalam upaya peningkatan produksi pangan. Hal ini dikatakan Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, MMA saat melakukan panen padi hibrida varietas SL – 8 SHS di Sukamandi, Subang, Jawa Barat pada rabu (3/4/2012)

Menurut Mentan, produktivitas padi hibrida lebih tinggi dari rerata produktivitas nasional tahun lalu yang hanya mencapai 5,1 ton per hektar.”Varietas padi hibrida dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produksi. Meskipun saat ini benih padi hibrida masih diimpor, namun ke depan akan dikembangkan untuk menghasilkan benih hibrida bagi petani,” katanya.

Tuesday, May 29, 2012

TIPS DAN TRIK JITU LOLOS PKM DIKTI: SATU LANGKAH MENUJU PIMNAS 2013 on KSI SPECIAL CLASS

Come Join Us on KSI SPECIAL CLASS

TIPS DAN TRIK JITU LOLOS PKM DIKTI: SATU LANGKAH MENUJU PIMNAS 2013

bersama Irwanto
Finalis PIMNAS 2010

MAHASISWA BERPRESTASI FSSR 2011
8 PKM Lolos DIKTI

Venus Fly Trap, Tanaman Karnivora Yang Unik

Venus Fly Traps (Perangkap Lalat Venus) adalah jenis yang paling terkenal dari semua tumbuhan karnivora karena sifatnya aktif dan perangkapnya yang unik dan efisien. Sejak abad ke 18, tanaman telah membingungkan para ilmuwan dan ahli botani di seluruh dunia. Kebanyakan ilmuwan mula-mula percaya tanaman karnivora hanyalah mitos sampai ditemukannya bukti fisik. Tanaman ini tidak memiliki keluarga dan merupakan satu-satunya anggota Genus Dionaea.

VFT ini memiliki daun berdaging pendek yang membentuk dua sisi dari jebakan, masing-masing sisi berisi tiga helai rambut yang ketika disentuh dua sampai tiga kali menyebabkan kedua belah sisi daun menutup dengan gerakan yang sangat cepat cukup cepat untuk menangkap lalat dan serangga lain.

Sunday, May 27, 2012

GEJALA TANAMAN KEKURANGAN UNSUR HARA

Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda yang sebelumnya tampak layu dan mengering. Keadaan yang demikian akan merugikan petani dan tentu saja sangat tidak diharapkan oleh petani
A. Gejala Kekurangan Unsur Hara Makro
1. Kekurangan Unsur Nitrogen ( N )
Gejala sehubungan dengan kekurangan unsur hara ini dapat terlihat dimulai dari daunnya, warnanya yang hijau agak kekuningan selanjutnya berubah menjadi kuning . Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan. Pada tanaman dewasa pertumbuhan yang terhambat ini akan berpengaruh pada pertumbuhan, yang dalam hal ini perkembangan buah tidak sempurna, umumnya kecil-kecil dan cepat matang. Kandungan unsur N yang rendah dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya sendiri berukuran kecil-kecil.

Friday, May 25, 2012

Obati antiretroviral dengan Terapi

Obat antiretroviral adalah pengobatan untuk perawatan infeksi oleh retrovirus, terutama HIV. Kelas obat antiretroviral yang berbeda berjaman pada stadium lingkaran kehidupan HIV yang berbeda. Kombinasi beberapa obat antiretroviral diketahui sebagai terapi antiretroviral yang sangat aktif (HAART).

Obati antiretroviral dengan Terapi PARA penderita HIV/AIDS kini mendapat sebuah harapan baru dalam meningkatkan kesembuhan. Berdasarkan hasil temuan awal dari Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, peluang penderita HIV/AIDS untuk sembuh semakin meningkat dengan mengombinasikan pengobatan antiretroviral dengan terapi adjuvant  menggunakan ektrak meniran atau phylanthus.

Wednesday, May 23, 2012

Semen Tiga Roda Writing Competition


Semen Tiga Roda Writing Competition
Tema : Innovation in Construction for Green Community

Sub Tema :
Innovation in building design for green community
Innovation in building material for green community
Innovation in construction method for green community

Ketentuan Umum
  • Lomba merupakan lomba karya tulis yang bersifat individual atau tim maksimal 2 (dua) orang dan terbuka bagi Mahasiswa Program Diploma dan S1 di seluruh Indonesia yang sampai dengan tanggal 29 Juni 2012 masih berstatus mahasiswa.
  • Peserta merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan berkedudukan di Indonesia selama lomba berlangsung.
  • Sistematika penulisan karya tulis adalah sebagai berikut:

Tuesday, May 22, 2012

INSEK edisi Mei 2012!!!

INSEK [Informasi Seputar Keilmiahan] edisi mei 2012 sudah bisa dibaca di papan pengumuman fakultas pertanian UNS

Monday, May 21, 2012

Tanaman Transgenik

Bioteknologi adalah ilmu biologi molekuler. Teknik dan aplikasinya digunakan untuk memodifikasi, memanipulasi atau merubah proses kehidupan normal dari organisme-organisme dan jaringan-jaringan guna meningkatkan kinerjanya bagi keperluan manusia. Bioteknologi memiliki kekhasan dalam hal kemungkinan transfer ciri-ciri organisme melalui proses rekayasa biologi yang tidak mungkin terjadi secara alamiah.

Tanaman transgenik adalah tanaman yang telah disisipi atau memiliki gen asing dari spesies tanaman yang berbeda atau makhluk hidup lainnya. Penggabungan gen asing ini bertujuan untuk mendapatkan tanaman dengan sifat-sifat yang diinginkan, misalnya pembuatan tanaman yang tahan suhu tinggi, suhu rendah, kekeringan, resisten terhadap organisme pengganggu tanaman, serta kuantitas dan kualitas yang lebih tinggi dari tanaman alami. Sebagian besar rekayasa atau modifikasi sifat tanaman dilakukan untuk mengatasi kebutuhan pangan penduduk dunia yang semakin meningkat dan juga permasalahan kekurangan gizi manusia . Pembuatan tanaman transgenik juga menjadi bagian dari pemuliaan tanaman.

Thursday, May 17, 2012

Pohon Buatan Bisa Nyerap CO2 1000 Kali dibanding Pohon Alam



 IDE brilian bisa datang dari mana saja. Untuk tugas sekolah, sepuluh tahun lalu, Klaus Lackner menyarankan anak perempuannya membuat penyerap debu. Ternyata tugas sekolah sang anak memantik profesor geofisika di Universitas Columbia, Amerika Serikat, itu berpikir lebih jauh.

Pelaksanaan Penanaman Tanaman Reboisasi

 A. Persiapan Lapangan
Sebelum kegiatan penanaman di lapangan dilaksanakan, perlu adanya persiapan yang baik dalam rangka pencapaian keberhasilan tanaman (tanaman pokok jenis kayu-kayuan dari MPTS) yang disesuaikan dengan rancangan.
Kegiatan persiapan lapangan meliputi:
1. Penyimpanan dokumen rancangan pembuatan tanaman untuk lokasi/blok/petak sasaran pembuatan tanaman reboisasi
2. Penyiapan organisasi pelaksana (Pemimpin Pelaksana, Mandor/pengawal dan tenaga kerja) dan koordinasi dengan pihan terkait untuk lokasi dan luas areal yang akan direboisasi, serta penyusunan tata waktu kegiatan dan pembagian kerja yang rasional.
3. Peyiapan area reboisasi dari konflik agar penanaman dapat berjalan lancar melalui sosialisasi rencana penanaman

Pohon Buatan Penghasil Energi Listrik Ramah Lingkungan!


Piezoelektrik adalah konsep sederhana untuk menghasilkan listrik yang berasal dari tekanan. Perusahaan 'Solar Botanic' telah menggunakan persis makna dari istilah itu, dalam rangka menciptakan sumber daya energi yang berkelanjutan dengan memanfaatkan cahaya, panas dan angin.

Dalam Perancanganx, 'Solar Botanic' selaku perusahaan yg memiliki ide tsb, menggunakan NanoLeaves sebagai Teknologi unggulan pd Piezoelektrik Tree.

Tuesday, May 15, 2012

KSI in Action : Pelatihan Pembuatan Kompos dengan Biostater by : Ristek KSI

Kamis, tanggal 15 Mei 2012 Bidang Keilmiahan devisi Ristek Mengadakan Pelatihan pembuatan kompos dengan biostater. Pelatihan yang diikuti sekitar 12 orang dari pengurus KSI ataupun tamu dari luar KSI. Pelatihan yang disimulasikan oleh mas andhika dari  ketua bidang humas berjalan dengan baik dan tidak ada halangan sama sekali meskipun adanya keterlambatan 1 jam dari waktu yang telah ditentukan.

Yak langsung saja. Pada postingan sebelumnya KSI telah memposting tentang Biostater (untuk pengertian biostater bisa dilihat di http://tulisan-kami.blogspot.com/2012/05/pembuatan-biostater-dan-komposter.html )
Nhaaa, Sekarang pendalamannya tentang pengaplikasian Biostater terhadap pembuatan kompos organik.
Bagaimana sih cara pembuatan kompos dengan biostater?
Pertama, yang perlu disiapkan adalah
alat :  Ember ukuran besar dan kecil, gelas plastik, dan plastik
bahan : cairan biostater, serbuk kayu, seresah, dan air
Kedua, Biostater di masukan kedalam ember kecil dengan takaran 1 gelas kecil, setelah itu masukkan air dengan takaran 9 gelas kecil kemudian diaduk hingga tercampur dengan air
Ketiga, Seresah seperti daun-daun kering di masukkan kedalam ember besar hingga 2/3 ukuran ember dan dilapisi dengan serbuk kayu hingga menutup seresah tersebut, kemudian masukkan campuran biostater dan air kedalam ember besar secara merata sebanyak 4x dengan menggunakan gelas kecil.
Keempat, Dimasukkan lagi dengan seresah kedalam ember besar sebanyak 2/3 ukuran ember lagi dan diulangi cara yang sama seperti cara yang ketiga hingga ember penuh
Kelima, Setelah penuh ember ditutup dengan lapisan plastik agar microorganisme bersifat anaerob dan didiamkan selama seminggu. agar seresah tersebut dikomposer oleh microorganisme.
seperti tertera pada gambar di bawah ini :














Sunday, May 13, 2012

Gerhana Matahari Pertama di Tahun 2012

Gerhana matahari adalah fenomena alam yang lumrah terjadi. Nah, pada 2012 ini gerhana matahari pertama akan terjadi pada 20 Mei. Gerhana matahari cincin, namanya. Namun untuk wilayah Indonesia bukan penampakan seperti cincin yang terlihat melainkan gerhana matahari sebagian. Berita ini saya dapatkan pertamakalinya dari situs jejaring sosial, kaskus.us. :D Berikut merupakan lanjutannya...


"Pada 20 Mei akan terjadi gerhana matahari cincin. Tapi melintasinya di wilayah Pasifik seperti China, Taiwan, Jepang, sampai melintasi Lautan Pasifik dan berakhir di AS saat terbenam. Kalau di Indonesia hanya terlihat sebagai gerhana sebagian, kurang dari 45 persen, dan terlihat saat matahari terbit," ujar Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, dalam perbincangan dengan detikcom.

Menurut dia, di wilayah barat Indonesia, fenomena ini tidak akan terlihat. Wilayah Indonesia yang diperkirakan bisa melihat fenomena ini antara lain adalah Manado. Puncak gerhana terjadi pada saat matahari terbit, namun hanya 3 persen saja piring matahari yang tertutup oleh Bulan. Gerhana berakhir pukul 06.38 Wita.

"Kalau di Ambon gerhananya hanya 16 persen. Bisa diamati saat matahari terbit. 16 Persen bagian matahari tertutup bulan, dan berakhirnya sekitar pukul 07.22 WIT," sambung Djamaluddin.

Sedangkan di Manokwari, ketika matahari terbit mulai terjadi gerhana, yakni mulai pukul 06.07 WIT sampai dengan pukul 07.26 WIT. Namun gerhana matahari yang terjadi hanya 17 persen. Di daerah Jayapura gerhananya hanya 4 persen, dimulai pukul 06.23 WIT dan berakhir pada 07.08 WIT.

"Di Indonesia terlihatnya memang gerhana matahari sebagian, meski sebenarnya yang terjadi adalah gerhana matahari cincin. Gerhana matahari cincin juga terjadi karena piringan matahari terhalang piringan Bulan sehingga terlihat seperti cincin," terang alumnus Universitas Kyoto, Jepang, ini.

Tidak ada efek apa pun terkait terjadinya fenomena ini. Untuk diketahui, dalam waktu satu tahun, di Bumi terjadi 5-7 gerhana, baik gerhana matahari maupun gerhana Bulan.

Saturday, May 12, 2012

Lomba Essay Green Creativity

 A.     Tujuan
Secara umum Lomba Essay “Green Creativity” ini bertujuan untuk memacu prestasi mahasiswa pada tingkat nasional. Lomba ini berpotensi sebagai wahana untuk:
  1. Memotivasi mahasiswa untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar.
  2. Memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan dalam menghijaukan lingkungan.
  3. Meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dalam menyampaikan gagasan.
  4. Meningkatkan kemampuan kritis dan inovasi mahasiswa dalam membuat solusi bagi bangsa dan lingkungan melalui essay.
  5. Memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan pola pikir dan ide-idenya melalui lomba essay.

B.     Peserta
Peserta lomba adalah mahasiswa perguruan tinggi se-Indonesia dengan rincian sebagai berikut:
  1. Peserta tercatat secara aktif sebagai mahasiswa di universitas masing-masing.
  2. Peserta merupakan delegasi dari masing-masing universitas yang mendaftar secara mandiri atau berdasarkan rekomendasi dari tiap fakultas/universitas.
  3. Setiap peserta mendaftar dengan ketentuan sebagai berikut:
          • Peserta bisa mengunduh formulir pendaftaran melalui website Inspirational Green Action:  iga2012.com dan dikirim melalui email greencreativity@iga2012.com.
          • Membayar biaya pendaftaran sejumlah Rp 35.000,00 secara langsung ke Panitia Essay Competition (CP di bawah) atau via transfer ke rekening:
Bank Rakyat Indonesiaa.n. Mia Febriana
no. rekening 1298-01-000386-53-5


1. Konfirmasi keikutsertaan melalui sms ke nomor panitia (CP di bawah) paling lambat tanggal 18 Mei 2012.
2. Setiap peserta wajib membuat essay tentang green creativity dengan format yang telah ditentukan panitia.
3. Setiap peserta mengirimkan essay green creativity ke alamat email panitia Inspirational Green Action (IGA) greencreativity@iga2012.com dengan menyertakan bukti transaksi biaya pendaftaran yang telah di scan/photo dengan subject  LOMBA ESSAY GREEN CREATIVITY.

C.  TEMA ESSAY
“Green Creativity Mahasiswa sebagai Solusi Permasalahan Lingkungan”

D.   Hadiah Lomba
Juara I            : Trophy + Sertifikat + Uang Tunai Rp 1.000.000,00
Juara II          : Trophy + Sertifikat + Uang Tunai Rp 700.000,00
Juara III         : Trophy + Sertifikat + Uang Tunai Rp 500.000,00

Semua finalis 5 besar akan mendapatkan sertifikat.

F.    Kriteria Pemenang Lomba

Penentuan pemenang ESSAY GREEN CRETIVITY IGA 2012 ditentukan berdasarkan penilaian dewan juri yang mengacu pada format dan kriteria penilaian lomba.

Untuk Info Lebih Lanjut bisa di lihat di web : http://iga2012.com/events/lomba-essay-green-creativity/


LETS JOIN WITH IGA 2012 !!!

Pentingnya Diklat Teknis Agribisnis Bawang Merah

Kementerian Pertanian telah menetapkan arah kebijaksanaan pembangunan pertanian tahun 2010-2014 dengan visi yaitu “Terwujudnya pertanian industrial unggul berkelanjutan yang berbasis sumberdaya local untuk meningkatkan kemandirian pangan, nilai tambah, daya saing, ekspor dan kesejahteraan petani”

Untuk mewujudkan visi tersebut, Kementerian Pertanian telah menetapkan 4 (empat) Program Sukses Pembangunan Pertanian 2010-2014, yaitu:
1. Pencapaian swasembada pangan dengan sasaran utama komoditas kedelai, gula/tebu dan daging sapi serta swasembada berkalanjutan dengan sasaran utama komoditas padi dan jugung;
2. Peningkatan diversifikasi pangan dengan sasaran utama penurunan konsumsi beras 1.5% per tahun dan peningkatan skor Pola Pangan Harapan;
3. Peningkatan nilai tambah daya saing dan ekspor dengan sasaran utama pemilihan komoditas penghela untuk industry pedesaan dan produksi olahan serta peningkatan surplus neraca perdagangan;
4. Peningkatan kesejahteraan petani dengan sasaran utama pencapaian rata-rata laju peningkatan pendapatan perkapita sebesar 11,10% per tahun.

Hortikultura memegang peran penting dan strategis karena perannya sebagai komponen utama pada Pola Pangan Harapan.  Komoditas hortikultura khususnya sayuran dan buah-buahan memegang bagian terpenting dari keseimbangan memegang bagian terpenting dari keseimbangan pangan yang dikonsumsi, sehingga harus tersedia setiap saat dalam jumlah yang cukup, mutu yang baik, akan konsumsi, harga yang terjangkau, serta dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.  Masyarakat sebagai konsumen produk hortikultura yang dihasilkan petani, merupakan pasar yang sangan potansial.

Komoditas hortikultura juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, sehingga usaha agribisnis hortikultura (buah, sayur, florikultura dan tanaman obat) dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan petani baik berskala kecil, menengah maupun besar, karena memiliki keunggulan berupa nilai jual yang tinggi, keragaman jenis, ketersediaan sumberdaya lahan dan teknologi, serta potensi serapan pasar di dalam negeri dan internasional yang terus meningkat.  Pasokan produk hortikultura nasional diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri, baik melalui pasar tradisional, pasar modern, maupun pasar luar negeri (ekspor).

Usaha agribisnis hortikultura (buah-buahan, sayuran, florikultura dan tanaman obat) merupakan sumber pendapatan tunai bagi masyarakat dan petani skala kecil, menengah  dan besar dengan keunggulan berupa nilai jualnya yang tinggi, jenisnya beragam, tersedianya sumberdaya lahan dan teknologi, serta potensi serapan pasar di dalam negeri dan internasional yang terus meningkat.  Produk hortikultura dalam negeri saat nin telah mampu memasok kebutuhan konsumen dalam negeri melalui pasar tradisional dan pasar modern serta pasar luar negeri.

Ketersediaan sumberdaya hayati yang berupa jenis tanaman dan varietas yang banyak dan ketersediaan sumberdaya lahan, apabila dikelola secara optimal akan menjadi sumber kegiatan usaha ekonomi yang bermanfaat untuk penanggulangan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja di pedesaan.  Kondisi ini ternyata belum dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat pembangaunan subsector hortikultura.  Beberapa permasalahan masih dihadapi oleh pelaku usaha hortikultura diantaranya rendahnya produktivitas, lokasi yang terpecar, skala usaha sempit dan belum efisien, kebijakan dan regulasi di bidang perbankan, transportasi, ekspor dan impor belum sepenuhnya mendukung pelaku agribisnis hortikultura nasional.  Hal ini menyebabkan produk hortikultura nasional kurang mampu bersaing dengan produk hortikultura yang berasal dari Negara lain.  Oleh karena itu untuk meningkatkan kontribusi sub sector hotikulutra ke depan diperlukan dukungan semua pihak secara terintegrasi sesuai tugas dan fungsinya.

Sumber : http://www.bpplampung.info

Bioteknologi Mikro Untuk Pertanian Organik

Alasan kesehatan dan kelestarian alam/lingkungan menjadikan pertanian organik sebagai salah satu alternatif pertanian modern. Pertanian organik mengandalkan bahan-bahan alami dan menghindari segala asupan yang berbau sintetik, baik berupa pupuk sintetik, herbisida, maupun pestisida sintetik. Namun, petani sering mengeluhkan hasil produksi pertanian organik yang produktivitasnya cenderung rendah dan lebih rentan terhadap serangan hama. Masalah ini sebenarnya bisa diatasi dengan memanfaatkan bioteknologi berbasis mikroba yang diambil dari sumber-sumber kekayaan hayati non sintetik.

Tanah adalah habitat yang sangat kaya akan keragaman mikroorganisme seperti bakteri, aktinomicetes, fungi, protozoa, alga dan virus. Tanah-tanah pertanian yang subur mengandung lebih dari 100 juta mikroba per gram tanah. Produktivitas dan daya dukung tanah tergantung pada aktivitas mikroba-mikroba tersebut. Sebagian besar mikroba tanah memiliki peranan yang menguntungan bagi pertanian. Mikroba tanah antara lain berperan dalam mendegradasi limbah-limbah organik pertanian, re-cycling hara tanaman, fiksasi biologis nitrogen dari udara, pelarutan fosfat, merangsang pertumbuhan tanaman, biokontrol patogen tanaman, membantu penyerapan unsur hara tanaman, dan membentuk simbiosis menguntungan. Bioteknologi berbasis mikroba tanah dikembangkan dengan memanfaatkan peran-peran penting mikroba tanah tersebut.
Teknologi Kompos Bioaktif

Salah satu masalah mendasar yang sering ditemui ketika menerapkan pertanian organik adalah kandungan bahan organik tanah dan status hara tanah yang rendah. Petani organik mengatasi masalah tersebut dengan memberikan pupuk hijau atau pupuk kandang. Pupuk hijau dan pupuk kandang sebenarnya adalah limbah-limbah organik yang telah mengalami penghacuran sehingga menjadi lebih tersedia bagi tanaman. Limbah organik seperti sampah dedaunan, seresah, kotoran-kotoran binatang ternak tidak bisa langsung diberikan ke tanaman. Limbah organik harus dihancurkan/dikomposkan terlebih dahulu oleh mikroba tanah menjadi unsur-unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman. Secara alami proses pengkomposan ini memakan waktu yang sangat lama, berkisar antara enam bulan hingga setahun sampai bahan organik tersebut benar-benar tersedia bagi tanaman.
Proses penghancuran limbah organik dapat dipercepat dengan menggunakan mikroba penghancur (dekomposer) yang memiliki kemampuan tinggi. Penggunaan mikroba penghancur ini dapat mempersingkat proses dekomposisi dari beberapa bulan menjadi beberapa minggu saja. Di pasaran saat ini banyak tersedia produk-produk biodekomposer untuk mempercepat proses pengomposan, misalnya: SuperDec, OrgaDec, EM4, EM Lestari, Starbio, Degra Simba, Stardec, dan lain-lain.
Dr. Didiek H Goenadi, Direktur Eksekutif Lembaga Riset Perkebunan Indonesia, mendefinisikan kompos bioaktif sebagai kompos yang diproduksi dengan bantuan mikroba lignoselulolitik unggul yang tetap bertahan di dalam kompos dan berperan sebagai agensia hayati pengendali penyakit tanaman. SuperDec dan OrgaDec, produk biodekomposer yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI), dikembangkan berdasarkan filosofi tersebut. Mikroba biodekomposer unggul yang digunakan adalah Trichoderman pseudokoningii, Cytopaga sp, dan fungi pelapuk putih. Mikroba tersebut mampu mempercepat proses pengomposan menjadi sekitar 2-3 minggu. Mikroba tetap hidup dan aktif di dalam kompos. Ketika kompos tersebut diberikan ke tanah, mikroba akan berperan untuk mengendalikan mikroba-mikroba patogen penyebab penyakit tanaman.
Keuntungan penggunaan kompos bioaktif untuk pertanian organik selain mempercepat waktu pengomposan dan menyediakan kompos yang berkualitas tinggi, juga berperan sebagai agensia hayati untuk mengendalikan penyakit tanaman, terutama penyakit yang menyerang dari dalam tanah. Kekawatiran para petani organik akan tanamannya yang mudah diserang penyakit dapat di atasi dengan menggunakan kompos bioaktif.

Biofertilizer
Petani organik sangat alergi dengan pupuk-pupuk kimia atau pupuk sintetik lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman, petani organik umumnya mengandalkan kompos sebagai sumber utama nutrisi tanaman. Sayangnya kandungan hara kompos rendah. Kompos yang sudah matang kandungan haranya kurang lebih : 1.69% N, 0.34% P2O5, dan 2.81% K. Dengan kata lain seratus kilogram kompos setara dengan 1.69 kg Urea, 0.34 kg SP 36, dan 2.18 kg KCl. Misalnya untuk memupuk padi yang kebutuhan haranya kg Urea/ha, kg SP 36/ha dan kg KCl/ha, maka kompos yang dibutuhkan kurang lebih sebanyak ton kompos/ha. Jumlah kompos yang demikian besar memerlukan tenaga kerja yang lebih banyak dan berimplikasi pula pada biaya produksi.
Mikroba-mikroba tanah banyak yang berperan di dalam penyediaan maupaun penyerapan unsur hara bagi tanaman. Tiga unsur hara penting tanaman, yaitu Nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K) seluruhnya melibatkan aktivitas mikroba tanah. Hara N sebenarnya tersedia melimpah di udara. Kurang lebih 74% kandungan udara adalah N. Namun, N udara tidak dapat langsung diserap oleh tanaman. Tidak ada satupun tanaman yang dapat menyerap N dari udara. N harus difiksasi/ditambat oleh mikroba tanah dan diubah bentuknya menjadi tersedia bagi tanaman. Mikroba penambat N ada yang bersimbiosis dengan tanaman dan ada pula yang hidup bebas di sekitar perakaran tanaman. Mikroba penambat N simbiotik antara lain : Rhizobium sp. Rhizobium sp hidup di dalam bintil akar tanaman kacang-kacangan (leguminose). Mikroba penambat N non-simbiotik misalnya: Azospirillum sp dan Azotobacter sp. Mikroba penambat N simbiotik hanya bisa digunakan untuk tanaman leguminose saja, sedangkan mikroba penambat N non simbiotik dapat digunakan untuk semua jenis tanaman.
Mikroba tanah lain yang berperan di dalam penyediaan unsur hara tanaman adalah mikroba pelarut fosfat (P) dan kalium (K). Tanah-tanah yang lama diberi pupuk superfosfat (TSP/SP 36) umumnya kandungan P-nya cukup tinggi (jenuh). Namun, hara P ini sedikit/tidak tersedia bagi tanaman, karena terikat pada mineral liat tanah yang sukar larut. Di sinilah peranan mikroba pelarut P. Mikroba ini akan melepaskan ikatan P dari mineral liat tanah dan menyediakannya bagi tanaman. Banyak sekali mikroba yang mampu melarutkan P, antara lain: Aspergillus sp, Penicillium sp, Zerowilia lipolitika, Pseudomonas sp. Mikroba yang berkemampuan tinggi melarutkan P, umumnya juga berkemampuan tinggi dalam melarutkan K.
Kelompok mikroba lain yang juga berperan dalam penyerapan unsur P adalah Mikoriza. Setidaknya ada dua jenis mikoriza yang sering dipakai untuk biofertilizer, yaitu: ektomikoriza dan endomikoriza. Ektomikoriza seringkali ditemukan pada tanaman-tanaman keras/berkayu, sedangkan endomikoriza ditemukan pada banyak tanaman, baik tanaman berkayu atau bukan. Mikoriza hidup bersimbiosis pada akar tanaman. Mikoriza berperan dalam melarutkan P dan membantu penyerapan hara P oleh tanaman. Selain itu tanaman yang bermikoriza umumnya juga lebih tahan terhadap kekeringan. Contoh mikoriza yang sering ditemukan adalah Glomus sp dan Gigaspora sp.
Beberapa mikroba tanah juga mampu menghasilkan hormon tanaman yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Hormon yang dihasilkan oleh mikroba akan diserap oleh tanaman sehingga tanaman akan tumbuh lebih cepat atau lebih besar. Kelompok mikroba yang mampu menghasilkan hormon tanaman, antara lain: Pseudomonas sp dan Azotobacter sp.
Mikroba-mikroba tanah yang bermanfaat untuk melarutkan unsur hara, membantu penyerapan unsur hara, maupun merangsang pertumbuhan tanaman diformulasikan dalam bahan pembawa khusus dan digunakan sebagai biofertilizer untuk pertanian organik. Hasil penelitian yang dilakukan oleh BPBPI mendapatkan bahwa biofertilizer setidaknya dapat mensuplai lebih dari setengah kebutuhan hara tanaman. Biofertilizer yang dikembangkan oleh BPBPI antara lain: Emas, Rhiphosant, Kamizae, dan Simbionriza.

Agen Biokontrol
Hama dan penyakit tanaman merupakan salah satu kendala serius dalam budidaya pertanian organik. Jenis-jenis tanaman yang terbiasa dilindungi oleh pestisida kimia seperti jenis-jenis hibrida, umumnya sangat rentah terhadap serangan hama dan penyakit ketika dibudidayakan dengan sistim organik. Alam sebenarnya telah menyediakan mekanisme perlindungan alami. Di alam terdapat mikroba-mikroba dapat mengendalikan organisme patogen tersebut. Mikroba atau organisme patogen akan menyerang tanaman ketika terjadi ketidakseimbangan populasi antara organisme patogen dengan mikroba pengendalinya. Di sini jumlah organisme patogen lebih banyak daripada jumlah mikroba pengendalinya. Apabila kita dapat menyeimbangakan populasi kedua jenis organisme ini, maka hama dan penyakit tanaman dapat dihindari.
Mikroba yang dapat mengendalikan hama tanaman antara lain: Bacillus thurigiensis (BT), Bauveria bassiana, Paecilomyces fumosoroseus, dan Metharizium anisopliae. Mikroba-mikroba ini mampu menyerang dan membunuh berbagai serangga yang menjadi hama tanaman. Mikroba yang dapat mengendalikan penyakit tanaman misalnya: Trichoderma sp. Trichoderma sp mampu mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh Gonoderma sp, JAP (jamur akar putih), atau Phytoptora sp.

Aplikasi pada Pertanian Organik
Produk-produk bioteknologi mikroba hampir seluruhnya menggunakan bahan-bahan alami. Produk-produk ini dapat memenuhi kebutuhan petani organik. Kebutuhan akan bahan organik tanah dan hara tanaman dapat dipenuhi dengan kompos bioaktif dan aktivator pengomposan. Aplikasi biofertilizer pada pertanian organik dapat mensuplai kebutuhan hara tanaman yang selama ini dipenuhi dari pupuk-pupuk kimia. Serangan hama dan penyakit tanaman dapat dikendalikan dengan memanfaatkan biokotrol.
Selama ini petani Indonesia yang menerapkan sistem pertanian organik hanya mengandalkan kompos dan cenderung membiarkan serangan hama dan penyakit tanaman. Dengan tersedianya bioteknologi berbasis mikroba, petani organik tidak perlu kawatir dengan masalah ketersediaan bahan organik, unsur hara, dan serangan hama dan penyakit tanaman.

Sumber : http://epetani.deptan.go.id

Wednesday, May 9, 2012

KSI action : Lotisan Bareng di depan Sekre KSI

KELOMPOK STUDI ILMIAH FP UNS mengadakan event lotisan bareng yang diadakan di depan sekre KSI pada hari rabu tanggal 09 Mei 2012 sekitar jam setengah 4 sore. :D Event ini bermaksud untuk mempererat persaudaraan dan saling mengenal antar pengurus KSI. Agenda pada waktu itu pertama pembukaan oleh ketum dan sekretaris KSI, kemudian di bukakan lotisan bersama, terakhir mengevaluasi agenda terdekat dan agenda yang sudah lewat. Acara lotisan bareng di hadiri beberapa pengurus KSI sekitar 16 orang, tetapi dari KABID kebendaharaan dan KABID Keilmiaahan tidak hadir dalam acara tersebut dikarenakan ada agenda lain. Meskipun begitu pengurus KSI tetap antusias menghabiskan lotis tersebut dan hanya tersisa sedikit -.-".  

Foto Tempat Kejadian Perkara :

















Bersama KSI "Tunjukkan kalau kita punya AKSI"

METODE PENGENDALIAN PENGGEREK BATANG PADI



 Di pertanaman, serangan penggerek batang padi bisa terjadi semenjak di persemaian sampai masa pertumbuhan dan perkembangannya. Kadang-kadang lebih dari satu jenis penggerek yang menyerang tanaman padi, kedatangannya pun tidak bersamaan sehingga bagi sebagian petani merasa kesulitan dalam pengendaliannya.
Dengan mengetahui gejala serangan penggerek batang padi, jenis dan waktu serangannya maka pengendalian hama ini tidaklah sulit. Metode pengendalian hama penggerek batang padi yang dimaksud adalah Pengendalian Hama Terpadu (PHT) atau Management Pest Control, yaitu suatu metode pengendalian hama yang manggabungkan atau mengintegrasikan berbagai teknik pengendalian yang kompatibel dan berkesinambungan.
Dalam metode ini, mekanisme penekanan populasi hama dilakukan dengan mengelola tanaman, lingkungan dan musuh alaminya. Ada beberapa hal penting atau prinsip dalam PHT, yaitu : budidaya tanaman sehat, pengamatan secara berkala dan pelestarian musuh alami. Apabila prinsip-prinsip tersebut dilaksanakan dengan benar, para petani akan mampu merekomendasikan sendiri tindakan pengendalian yang harus dilakukan untuk menekan populasi hama sehingga tidak menimbulkan kerugian secara ekonomis.
Teknik-teknik pengendalian yang digunakan dalam PHT yaitu teknik pengendalian dengan budidaya tanaman (cultural practices), teknik pengendalian secara fisik/mekanik (physical control), secara biologis (biological control) dan teknik pengendalian dengan kimia (pesticide control). Dalam penerapannya, teknik-teknik tersebut bisa dilakukan sendiri-sendiri maupun bersamaan tergantung situasi pertanaman, tingkat serangan dan populasi musuh alami.

Teknik Budidaya (Cultural Practices)
Pengendalian hama penggerek batang padi dengan teknik budidaya yaitu cara penekanan populasi hama maupun pencegahan resiko kerugian akibat serangan penggerek batang padi dengan cara bercocok tanam.
Cara-cara yang dapat dilakukan dalam bercocok tanam padi untuk menghindari serangan hama penggerek batang, antara lain :
1.       Penggunaan varietas tahan
Secara genetis belum ada varietas yang tahan terhadap serangan penggerek batang padi, tetapi secara morfologi tanaman ada beberapa sifat yang tidak disukai serangga tersebut sehingga memungkinkan terhindar dari kerusakan yang berat.
 Tanaman padi yang tidak disukai penggerek batang padi adalah varietas-vareitas yang bertipe semi-kerdil, bentuk morfologinya adalah berbatang pendek, mempunyai lapisan lignin yang tebal pada jaringan batang dan pelepah daun serta jumlah sel silika yang besar.
Contoh varietas yang tidak direspon baik oleh penggerek batang padi (terutama PBP Kuning dan PBP Bergaris) adalah IR40 dan IR72. Kedua varietas tersebut bertipe semi-kerdil, kelebihan lainnya adalah mampu memproduksi anakan lebih banyak sebagai tanggapan terhadap kerusakan akibat serangan penggerek batang padi.


2.  Penentuan waktu tanam
Pengendalian penggerek batang padi dalam PHT adalah segala upaya untuk menghindari kerusakan tanaman, kehilangan hasil atau kerugian secara ekonomis akibat sundep dan/atau beluk. Tindakan ini bisa bersifat upaya pengendalian populasi maupun pencegahan serangan.
Penentuan waktu tanam yang tepat diharapkan bisa menghindari serangan penggerek batang padi. Ini dikarenakan penerbangan ngengat serangga hama ini mempunyai kekhasan, pada waktu-waktu tertentu jumlahnya sangat banyak dan di saat yang lain praktis sedikit. Di daerah tropis yang biasa ditanami padi 2 atau 3 kali dalam setahun, siklus hidup penggerek batang padi tidak pernah putus. Di sini endemik serangan sundep/beluk, pembuatan persemaian sebaiknya dilakukan 7-10 hari setelah puncak penerbangan ngengat penggerek.
Pencegahan serangan penggerek batang padi dengan menentukan waktu tanam yang tepat sebenarnya sudah dilakukan sejak dulu. Ini dibuktikan adanya kalender tanam (pranata mangsa) sebagai acuan waktu penanaman.
3.   Rotasi tanaman
Di daerah tropis yang mengenal dua musim dalam setahun biasanya mempunyai pola tanam Padi-Padi-Bera atau Padi-Padi-Palawija. Untuk menghindari serangan penggerek batang padi perlu dilakukan rotasi tanaman. Pergiliran tanaman dengan menanam komoditas selain padi dilakukan untuk memutus siklus hidup serangga penggerek batang, misalnya dengan pola Padi-Palawija-Bera, Padi-Palawija-Palawija atau Padi-Sayur-Palawija.
Pengendalian dengan rotasi tanaman memungkinkan dilakukan di lahan yang beririgasi setengah teknis atau tadah hujan, sedangkan di lahan beririgas teknis rotasi tanaman sebaiknya dilakukan secara berkala dalam wilayah yang luas
4.       Pengolahan tanah dan penggenangan
Pengolahan tanah yang sempurna yaitu membalikkan lapisan olah tanah sampai sisa-sisa tanaman terpendam kemudian digenangi selama beberapa hari sehingga larva yang tertinggal di dalam batang bisa mati dan pupa gagal menjadi ngengat.
5.         Sanitasi lahan
Sanitasi lahan yaitu membersihkan lingkungan pertanaman yang terserang sundep/beluk dengan intensitas sedang sampai berat. Cara ini dilakukan dengan memotong sisa-sisa tanaman hingga pangkal batang dan membakarnya sehingga pupa yang bersemayam di pangkal batang bisa mati terbakar.


Pengendalian Fisik/Mekanik (Physical/Mecanical Control)
Teknik pengendalian ini cukup efektif untuk mencegah serangan penggerek batang padi. Pengendalian fisik.mekanik dilakukan oleh petani secara langsung maupun dengan alat (perangkap).
1.   Pemungutan kelompok telur
Tindakan pengendalian ini dilakukan dengan memungut kelompok telur di persemaian. Cara ini efektif untuk mencegah sundep pada tanaman yang baru pindah (transplanting).
Beberapa Keuntungan pengendalian dengan cara ini antara lain :
-        Lebih mudah dilakukan karena terbatas di lahan persemaian yang ukurannya lebih sempit dibandingkan bila tanaman sudah dipindahtanamkan.
-        Larva yang baru menetas dari sebuah kelompok telur bisa mencapai 200 bahkan lebih, sehingga sangat efektif mencegah serangan sundep.
-        Tanaman yang baru pindah dari persemaian masih beradaptasi di lingkungan baru, jaringan belum kompak dan lemah sehingga mudah ditembus oleh larva.
2.       Penggunaan perangkap
Perangkap yang biasa digunakan adalah lampu karena ngengat penggerek batang tertarik pada cahaya. Lampu ditempatkan di pertanaman, di bawahnya terdapat bak/baki berisi air sehingga ngengat yang sampai ke lampu akan terjatuh ke air. Selain kupu penggerek batang, perangkap ini juga bisa menangkap serangga  hama lain yang aktif pada malam hari dan tertarik pada cahaya. Dengan perangkap lampu, jumlah ngengat yang tertangkap bisa dihitung sehingga bisa diketahui periode puncak penerbangan ngengat.
Teknik ini cukup efektif untuk peramalan serangan penggerek batang padi sehingga menarik sebagian peemerhati masalah pertanian dengan mengembangkan perangkap lampu. Saat ini telah ditemukan Water Electric Light Trap (WELT) yaitu perangkap lampu menggunakan cahaya violet dengan jaring kawat di sekelilingnya yang dialiri listrik (seperti pada raket nyamuk). Perangkap ini lebih banyak menangkap serangga karena ketertarikan terhadap cahaya violet lebih disukai.

Pengendalian Biologi (Biological Control)
Pengendalian secara biologi dengan menggunakan musuh alaminya, baik predator, parasitoid maupun virus/jamur patogenik. Contoh predator yang memakan kelompok telur adalah jangkrik, sedangkan yang memangsa ngengat penggerek adalah kelelawar dan laba-laba.
Bangsa tabuhan (Trichogramma sp.) juga merupakan musuh alami penggerek batang padi. Serangga ini memarasit kelompok telur penggerek. Musuh alami lain adalah virus dan jamur entomopatogenik, yaitu cendawan yang berkembang biak dengan tubuh serangga sebagai inangnya. Metharrizium anisopliae adalah salah satu contoh jamur yang menyerang larva penggerek batang padi.
Teknik pengendalian secara biologis banyak dikembangkan dalam pertanian organik karena mekanisme penekanan terhadap populasi serangga hama sangat kuat, tidak menimbulkan dampak negatif pada tanaman serta tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Saat ini, musuh-musuh alami serangga hama diperbanyak atau dikembangbiakkan secara khusus menjadi agensia hayati.
Pengendalian Kimiawi (Pesticide Control)
Pengendalian secara kimiawi atau dengan pestisida sebaiknya hanya dilakukan bila populasi serangga hama atau intensitas serangan penggerek batang telah melebihi ambang pengendalian. Pada tanaman padi dalam masa pertumbuhan (stadia vegetatif) penggunaan pestisida bila tingkat serangannya lebih dari 5%, sedangkan pada vase generatif jika intensitasnya 15% atau lebih.
Dengan pestisida, populasi serangga hama dapat ditekan dan turun secara cepat bahkan reaksinya bisa langsung dilihat (knockdown effect). Namun demikian, kelebihan itu harus dibayar dengan harga tinggi karena selain mahal, penggunaan pestisida juga berdampak terbunuhnya musuh alami ataupun binatang lain yang berada di sekitar pertanaman.
Ini bisa menimbulkan ledakan hama kedua (resurgensi) dan munculnya sifat kekebalan terhadap pestisida tersebut (resistensi). Selain dampak negatif terhadap lingkungan, penggunaan pestisida juga dapat meninggalkan residu pada produk pertanian yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan terhadap manusia.
Pestisida merupakan alternatif terakhir dalam sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT) jika tingkat serangannya sudah melebihi ambang ekonomi atau populasinya telah mencapai ambang pengendalian. Saat ini, pestisida yang beredar di pasaran sangat banyak bahkan satu jenis bahan aktif bisa lebih dari 3 merek dagang. Oleh karena itu, penggunaan pestisida sebaiknya memperhatikan 5+1 (lima plus satu) tepat, yaitu : tepat jenis, tepat sasaran, tepat waktu, tepat dosis, tepat cara atau tepat aplikasi dan tepat harga.
1.       Tepat jenis
Pestisida adalah semua bahan yang berpotensi membunuh (cide) organisme pengganngu (pest). Jenis pestisida untuk mengendalikan penggerek batang padi adalah INSEKTISIDA, yaitu pestisida yang digunakan untuk membunuh/membasmi serangga. Berdasarkan cara kerjanya, insektisida yang digunakan untuk mengendalikan penggerek batang padi ada yang bersifat sistemik dan ada yang translaminer. Sedangkan menurut formulasinya, insektisida yang digunakan untuk mengendalikan sundep/beluk ada yang berupa butiran (granul), tepung (powder) maupun cair (larutan/emulsi).
2.       Tepat sasaran
Stadia perkembangan penggerek batang padi yang bisa dikendalikan dengan insektisida adalah stadia larva dan ngengatnya. Oleh karena larva penggerek (sasaran) berada di dalam batang padi, maka insektisida yang tepat adalah yang mempunyai cara kerja SISTEMIK (bisa ditranslokasikan ke seluruh jaringan tanaman). Pada tanaman padi yang masih muda (stadia vegetatif), atau bila larva yang ditemukan pada tanaman terserang masih instar awal atau baru menetas dari kelompok telurnya, penggunaan insektisida yang bersifat translaminer juga bisa.
3.       Tepat waktu
Penggunaan insektisida yang tepat waktu agar efektif dalam mengendalikan penggerek batang padi dan efikasinya paling bagus. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa stadia larva merupakan sasaran efektif untuk pengendalian sundep/beluk. Larva yang mudah dikendalikan adalah larva instar 1 karena biasanya masih berada di sekitar pelepah daun setelah menetas dari telurnya. Larva instar 2-4 juga bisa dikendalikan karena sedang aktif menggerek batang padi dan ukuran tubuhnya masih relatif kecil. Sedangkan larva instar 5 dan 6 lebih sulit karena pada stadia ini larva tidak begitu rakus serta besar ukurannya.
Untuk mengetahui stadia perkembangan penggerek sebaiknya pengamtan secara berkala. Cara yang mudah untuk menentukan waktu aplikasi yang tepat dengan membawa kelompok telur yang ditemukan di pertanaman untuk mengetahui waktu penetasannya.
 Selain itu, bila memilih insektisida aplikasinya dengan semprot maka sebaiknya dilakukan pada pagi hingga siang hari karena pada saat itu mulut daun (stomata) sedang membuka, sehingga bahan aktif mudah masuk ke dalam jaringan tanaman.
4.       Tepat dosis
Dosis adalah takaran, jumlah atau banyaknya insektisida yang digunakan pada suatu lahan. Jumlah insektisida biasanya dinyatakan dalam gram/kilogram atau liter, sedangkan satuan untuk luas lahan adalah hektar. Contoh : dosis penggunaan Furadan 3GR adalah 17 – 20 kg/hektar atau dosis penggunaan Spontan 400SL adalah   1 - 2 liter/hektar.
Kadang-kadang pengertian dosis samar dengan konsentrasi larutan, misalnya 2 - 3 ml/liter. Konsentrasi larutan digunakan karena kebiasaan setiap pengguna tidak sama, ada yang menggunakan volume semprot rendah dan ada yang terbiasa dengan volume tinggi. Contoh bila seorang petani menggunakan insektisida Spontan 400SL dengan dosis rendah (1 liter/Ha), tetapi dalam aplikasinya terbiasa dengan volume semprot tinggi (misalnya 500 liter/hektar), maka konsentrasi larutan Spontan 400SL yang digunakan adalah 1.000 ml / 500 liter atau 2 cc / liter. Jadi bila menggunakan tanki ukuran 17 liter, maka volume Spontan 400SL yang dibutuhkan adalah 34 mililiter (cc).
Dosis penggunaan insektisida perlu diperhatikan agar efektif. Bila penggunaannya di bawah dosis yang dianjurkan, bukan tidak mungkin hamanya tidak dapat dikendalikan, sebaliknya jika dosisnya berlebih dikhawatirkan cepat menimbulkan kekebalan (resistensi) dan boros biaya.
 5.       Tepat cara / aplikasi
Aplikasi yang tepat cukup menentukan efektifitas dan efikasi penggunaan pestisida. Ini biasanya berkaitan dengan formulasi pestisida dan alat yang digunakan. Contoh : CENTA-dine merupakan insektisida berbahan aktif DIMEHIPHO dengan formulasi granule (butiran), cara aplikasinya adalah disebar. Cara ini cukup efisien bila aplikasinya bersamaan dengan pemupukan. Kebanyakan petani menggunakan insektisida jenis ini bila tanaman telah menampakkan gejala atau dengan kata lain, larva penggerek batang telah masuk ke dalam batang tanaman padi. Contoh lainnya MANUVER, insektisida dengan bahan aktif yang sama tetapi formulasinya cair (Water Soluable Concentrate/WSC) cara aplikasinya dengan disemprotkan ke tanaman. Cara ini sangat efektif bila berdasarkan pengamatan, telur-telur penggerek batang yang ada di pertanaman baru menetas karena larva yang baru menetas tidak langsung masuk ke dalam batang.
Tepat aplikasi yang berhubungan dengan alat biasanya nozzle dari sprayer yang digunakan. Bila cara kerja pestisida racun pernafasan maka sebaiknya menggunakan nozzle yang bisa menghasilkan larutan semprot yang keluar dari sprayer berbentuk kabut. Demikian jika sasarannya berada di batang dengan cara kerja kontak maka sebaiknya menggunakan nozzle yang menghasilkan larutan semprot berupa semburan dan bisa menembus hingga ke bagian batang.
6.   Tepat harga
Jumlah pestisida yang beredar di pasaran saat ini sangat banyak. Untuk memutuskan pestisida yang akan digunakan tidak hanya berdasarkan cara kerja dan bahan aktifnya saja, namun juga perlu mempertimbangkan harganya. Suatu produk pestisida yang harganya murah bisa jadi kualitasnya kurang bagus, tetapi yang berharga mahal belum tentu pilihan yang tepat.
Insektisida Virtako 350EC misalnya, kualitasnya sangat baik, efikasi terhadap hama sasarannya juga efektif, namun harganya mahal. Bahan aktif Virtako 350EC adalah klorantranilipol (100 gram/liter) dan tiametoksam (250 gram/liter) yang sangat efektif untuk mengendalikan hama penggerek batang padi dan wereng coklat. Harga di kios saprotan bervariasi, rata-rata saat ini Rp. 90.000,- untuk kemasan 50 ml. Bila di pertanaman hanya ditemukan serangan penggerek batang padi saja maka sebaiknya menggunakan insektisida yang berbahan aktif klorantranilipo saja, misalnya Prevanthon 50EC. Harga Prevanthon 50EC kemasan 100 ml sekitar Rp. 65.000,-. Jadi dalam kedua kemasan insektisida tersebut mengandung 50 gram klorantranilipol. Sebaliknya bila di lapangan tanaman padi terserang penggerek batang padi dan wereng coklat, maka pilihan yang tepat adalah Virtako 350EC.

Bahan-bahan aktif insektsida yang direkomendasikan untuk mengendalikan hama penggerek batang padi antara lain :
-        Klorantranilipol                             :     Virtako, Prevanthon
-        Bisultap                                            :     Trisula, Agripo
-        Tiakloprid                                        :     Calypso
-        Imidakloprid                                   :     WinGran
-        Bensultap                                        :     Bancol
-        Dimehipo                                        :     Spontan, Kempo, Manuver
-        Fipronil                                             :     Regent, Agenda
-        Karbofuran                                     :     Furadan, Curaterr, Petrofur
-        Karbosulfan                                    :     Marshal
Ada beberapa hal penting lain yang perlu diperhatikan dalam penggunaan pestisida, pada musim hujan sebaiknya ditambahkan perekat (Triton-X, Besmor, Borer). Bila aplikasinya harus dicampur, maka sebaiknya menggunakan bahan aktif yang berbeda, cara kerja yang berlainan serta pencampurannya harus benar yaitu dalam ember/bek/bejana berisi air. Dalam pencampurannya dahulukan yang berbentuk tepung dan terakhir adalah perekat/perata.

Tuesday, May 8, 2012

LOMBA FOTO BALITA CIPRIME 2012

Bagi Anda yang punya adik kecil, anak kecil yang berusia balita, silahkan ikuti saja LOMBA FOTO BALITA CIPRIME 2012 yang berhadiahkan uang tunai berikut ini:
Juara I: Rp 1.000.000,-
Juara II : Rp 750.000,-
Juara III : Rp 500.000,-


Monday, May 7, 2012

Pupuk Organik Granul Alternatif Baru Sumber Organik Tanah

A. Mengapa Harus Granul?
Secara umum, pupuk organik yang beredar di pasaran memiliki berbagai macam bentuk, di antaranya curah, granul, cair, pelet, tablet, dan briket. Pemilihan bentuk tersebut disesuaikan dengan tujuan penggunaan, biaya produksi, dan aspek pemasaran lainnya. Bentuk curah atau fraksi-fraksi halus dari limbah organik yang telah terdekomposisi biasanya dipilih jika pupuk organik digunakan untuk kebutuhan sendiri. Namun, apabila tujuan pembuatan pupuk untuk skala komersial sebaiknya pupuk organik dibuat dengan bentuk dan ukuran tertentu agar tidak meruah dan mudah didistribusikan.
Salah satu bentuk pupuk organik yang lazim ditemukan adalah butiran atau granul. Di pasaran, pupuk ini lebih dikenal dengan sebutan pupuk organik granul (POG). Pupuk organik granul umumnya memiliki kepadatan
tertentu sehingga tidak mudah diterbangkan angin dan hanyut terbawa air. Bentuk granul juga dapat memudahkan aplikasi di lapang. Pasalnya, petani terbiasa menggunakan pupuk yang berbentuk granul karena mudah ditaburkan. Selain itu, pupuk berbentuk granul juga cocok digunakan untuk aplikasi pupuk di perkebunan skala besar yang menggunakan aplikator pupuk.
Jika dibandingkan antara pupuk organik granul murni dan kompos berbentuk curah, keduanya memiliki kualitas yang relatif sama karena bahan baku utama pupuk organik granul adalah kompos. Namun, kualitas pupuk organik granul akan menjadi lebih baik apabila diperkaya dengan unsur hara dan mikroba fungsional. Sementara itu, dilihat dari daya serap tanaman, baik kompos maupun pupuk organik granul sama-sama akan diserap tanaman secara perlahan-lahan (slow release). Namun, hal ini menjadi keunggulan bagi keduanya karena dapat digunakan dalam waktu yang lebih lama. Dengan efisiensi yang lebih tinggi karena jumlah pupuk yang terbuang lebih sedikit, keberadaan pupuk organik granul di lingkungan akan menjadi lebih lama dibandingkan dengan kompos biasa.

B. Pupuk Organik Granul sebagai Sumber Bahan Organik
Kerusakan yang terjadi di lahan persawahan terutama disebabkan oleh rendahnya kandungan bahan organik. Sekitar 65% dari 7,9 juta ha lahan sawah di Indonesia memiliki kandungan bahan organik rendah sampai sangat rendah (C-organik <2%). Cara yang paling efektif untuk memperbaikinya adalah mengembalikan bahan organik dalam bentuk pupuk organik ke lahan pertanian. Untuk memberi kemudahan bagi petani dalam melakukan pemupukan, maka pupuk organik yang diberikan ke lahan pertanian dibuat dalam bentuk pupuk organik granul. Dampak yang akan diperoleh dari pemupukan ini tidak hanya peningkatan kandungan C-organik, tetapi akan terjadi juga perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah secara keseluruhan.
Penyebab Rendahnya Kandungan C-organik
- Intensitas pertanaman yang tinggi dengan pengelolaan yang salah dapat mengakibatkan pengurasan unsur hara tanah, sehingga terjadi defisit hara.
- Penggunaan pupuk kimia dalam jangka waktu lama secara terus-menerus dengan dosis yang tinggi dan tidak diimbangi dengan pupuk organik.
- Tidak dikembalikannya sisa tanaman ke dalam tanah.

C. Peluang Berbisnis Pupuk Organik Granul (POG)
Produksi POG sangat erat kaitannya dengan kebijakan dari Kementerian Pertanian, yaitu kebijakan subsidi pupuk organik dan bantuan langsung pupuk dalam bentuk POG. Tercatat angka kebutuhan POG sebesar 4,67 juta ton pada tahun 2009 dan 4,14 juta ton pada tahun 2010. Sementara itu, alokasi pupuk organik bersubsidi dalam bentuk POG sebesar 450 ribu ton pada tahun 2009 dan 910 ribu ton pada tahun 2010. Selain alokasi pupuk bersubsidi, pemerintah juga memberikan bantuan langsung pupuk dalam bentuk POG dengan jumlah yang dialokasikan sebesar 191,516 ribu ton pada tahun 2009 dan 293,293 ribu ton pada tahun 2010. Namun, besarnya alokasi POG bersubsidi maupun bantuan langsung pupuk tersebut, ternyata masih belum bisa memenuhi kebutuhan POG secara keseluruhan.
Pelaksanaan kebijakan subsidi maupun bantuan langsung POG dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian melalui Public Service Obligation (PSO) kepada BUMN yaitu PT Pupuk Sriwidjaja, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, dan PT Pupuk Kalimantan Timur untuk subsidi POG. Sementara itu, pemerintah menjalin kerja sama dengan PT Pertani, PT Sang Hyang Seri, dan PT Berdikari untuk bantuan langsung POG. Dengan adanya penugasan tersebut, maka dengan sendirinya BUMN yang ditunjuk harus mendirikan industri POG, bekerja sama dengan industri POG, atau membina perusahaan untuk memproduksi POG.
Kebijakan-kebijakan di atas telah mendorong berdirinya pabrik-pabrik POG berskala besar. Pabrik tersebut umumnya bertindak atau berfungsi sebagai mitra produksi bagi BUMN yang telah mendapatkan penugasan dari Kementerian Pertanian. Biasanya, proses produksi terikat dalam kontrak waktu yang ketat dan singkat, sehingga memerlukan peralatan dan bahan baku POG dalam jumlah yang cukup banyak.
Selain itu,meningkatnya kesadaranakan pertanian organik yang didukung oleh Kebijakan Go Organik 2010 dari Kementerian Pertanian, telah mendorong meningkatnya permintaan terhadap produk pertanian organik. Faktor yang lain seperti meningkatnya pemahaman yang benar akan fungsi pupuk organik, semakin mahal dan sulitnya mendapatkan pupuk kimia, serta berlimpahnya limbah organik yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pupuk organik, telah ikut mendorong meningkatnya penggunaan pupuk organik.
Faktor-faktor di atas telah memberikan gambaran peluang berbisnis POG yang menggairahkan dan mendorong berdirinya produsen POG untuk menjual POG yang dihasilkannya ke pasaran bebas. POG yang dijual ke pasaran bebas biasanyatidakterikat dengan sistem subsidi atau bantuan langsung POG yang dikelola Kementerian Pertanian. Umumnya, produsen POG tersebut merupakan pengelola kebersihan yang memanfaatkan sampah organik menjadi kompos, kemudian memprosesnya menjadi POG. Kapasitas produksinya lebih kecil dan proses produksinya tidak terikat dengan kontrak waktu yang ketat, sehingga peralatan yang dibutuhkan tidak selengkap jika dibandingkan dengan produsen yang terikat dengan sistem subsidi atau bantuan langsung POG yang dikelola Kementerian Pertanian.


Sumber Referensi :
Membuat Pupuk Organik Granul dari Aneka Limbah Oleh Sri Wahyono, S.Si., M.Si., Ir. Firman L Sahwan, M.Si., & Drs. Feddy Suryanto

Sumber
                                                  By : Staff Humas-MedInfo

Saturday, May 5, 2012

Mendorong Peran Penyuluh BPTP Melayani Penyuluhan di Daerah

Peran penyuluh pertanian di BPTP khusunya diluar lembaga sangat penting dalam meningkatkan : profesionalisme penyuluh, menciptakan perangkat lunak bagi penyuluh pertanian, mengembangkan pengkaji inovasi swakarsa, mengembangkan kemampuan teknologi, memperkuat unfrastruktur teknologi / inovasi bermutubersama peneliti, mengembangkan action research bersama peneliti, pengkajian perilaku manusia (petani), dan menganalisis, mengidentifikasi, menetapkan kebutuhan petani.

Friday, May 4, 2012

Lomba Karya Tulis Ilmiah Peternakan by : IPB

Lomba yang diadakan oleh fakultas peternakan IPB merupakan lomba karya tulis ilmiah  bertaraf nasional yang di khususkan untuk mahasiswa S-1 Peternakan. Lomba bertemakan " Sistem Peternakan yang Ramah Lingkungan" dengan sub tema sebagai berikut :
1. Manajemen pakan inkonvensional ramah lingkungan
2. Inovasi teknologi produksi peternakan
3. Pengelolaan limbah


A. KETENTUAN PESERTA KarTu I-Pet 2012
  1. Peserta merupakan mahasiswa aktif S1 atau Diploma perguruan tinggi negeri atau swasta di Indonesia dan masih berstatus mahasiswa (belum mendapatkan surat keterangan lulus) saat grand final  yang dibuktikan dengan fotokopi KTM yang disertakan saat pengiriman karya. 
  2. Peserta dapat perorangan atau berkelompok dengan jumlah maksimal 3 orang dan berasal dari perguruan tinggi yang sama.   
  3. Anggota kelompok dapat berasal dari disiplin ilmu yang berbeda. 
  4. Peserta harus mendapatkan rekomendasi dari dosen pembimbing yang dibuktikan dengan lembar pengesahan dalam karyanya. 
  5. Setiap orang boleh mengirimkan 2 (dua) karya tulis, tetapi hanya boleh menjadi ketua di salah satu kelompok.
  6. Setiap institusi pendidikan dapat mengajukan lebih dari 1 tim karya tulis.
 C.    KETENTUAN KOMPETISI
  1. Peserta wajib mendaftarkan diri dengan mendownload form pendaftaran di alamat: http://www.4shared.com/office/dGj6dulS/FORMULIR_PENDAFTARAN_KARTU_I_P.html dan mengirimkannya via email ke kartu.ipet@yahoo.com (Format pendaftaran sesuai lampiran 1) dan mentransfer biaya registrasi sebesar Rp. 50.000,00 ke no. rekening BNI 0197705743 atas nama Sisca Chintia paling lambat tanggal 5 Agustus 2012.
  2. Konfirmasi telah mentransfer melalui sms ke 085881604463 (Sisca Chintia) dengan format nama PTN-nama peserta-judul karya-jam transfer.
  3. Mengirimkan bukti pembayaran scan/foto kepada panitia bersamaan dengan pengumpulan karya tulis dalam bentuk softcopy (pdf) dengan subject: kartuipet_nama ketua kelompok_universitas ke alamat email: kartu.ipet@yahoo.com dan dilengkapi lampiran Scan/foto KTM masing-masing anggota 1 buah dan foto ukuran 3x4 1 lembar.
  4. Setiap tim harus membuat dan mengirimkan karya tulis sesuai dengan tema yang ditentukan (sistematika penulisan karya tulis dapat dilihat pada lampiran 2).
  5. Bobot penilaian karya tulis ilmiah dapat dilihat pada lampiran 3.
  6. Karya tulis yang dikirimkan merupakan hasil pemikiran sendiri, bukan hasil jiplakan dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
  7. Setiap karya yang dikirimkan tidak diperkenankan sedang berpartisipasi atau telah memenangkan penghargaan dalam kompetisi serupa di tempat lain.
  8. Peserta wajib menyertakan nomor handphone dan alamat email yang dapat dihubungi pada karya tulisnya.
  9. Karya tulis peserta akan diseleksi pada tahap penjurian awal untuk menentukan 7 (tujuh) finalis yang akan diundang ke Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.
  10. Nama-nama finalis akan diumumkan melalui sms dan website: http://fgwfapetipb.wordpress.com/ pada tanggal 1-7 September 2012 pukul WIB.
  11. Sebanyak 7 finalis terbaik diwajibkan mempresentasikan karyanya (format power point) di hadapan dewan juri dan audience pada saat grand final  di ruang SEIP Fakultas Peternakan IPB Dramaga, Bogor, pada tanggal 28 September  2012 (akan ada informasi lebih lanjut).
  12. Setiap tim yang masuk ke grand final  sekurang-sekurangnya menghadirkan 1 (satu) orang presentator untuk mempresentasikan karya tulisnya.
  13. Biaya untuk akomodasi tim yang menjadi finalis adalah Rp.650.000,- dikirim ke rekening di atas dengan rincian: Bermalam selama 3 hari untuk mengikuti seluruh rangkaian acara FGW 2012 (28-30 September 2012), Gratis mengikuti seminar nasional yang termasuk ke dalam rangkaian acara FGW 2012 (29 September 2012), dan Biaya makan dan snack selama satu hari (28 September 2012)
  14. Juri berasal dari unsur-unsur: ilmuan dan akademisi.
  15. Juara-juara yang terpilih saat grand final merupakan peserta yang memiliki nilai tertinggi hasil kumulatif dari penilaian karya tulis saat seleksi dan presentasi grand final (lampiran 3).
  16. Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  17. Segala urusan keuangan menyangkut pembuatan karya tulis bukan merupakan tanggung jawab panitia.
D.    AGENDA KOMPETISI

•    Pendaftaran Peserta
Tanggal    : 1 Mei – 27 Juli 2012
•    Pengumpulan naskah
Tanggal    : 28 juli - 5 Agustus 2012 
•    Seleksi  finalis         
Tanggal    : 7-31 Agustus 2012
•    Pengumuman 7 finalis yang lolos ke grand final
Tanggal    : 1-7 September 2012      
•    Presentasi final          
Tanggal    : 28 september 2012
Tempat    : Ruang SEIP Fakultas Peternakan IPB
•    Pengumuman pemenang (malam puncak FGW 2012)
Tanggal    : 29 September 2012
Tempat    : Gedung Graha Widia Wisuda IPB

E.    HADIAH
Semua karya tulis akan diambil 3 pemenang dengan hadiah masing-masing sebesar:
•    Juara I           : Rp  3.000.000,00 + Sertifikat
•    Juara II          : Rp  2.500.000,00 + Sertifikat
•    Juara III        : Rp  2.000.000,00 + Sertifikat
•    Finalis           : Souvenir + Sertifikat
•    Finalis           : Souvenir + Sertifikat
•    Finalis           : Souvenir + Sertifikat
•    Finalis           : Souvenir + Sertifikat
•    Best Presentator : Souvenir + Sertifikat
•    Total hadiah        : Rp   8.000.000,00

KETENTUAN LEBIH LANJUT DAPAT MENGHUBUNGI :

Sekretariat        : Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan Jalan
Agatis Kampus IPB  Darmaga  Gedung Fakultas Peternakan lt.1, kode pos 16680
Website           : http://fgwfapetipb.wordpress.com/
Email              : kartu.ipet@yahoo.com
Contact Person     : Yanto (085780311197) dan Rama (085694929797)

Thursday, May 3, 2012

Budidaya Cacing Sutra

Cacing sutera(Tubifex), sering juga disebut cacing rambut atau cacing darah merupakan cacing kecil seukuran rambut berwarna kemerahan dengan panjang sekitar 1-3 cm, dengan tubuh berwarna merah kecoklatan dengan ruas-ruas. Cacing ini hidup dengan membentuk koloni di perairan jernih yang kaya bahan organik. 

Wednesday, May 2, 2012

Lomba Esai tingkat Nasional CSS MoRA IPB




Kategori lomba: Lomba Esai Nasional
Peserta: kategori Mahasiswa dan kategori Santri



Anda suka menulis? Peduli dengan dunia pesantren? Peduli juga dengan dunia pertanian Indonesia? Ayo tunjukkan kepedulianmu dan tuangkan pikiranmu dalam sebuah tulisan. Dan jangan biarkan tulisanmu hanya menjadi dokumen pribadi, kirimkan kepada kami melalui Lomba Esai Nasional dalam rangkaian Gebyar Prestasi Santri Nasional yang diadakan oleh CSS MoRA IPB. Lomba esai ini bertema “Strategi Konsistensi Pesantren Sebagai Lembaga Pencetak Generasi Bangsa yang Kompeten di Berbagai Bidang”

Let’s create your words!!!!
Cp : USHBATUL UMAMI (085731481690)
DEADLINE 13 Mei 2012
Tema Lomba Esai GPSN 2012 “Strategi Konsistensi Pesantren sebagai Lembaga Pencetak Generasi Bangsa yang Kompeten di Berbagai Bidang”


Sub Tema :            
  • Sosial-Agama
  • Ekonomi
  • Kebudayaan
  • Pendidikan
  • Sains dan Teknologi
A. Syarat dan ketentuan
  1. Esai  terdiri dari  dua kategori, yaitu  Santri dan mahasiswa. Mahasiswa: Peserta merupakan mahasiswa aktif D1,D2,D3 atau S1 di salah satu perguruan tinggi di Indonesia. Santri: Peserta merupakan santri siswa SLTA/sederajat
  2. Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran online
  3. Esai merupakan karya yang bersifat individu (per-orangan)
  4. Setiap peserta hanya bisa mengirimkan satu esai saja yang belum pernah dipublikasikan atau diikutkan dalam lomba sebelumnya.
  5. Esai memuat unsur-unsur identifikasi masalah, analisis, kesimpulan, dan solusi yang ditawarkan.
  6. Esai menekankan pada aspek orisinalitas pemikiran, argumentasi, ketajaman analisis,serta kemungkinan solusi yang ditawarkan.
  7. Naskah yang masuk menjadi hak panitia dan tidak dikembalikan. Panitia berhak untuk mempublikasikan naskah esai dengan tetap mencantumkan identitas penulis.
  8. Setiap peserta diwajibkan untuk menyertakan scan kartu idenitas atau kartu mahasiswa serta bukti pembayaran pendaftaran ke email GPSN sebagai syarat untuk memastikan bahwa peserta yang mengikuti lomba esai ini masih aktif atau terdaftar sebagai salah seorang pelajar atau mahasiswa.
  9. Pengumuman lomba esai akan di umumkan pada tanggal 20 Mei 2012. Pemberitahuan lebih lanjut kepada pemenang akan dilakukan melalui email atau dihubungi langsung oleh panitia.
  10. Keputusan dewan juri bersifat mutlak,mengikat,dan tidak dapat diganggu gugat.
B. Format penulisan Esai
  1. Naskah esai diketik paling banyak 10 lembar dengan format kertas A4, spasi 1.5, font Times New Roman 12 pt, Margin kiri 4 cm, kanan 3 cm, atas 3 cm, bawah 4 cm
  2. Halaman akhir naskah dilengkapi dengan data pribadi ( Nama, Alamat, Tempat tanggal lahir,  Institusi/Lembaga , No HP / kontak, Email, dan No.rekening pribadi atau berwakil).
  3. Judul ditulis dengan format rata tengah/center, sebelum paragraf pertama.
  4. Data-data yang dicantumkan dalam esai harus disertai sumber-sumber (dengan format   standar dan dicantumkan pula pada daftar pustaka).


C. Mekanisme Lomba
  1. Pendaftaran dilakukan pada tanggal 15 April-13 Mei 2012.
  2. Melakukan transfer pembayaran sebesar Rp 25.000 ke Rekening BNI Cabang Darmaga a/n Fikriyan Nuriyatun (no. Rekening : 0200092799).
  3. Setelah mentransfer biaya pendaftaran wajib konfirmasi ke  CP USHBATUL UMAMI (085731481690) dengan  format : Nama peserta_Asal institusi/lembaga.
  4. Essay dikirim dalam bentuk softcopy bersama Scan KTM/Kartu Identitas dan scan Bukti Pembayaran ke alamat santriprestatif@gmail.com  paling lambat tanggal 13 Mei 2012 pukul 00.00 WIB.
  5. Subject Email : LOMBA_ESAI_GPSN_2012_Nama_Asal Institusi/Lembaga_Judul Esai.
  6. Pengiriman dalam bentuk satu folder terkompresi (ZIP) dengan nama “Lomba Esai GPSN 2012.”
  7. Wajib konfirmasi pengiriman ke CP USHBATUL UMAMI (085731481690).

E. Hadiah *)
Tingkat Mahasiswa
  • Juara 1 : Rp 1.000.000 + Piagam Penghargaan
  • Juara 2 : Rp 750.000 + Piagam Penghargaan
  • Juara 3 : Rp 500.000 + Piagam Penghargaan
Tingkat Santri SMA
  • Juara 1: Rp 800.000 + Piagam Penghargaan
  • Juara 2: Rp 500.000 + Piagam Penghargaan
  • Juara 3: Rp 300.000 + Piagam Penghargaan
*)pemenang lomba akan diundang pada acara puncak Gebyar Prestasi Santri Nasional

info selengkapnya di http://gpsncssmoraipb.co.cc
info kiriman vhe Ra via email 

Sumber                      
By : Humas - MedInfo

Tuesday, May 1, 2012

PEMBUATAN BIOSTATER DAN KOMPOSTER

Membuat Biostarter
Biostarter adalah cairan yang berisi mikroba pengurai sampah menjadi kompos. Selain dapat dibeli, biostarter juga dapat dibuat sendiri dengan cara yang mudah dan murah. Bahan dasarnya adalah irisan pisang atau kulit pisang (2 genggam), irisan nanas atau kulit nanas (2 genggam), irisan bawang merah (5 siung), irisan tempe (2 genggam), dan gula pasir.

1. Bahan diiris dan dipisahkan masing-masing.
2. Buat 4 gelas larutan gula, masing-masing 1 gelas air dicampur dengan 1 sendok the peres gula pasir. Air yang digunakan adalah air dari sumur (bukan PAM), yang telah direbus dan didinginkan.
3. Masukan gula dalam 4 botol.
- Botol pertama diisi irisan kulit pisang/pisang
- Botol kedua diisi irisan nanas/kulit nanas
- Botol ketiga diisi irisan bawang merah
- Botol keempat diisi irisan tempe
4. Botol ditutup jangan terlalu rapat, agar udara tetap masuk ke botol.
5. Letakkan botol di tempat teduh tidak terkena sinar matahari dan hujan secara langsung.
6. Diamkan selama 2 hari (2x24 jam)
7. Pisahkan antara air dan ampas dengan cara disaring
8. Air dari saringan keempat botol tersebut dicampur menjadi satu dan dimasukkan ke dalam botol kemudian disimpan di tempat teduh (tidak terkena sinar matahari dan hujan secara langsung). Botol ditutup.
9. Cairan ini berfungsi sebagai starter, dan dapat disimpan sampai waktu sekitar 3 bulan.
10. Cara penggunaan: biostarter dicampur dengan air sumur dengan perbandingan 1 bagian biostarter dicampur dengan 10 bagian air.
11. Biostarter siap digunakan dengan cara menyemprotkan dengan sprayer.


Membuat Komposter
Komposter adalah alat untuk pembuatan kompos. Alat ini sangat sederhana dan dapat dibuat sendiri. Bagian-bagian komposter meliputi:
1. Wadah/bak.ember guna menampung sampah
2. Kran untuk mengalirkan lindi
3. Saringan untuk memisahkan sampah dan lindi dalam proses pengomposan.
4. Pipa udara untuk memasukkan udara yang dibutuhkan dalam proses pengomposan.


Problem dan Solusinya
- Kompos bau (busuk) dan banyak lalat.
Hal ini disebabkan kompos terlalu basah atau tidak cukup udara. Untuk mengatasinya tambahkan 2 atau 3 genggam penuh kapur. Aduk kompos agar mendapatkan udara.
- Kompos menjadi sarang tikus, kecoa, semut, dan belatung.
Untuk mengatasi masalah ini, tampahkan kapur dan aduk sampah untuk mengusir semut dan kecoa, kemudian tutup komposter. Jangan membuang susu, tulang, daging, dan makanan hasil laut terlalu banyak ke dalam komposter. Bisa juga dengan mengoleskan detergen pada bibir komposter.

Membuat Alat Perangkap Lalat Buah

Hama lalat buah (Bactrocera sp) merupakan hama utama buah. Inangnya banyak, yaitu mangga, jambu air, jambu biji, cabai, pepaya, nangka, jeruk, melon, ketimun, tomat, alpukat, pisang dan belimbing. Kerugian yang ditimbulkan dapat secara kuantitatif maupun kualitatif.

Agenda KSI FP UNS

Agenda Kepengurusan KSI FP UNS 2012