Kelompok Studi Ilmiah

Kelompok Studi Ilmiah adalah unit kegiatan mahasiswa di Fakultas Pertanian UNS yang bergerak di bidang keilmiahan.

Diskusi Ilmiah KSI 2016

Kegiatan ini merupakan program kerja Bidang PIKMA ini bertujuan untuk memberikan pandangan, mengarahkan dan memotivasi sehingga mahasiswa dapat merencanakan tujuan kuliah khususnya bagi mahasiswa baru Fakultas Pertanian. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, diskusi ilmiah ini mengusung tema “Rencanakan Tujuan Kuliahmu yang Sebenarnya Mulai dari Sekarang”

Sosialisasi PKM FP UNS 2016

Sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh bidang III Fakultas Pertanian UNS berkerjasama dengan KSI (Kelompok Studi Ilmiah) FP UNS bertempat di Aula Gedung B FP UNS. Kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk mengenalkan PKM khususnya bagi mahasiswa baru dan memberikan tips-tips dalam penulisan program kretivias mahasiswa yang baik dan benar sehingga diharapkan dapat lolos seleksi.

Pelantikan Pengurus KSI FP UNS 2016

KSI (Kelompok Studi Ilmiah) adalah salah satu organisasi kemahasiswaan yang memiliki anggota-anggota sebagai pengurus yang siap melanjutkan perjuangan serta berkemauan tinggi dalam berkontribusi bagi almamater, bangsa dan negara. Pelantikan kepengurusan KSI FP UNS 2016 periode tahun 2016-2017 dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2016 dan bertempat di aula FP UNS yang tepatnya di gedung B lantai 2.

FAST 2016 (Festival Of Agri-Science and Technology)

National Essay Competition merupakan salah satu rangkaian acara FAST 2017 (Festival Of Agri-Science and Technology) yang diselenggarakan oleh KSI (Kelompok Studi Ilmiah) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta yang ditujukan untuk semua mahasiswa, baik yang di Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta di seluruh Indonesia.

Friday, August 31, 2012

National Accounting Challenge 2012


Ayo ikuti Perlombaan akuntansi terbesar yang akan diadakan di 9 kota besar di Indonesia dengan total hadiah puluhan juta rupiah !!


Keterangan lebih lanjut bisa dilihat di website www.nac-stan.com

Registration : 06 Agustus 2012 - 12 September 2012

Beasiswa S-2 dan S-3 di Universitas Cambridge

Program Gates Cambridge Scholarship membuka peluang beasiswa untuk tahun 2013-2014, di University of Cambridge. Program beasiswa ini menyediakan 90 beasiswa penuh setiap tahunnya untuk studi S-2 dan S-3.

Thursday, August 30, 2012

Kontes Blog Review 2012 "Axiadata"

Selamat pagi sobat-sobat KSI... Ada satu informasi lomba yang menarik buat kamu-kamu yang hobi ngeblog atau menulis.. Kontes Blog Review Axiadata dan Bloger Indonesia... Simak informasi lomba ini, dan menangkan hadiah-hadiahnya... :)

Monday, August 27, 2012

Cara Gampang Cari Jurnal Penelitian dan Paper


Saya pernah mengalami kesulitan seperti teman - teman... Tugas jurnal dari dosen padahal kita tidak tahu apa jurnal itu dan darimana mencarinya. Mahasiswa lama juga sama saja, bingung mencari jurnal dalam jumlah banyak saat akan menyusun proposal skripsi karena 75% dari daftar pustaka diambil dari jurnal.

Sebenarnya cukup mudah untuk mencari jurnal. Anda bisa memanfaatkan jurnal online yang ditawarkan beberapa universitas di Indonesia seperti UGM, Airlangga, dan IPB. Jurnal gratis juga ditawarkan oleh LIPI.
Jika ingin mencari jurnal berbahasa Inggris, maka website favorit saya untuk mencari jurnal gratis adalah Oxford Journal dan Brazillian Journal

Plant Physiology Journal adalah pilihan jika anda mencari jurnal yang berhubungan dengan fisiologi tumbuhan. Bila anda mencari jurnal bioteknologi berbahasa Indonesia, jurnal AgroBiogen mungkin bisa membantu. Namun jika anda mencari jurnal kedokteran, jurnal kedokteran Canada dan New England ditawarkan gratis. Kedokteran hewan berbeda lagi, coba saja jurnal veteriner Udayana. Jurnal fisiologi hewan dalam bahasa Inggris juga mudah anda dapatkan di JCI.

Jurnal dari Springerlink dan Blackwell-Synergy memang lengkap tidak saya sarankan karena anda harus berlangganan dulu. tapi jika anda hanya menginginkan abstrak saja, bolehlah anda masuk ke dua situs itu.

Bila anda ingin mencari jurnal di search engine seperti google atau yahoo, saran saya masukkan keyword "jurnal" atau "Journal" bila anda menginginkan jurnal bahasa Inggris, lalu masukkan sespesifik mungkin jurnal yang anda cari seperti nama penulis dan tahun penulisan, judul jurnal, atau paling tidak nama spesies. jadi anda harus tahu dulu jurnal yang anda inginkan, paling tidak apa temanya.

Atau dengan mesin pencari selain google yang biasa atau yahoo. Berikut website yang menawarkan kemudahan untuk mencari jurnal penelitian atau paper :

Scribd adalah website yang menyediakan tempat bagi pengunggah dan pengunduh paper dan jurnal penelitian secara gratis. Sistem dari Scribd adalah jika kita ingin mengunduh, maka kita harus mengunggah (Seperti barter). Selain paper dan jurnal penelitian, ada yang mengunggah artikel, skripsi dan lain sebagainya. Buatlah akun di Scribd untuk bisa mengunduh dan mengunggah dokumen yang ada disana.


Oppapers adalah website free essays and research paper . Buat akun, log in dan Anda bisa membaca 650.000 lebih essays and research paper secara gratis tapi tidak bisa diunduh. Essays and research paper yang diterbitkan di Oppapers berbahasa Inggris.


Google Scholar / Google Cendekia (Dalam bahasa Indonesia) adalah layanan search untuk jurnal, essay , paper dalam berbagai format baik .doc .pdf dan lainnya. Ada yang bisa diunduh dan ada yang tidak. Anda tidak perlu memiliki akun tertentu untuk mengunduh dan membaca jurnal, essay , paper yang ada di Google Scholar.


Academia.edu adalah salah satu website yang banyak direkomendasikan oleh para akademisi untuk mencari referensi jurnal dan paper. User Interface Academia.edu sederhana dan mudah digunakan. Buatlah akun dan masuk ke halaman home untuk mencari tema yang Anda cari.

Jika anda beruntung memperoleh sebuah jurnal hingga daftar pustakanya, tak usah repot-repot. Copy saja tiap jurnal yang tertera di daftar pustaka dan paste-kan ke mesin pencari anda untuk mendapatkan jurnal bertema sama.

Saran terakhir saya, karena sebagian besar jurnal berformat PDF coba masukkan "+PDF" dibelakang judul jurnal yang inginkan saat mencari jurnal yang anda inginkan. semisal anda ingin mencari jurnal tentang vitamin C, ketik saja "vitamin C+PDF". Tapi tentu komputer anda harus memiliki Adobe Acrobat untuk membukanya.


Well, cukup mudah kan?


Neil Armstrong Pernah Mendarat di Bulan?


Erupsi surya menyirami bumi terus dengan partikel. Letupan gamma sesekali terjadi. Bagaimana mungkin para astronot Apollo bisa lolos dan mendarat di bulan?

Mengkritisi sebuah pencapaian sains merupakan hal yang lumrah. Ia malah merupakan sebuah kewajiban bagi seorang ilmuan. Walaupun bukan kewajiban bagi awam, orang awam juga bisa mengkritisi asalkan memiliki argumentasi yang kuat. Pendaratan Neil Armstrong di bulan misalnya. Jika memang terjadi bukankah hal ini merupakan pencapaian besar. Tapi kita tidak bisa percaya begitu saja, bisa jadi hal tersebut rekayasa Amerika.

Gini loh. Usaha pendaratan manusia di bulan oleh NASA dipicu oleh persaingan antariksa dalam perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet. Uni Soviet sudah berhasil menempatkan manusia pertama di luar angkasa, si Yuri Gagarin itu loh. Amerika Serikat mana?


Sekarang NASA mengklaim kalau mereka berhasil mendaratkan manusia pertama di Bulan. Pertama yang ada di pikiran anda, siapa yang pertama kali akan mengkritik? Tentu saja Uni Soviet toh. Bisa saja Uni Soviet bilang, Ah itu kebohongan besar! Uni Soviet bukan sembarang negara, ia punya agen-agen rahasia dan teknologi setara NASA saat itu. Bukankah cukup mudah bagi Uni Soviet untuk membongkar kebohongan NASA saat itu? Bukankah mereka yang akan berteriak sampai keluar urat leher bila memang pendaratan Neil Armstrong di Bulan ternyata palsu?
ayo meluncur ke bulan








Kita sudah jauh sekali dari saat-saat hebohnya berita ini. Juli 1969 merupakan saat dimana sebagian besar pembaca artikel ini belum lahir. Mungkin saja saat itu publik Amerika Serikat dibungkam sedemikian hingga kritik dari Uni Soviet tidak ditanggapi, belum lagi masalah patriotisme. Uni Soviet bisa jadi seperti berteriak di ruang hampa udara. Tidak terdengar sama sekali.

Sekarang Uni Soviet sudah runtuh. Tapi beberapa orang yang kritis dan punya kapasitas untuk mengkritisi mengajukan beberapa kejanggalan. Tujuannya bisa jadi baik, menunjukkan awam mengenai proses ilmiah itu bagaimana. Seperti biasa, media dengan cepat segera menyabetnya, dan tersebarlah berita baru kalau pendaratan manusia di bulan adalah rekayasa NASA.

Cukup mengesankan memang. Bukti publik mengenai pendaratan di bulan hanyalah setumpuk foto hitam putih, rekaman pembicaraan, video, batu dan artifak bulan. Rasanya bukti yang diberikan kurang meyakinkan. Well, foto bisa dibuat dimana saja, studio misalnya. Aktor bisa saja membuat pembicaraan berdasarkan skenario seolah mereka astronot. Dan batu bisa saja diambil dari kutub Selatan.

Lagi pula ada beberapa keanehan dalam potretnya. Kenapa tidak ada bintang? Bukankah bulan tidak memiliki atmosfer? Seharusnya banyak bintang toh? Pertanyaan ini kritis. Tapi ini sama sekali bukan bukti bahwa NASA berbohong. Cobalah, NASA yang terdiri dari para ilmuan bumi dan antariksa entah bagaimana bisa lupa meletakkan bintang di foto? Bukankah ini kesalahan yang konyol?

Baiklah. Bila demikian mari kita lebih terstruktur. Kita daftarkan beberapa bukti kalau Neil Armstrong pernah mendarat di bulan dengan cara menyanggah kritisi dari berbagai pihak.
Peta Lokasi Pendaratan Apollo 11
Kenapa bisa ada jejak kaki di Bulan?
Bulan bukanlah tempat tanpa gravitasi. Gravitasi bulan seperenam kali gravitasi bumi. Walau begitu, lokasi astronot membuat jejak kaki ada di debu yang halus. Selain itu, bulan tidak memiliki atmosfer. Akibatnya tidak ada angin yang mampu menyingkirkan jejak yang telah dibuat. Coba anda ambil debu halus dan taburkan di lantai. Debunya bisa talcum powder buat bayi. Anda bisa membuat jejak kaki di atasnya. Hal ini karena partikel menjaga posisinya karena gesekan di antara mereka. Sayangnya, di bumi ada udara. Dalam beberapa detik, jejak yang kamu buat akan tersapu angin. Beda dengan di bulan.

Bendera Amerika di bulan terlihat berkibar-kibar, padahal tidak ada angin!
Terlihat berkibar-kibar? Apa benar? Itu hanya foto loh, bukan video. Bendera tidak berkibar-kibar dalam foto. Begini saja, anda lihat dua foto ini. Foto pertama menunjukkan astronot baru selesai memasang bendera dan memberi hormat. Foto kedua dibuat beberapa detik setelahnya, sang astronot tidak lagi memberi hormat. Perhatikan benderanya? Posisinya sama. Bukankah paling tidak ada sedikit perbedaan di benderanya kalau benderanya berkibar?
Aldrin memberi hormat bendera setelah memancangkannya di bulan (lihat tonjolan kecil di atas helmnya yang merupakan jarinya)















Potret enam detik setelah potret di atas. Aldrin telah menurunkan tangannya. Perhatikan bahwa bendera sama sekali tidak berubah




Terus bagaimana benderanya bisa berkerut? Perhatikan baik-baik. Ujung bendera tersebut seperti kaku. Ada sebuah kawat yang dimasukkan ke dalam kainnya. Kawat ini dibentuk sehingga bendera tersebut, well, terlihat seperti bendera. Bukannya sebuah papan reklame yang datar. Ini juga bukan semata estetika. Astronot memasangnya untuk menegakkan bendera tersebut. Sulit loh merentangkan kain di ruang hampa udara dan bergravitasi rendah seperti bulan.

Bukankah para astronot tidak akan selamat karena radiasi saat memasuki Sabuk Van Allen?
Sabuk Van Allen adalah sebuah zona yang diciptakan oleh medan magnet Bumi di luar angkasa. Sabuk ini berfungsi melindungi Bumi dari radiasi matahari yang berbahaya (yang gak bahaya bisa lewat). Medan Magnet Bumi mengumpulkan radiasi ini, dan menjebaknya di lapisan berbentuk sabuk mengelilingi Bumi. Dari situ namanya disebut sabuk. Pesawat antariksa bisa rusak bila selama berhari-hari berada di dalam sabuk ini terus menerus. Pesawat Apollo hanya memerlukan waktu empat jam untuk menembusnya. Sama sekali tidak berbahaya. Menurut kata Phil Plait, lebih berbahaya kalau kita mengambil foto rontgen sinar X di dada saat di Rumah Sakit daripada melewati sabuk Van Allen selama empat jam. Di luar sabuk ini, radiasi jatuh ke tingkat yang sangat rendah sehingga hanya berbahaya bila kita bertahun-tahun di sana. Bahkan radiasi sabuk Van Allen justru merupakan bukti para astronot pernah ke Bulan. Irene Schneider melaporkan kalau 33 dari 36 astronot Apollo yang terlibat dalam sembilan misi Apollo untuk meninggalkan orbit Bumi mengalami tahap awal perkembangan katarak akibat terpapar radiasi sinar kosmik saat perjalanan.

Bagaimana dengan kamera yang melayang saat modul bulan meninggalkan permukaan? Jangan-jangan ada kameraman tersembunyi.
Kamera tersebut di kendalikan dari Bumi. NASA tahun 1965 sudah cukup maju untuk teknologi kendali jarak jauh. Mereka sudah banyak belajar dari kesalahan. Paling tidak usaha rintisan penerbangan ke bulan sudah sejak tanggal 17 Agustus 1958. Saat itu Pioneer 0 diluncurkan dan meledak 77 detik setelah lepas landas. Soviet melakukan kesalahan yang sama pada misi pertama menuju bulan, 23 september 1958 dengan misi Luna 1958A. Pioneer 1 NASA tanggal 11 oktober 1958 juga tidak mampu mencapai bulan dan jatuh ke bumi. Soviet kemudian mengirim Luna 1958B keesokan harinya. Satelit ini meledak begitu lepas landas. Tanggal 8 November 1958, Pioneer 2 diluncurkan dan gagal lalu jatuh ke Bumi. Giliran soviet meluncurkan Luna 1958C, tanggal 4 Desember 1958. Satelit ini meledak setelah lepas landas. Pioneer 3 diluncurkan dua hari kemudian, dan jatuh. Luna 1 milik soviet tanggal 2 januari 1959 berhasil terbang dengan baik tapi justru melewati bulan dan terjatuh ke dalam matahari. Soviet sedikit senang karena walaupun tidak berhasil ke bulan, mereka berhasil ke matahari. NASA cukup cemburu, dan akhirnya tanggal 3 Maret 1959, NASA meluncurkan Pioneer 4. Ini adalah pesawat tanpa awak pertama yang berhasil mengorbit bulan. Anda lihat, ada sederetan kegagalan dan bagi bangsa yang cerdas, setiap kegagalan adalah satu langkah menuju keberhasilan. Misi luar angkasa pada awalnya selalu diawali dengan penerbangan tanpa awak, karena kemungkinan gagal sangat besar dan kematian seorang astronot yang sudah dilatih dengan teknologi dan dana begitu banyak adalah kerugian besar. Ketimbang membiarkan para astronot mengendalikan sendiri pesawat ke luar angkasa, para insinyur berusaha dengan segenap kejeniusan mereka menyempurnakan teknologi pengendalian jarak jauh. tahun 1959 mereka berhasil mengendalikan pesawat dengan sukses ke bulan. Cukup wajar bagi mereka untuk mampu mengendalikan kamera di bulan dari Bumi pada tahun 1965. Selain itu, teknologi kendali jarak jauh luar angkasa pada prinsipnya lebih sederhana daripada kendali jarak jauh bumi. Di bumi, kamu harus memiliki berbagai perangkat tambahan karena bentuk permukaan bumi yang bulat. Di langit, gampang saja, sinyal akan memancar lurus ke bulan. Dalam beberapa saat memang, bulan tidak berada dalam jangkauan, dan karenanya pengendalian jarak jauh pada benda di bulan harus direncanakan waktunya dengan teliti. Tinggal landas Apollo dari bulan jelas direncanakan pada saat pengendalian dari bumi bisa dilakukan langsung, saat bulan berada di atas kepala, bukannya di sisi lain bumi.

Astronot banyak yang dibunuh karena terlalu banyak omong dan suka mengeluh?!
Siapa saja namanya dan apa buktinya? Setau saya, astronot pastinya seorang yang sangat patriotik. Lagi pula mereka pastinya memiliki disiplin seperti militer. Tidak semestinya astronot banyak omong apalagi membocorkan rahasia negara. Astronot bukan politisi anak bawang yang baru belajar jadi menteri loh. Astronot diseleksi dengan hati-hati dan biaya pendidikannya luar biasa besar. Kematian seorang astronot merugikan negara sangat besar karena mereka adalah wakil negara.
Peluncuran Apollo 11









Bukti independen selain dari NASA mengenai tapak kaki di Bulan mana, citra teleskop misalnya?
Teleskop optik untuk melihat jejak kaki di bulan masih belum cukup kuat. Hubble terlalu kecil untuk membuat detil. Ia juga masih terlalu jauh dari bulan. Bulan itu 382 ribu km jauhnya sementara Hubble hanya beberapa ratus km di atas sana. Kecil sekali perbedaannya dengan melihat dari Bumi.

Ini rumus dasar resolusi teleskop: R = 11.6 / D. R adalah ukuran sudut benda dalam detik busur. Perhatikan satu lingkaran penuh itu 360 derajat, setiap derajat terbagi menjadi 60 menit busur, dan tiap menit busur terbagi menjadi 60 detik busur. Jadi satu detik busur itu ukuran yang sangat kecil. Bulan itu ukurannya 0.5 derajat dilihat oleh mata. Itu ukuran yang sangat besar loh, sekitar 1800 detik busur. D adalah diameter alat optik dalam satuan cm. Cermin Hubble sendiri ukurannya 240 cm. Masukkan dalam rumus tersebut dan anda dapatkan nilai R = 0.05 detik busur. Agar dapat terlihat jelas, minimal benda yang diamati harus memiliki nilai 2R, yang berarti Hubble paling mampu mengamati benda berukuran 0.1 detik busur.

Ini rumus dasar resolusi benda dilihat dari jarak: (d / D) x 206265 = ?. Dimana d adalah ukuran nyata dan D adalah jarak. Alpha adalah resolusi dalam satuan detik busur. Masukkan ukuran tapak kaki di bulan. Menurutmu berapa? Well, kita coba saja yang sedikit lebih besar. Lokasi pendaratan Apollo. Lebarnya 4 meter. Jarak dari Hubble adalah 381 juta meter. Hasilnya? Hanya sekitar 0.002 detik busur. Gak bakalan kelihatan oleh Hubble. Perlu teleskop berukuran 50 kali Hubble untuk dapat melihat dengan resolusi demikian dan ini masih diluar jangkauan rekayasa teknik kita.

Pesawat tanpa awak Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) tahun 2008 sudah ke Bulan untuk melakukan penelitian lanjutan, tapi pesawat ini milik NASA juga. Mungkin anda tidak akan percaya kalau potret-potret LRO membenarkan adanya pendaratan manusia di bulan, seperti dalam citra ini.

Citra Modul Pendaratan Bulan yang ditinggalkan Apollo di sana dan dikunjungi oleh satelit LROC tahun 2008.

Sumber independen mungkin adalah pesawat Kaguya milik JAXA, NASA nya Jepang. Mereka juga membenarkan adanya lokasi pendaratan Apollo di Bulan. Lihat dua potret ini, satu dari NASA dan satu dari JAXA.

Lokasi pendaratan Apollo 15 yang dipotret langsung dari lokasi oleh astronot NASA


Lokasi pendaratan apollo 15 dipotret dari jarak jauh oleh satelit Kaguya milik Jepang. Resolusi kamera Kaguya yang rendah membuat gambar batuan tidak terlihat


Di waktu siang, suhu bulan bisa mencapai 137.7 derajat Celsius. Film dan benda lain yang dibawa astronot semestinya meleleh
Ya kalau film kamera analog dibiarkan terbuka jelas dia meleleh. Semuanya harus dilindungi dalam tabung pelindung. Selain itu, saat misi Apollo mendarat, waktu yang dipilih selalu saat fajar atau tenggelam matahari. Hasilnya suhunya tidak terlalu panas.

Bayangan foto astronot di bulan terlihat dari banyak sumber cahaya, seperti di studio TV!
Di Bulan memang hanya ada satu sumber cahaya, yaitu Matahari. Tapi, para astronot mengambil potret mereka di sebuah perbukitan yang diterangi dengan baik. Coba tes sendiri. Berdiri di bawah sinar bulan purnama yang belum tinggi. Berdirinya di atas bukit. Kontur permukaan yang turun naik tidak beraturan menghasilkan banyak bayangan dari berbagai panjang. Akibatnya muncul ilusi kalau ada banyak sumber cahaya, padahal hanya satu. Ayolah, masak sih NASA sebodoh itu sampai masalah lampu pun lupa. Bayangan di Bulan itu rumit karena tanah yang tidak beraturan, distorsi lensa bersudut lebar, cahaya yang dipantulkan dari bumi dan debu bulan sendiri.










Bayangan foto astronot di bulan terlihat dari banyak sumber cahaya, seperti di studio TV!
Di Bulan memang hanya ada satu sumber cahaya, yaitu Matahari. Tapi, para astronot mengambil potret mereka di sebuah perbukitan yang diterangi dengan baik. Coba tes sendiri. Berdiri di bawah sinar bulan purnama yang belum tinggi. Berdirinya di atas bukit. Kontur permukaan yang turun naik tidak beraturan menghasilkan banyak bayangan dari berbagai panjang. Akibatnya muncul ilusi kalau ada banyak sumber cahaya, padahal hanya satu. Ayolah, masak sih NASA sebodoh itu sampai masalah lampu pun lupa. Bayangan di Bulan itu rumit karena tanah yang tidak beraturan, distorsi lensa bersudut lebar, cahaya yang dipantulkan dari bumi dan debu bulan sendiri.

Ruang Angkasa penuh meteor super cepat berukuran kecil yang dapat menghantam kapal dan membunuh astronot











Wah. Ruang angkasa itu luaaaar biasa luasnya. Walaupun ada sejumlah kecil meteor demikian di Tata Surya (kecepatannya bisa mencapai 190 ribu km per jam loh), tapi besarnya ruang angkasa membuatnya sangat langka ditemukan. Kemungkinan setiap 1 meter kubik ruang angkasa dilewati meteor mikro demikian sangat mendekati nol. Selain itu, astronot juga dibekali pakaian yang memuat lapisan kevlar untuk melindungi mereka dari pecahan yang mungkin ditemui. Flare surya lebih langka lagi yang mampu mencapai daerah persekitaran bumi dan bulan.



Saat modul bulan mendarat, mesinnya yang kuat tidak membuat bekas kawah yang dalam di permukaan bulan yang lembut
Lapisan ini tipis. Di bawahnya adalah batuan yang keras. Jadi walaupun kaki astronot berbekas, kaki modul bulan tidak dapat mencapai kedalaman yang cukup untuk membuat kawah. Kalau anda lihat videonya, ada sebuah hentakan yang menunjukkan kalau kaki modul tersebut terdorong balik karena menghantam lapisan keras.

Rover Bulan
Tidak mungkin mobil bulan sebesar itu dapat muat dalam modul pendaratan yang kecil

Bisa saja. Mobil itu dibuat dengan jenius. Bahannya sangat ringan dan rancangannya yang cerdas membuatnya bisa dilipat-lipat sehingga menjadi berukuran sebesar tas.

Ruang angkasa penuh dengan bintang-bintang. Tapi kenapa dalam foto dari bulan tidak kelihatan bintang
Ah. Justru aneh kalau dalam foto kelihatan bintang. Coba saja kamu potret temanmu di waktu malam dengan latar belakang bintang-bintang. Bintangnya gak bakalan kelihatan. Hal ini karena kecemerlangan benda dekat kamera yaitu permukaan bulan, menutupi cahaya dari bintang yang jauh. Itu mengapa teleskop umumnya dibuat di puncak gunung untuk menghindari polusi cahaya dari bumi, dan itu mengapa di kota yang terang benderang tidak dapat dilihat bintang sementara di tengah laut dapat dilihat dengan jelas.

Batu bulan lebih mirip dengan batuan dari Antartika
Presiden Nixon memberi batu bulan pada 135 negara di dunia, termasuk Indonesia, dan 50 negara bagiannya. Dilaporkan kalau presiden Nixon pernah menawarkan presiden Indonesia dan negara lainnya “sepotong bulan sebagai cenderamata” sebagaimana diberitakan dalamNew York Times, 28 Juli 1969, dan dikutip dalamAstronautics and Aeronautics, 1969: Chronology on Science, Technology, and Policy, NASA SP-4014 (Washington, 1970), halaman. 249. Sayangnya tidak diketahui sekarang dimana rimbanya batu bulan pemberian Nixon tersebut pada negara Indonesia. Mungkin sekali batu tersebut disimpan di Museum Batu Bulan milik UPT Museum Propinsi Bangka Balitung di Pulau Balitung. Hal ini diperkuat keterangan majalah Tempo kalau Presiden Nixon dalam kunjungannya tanggal 27 – 28 Juli 1969 menyempatkan diri berkunjung ke museum ini.

Banyak batu ini yang hilang karena berbagai sebab. Tapi selama 40 tahun, para ilmuan yang beruntung terus mempelajari batuan bulan ini dan menyimpulkan kalau mereka benar dari bulan.

















Sekarang anda lihat, sepertinya klaim kalau bulan tidak pernah disentuh Neil Armstrong ini diajukan oleh anak kecil yang tidak tau sains daripada para pakar fotografi, astronomi atau fisika. Ayolah, paling gak sebelum mengkritik ada bekal pengetahuan yang cukup gitu.

Jadi, apakah Neil Armstrong pernah mendarat di Bulan? Jawabannya Ya!



Referensi

  1. Amalfi, Carmelo (November 1, 2006). “Lost Moon landing tapes discovered”. Cosmos Online (Cosmos Magazine).
  2. Astronomical Society of the Pacific. 2003. Astronomical Pseudo-Science: A Skeptic’s Resource List
  3. Bennett, M dan Percy, D.S. 2001. Dark Moon: Apollo and the Whistle-Blowers, Adventures Unlimited Press,
  4. CollectSpace.com. February 28, 2004. Moon rock returns to Honduras
  5. Compton, W.D. 1996. Where No Man Has Gone Before: A History of Apollo Lunar Exploration Mission. DIANE Publishing
  6. Cull, Selby (July 12, 2006). “SkyandTelescope.com – News from Sky & Telescope – Predicting Solar Eruptions”. Skyandtelescope.com.
  7. Irene Schneider The Space Show, November 20, 2005.
  8. Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA). May 20, 2008. The “halo” area around Apollo 15 landing site observed by Terrain Camera on SELENE(KAGUYA)
  9. NASA SP-4014 (Washington, 1970), Astronautics and Aeronautics, 1969: Chronology on Science, Technology, and Policy,
  10. Opération lune (2002) (TV) di Internet Movie Database
  11. Plait, Philip (2002). Bad Astronomy: Misconceptions and Misuses Revealed, from Astrology to the Moon Landing “Hoax”. John Wiley & Sons.
  12. Tempo, 15 september 1973. Museum Batu Bulan. http://ip52-214.cbn.net.id/id/arsip/1973/09/15/ILS/mbm.19730915.ILS62938.id.html
  13. The Christian Science Monitor, June 17, 2004. In Malta, a moon-rock caper



Sumber : Fakta Ilmiah


Studi Kupu-Kupu Memberi Petunjuk Evolusi Konvergen

Jumat, 17 Agustus 2012 - Selama 150 tahun, para ilmuan telah mencoba menjelaskan evolusi konvergen. Salah satu contoh paling terkenal adalah bagaimana kupu-kupu beracun dari berbagai spesies berevolusi untuk saling meniru pola warna satu sama lain – dan efeknya menggabungkan kekuatan untuk memperingatkan predator, “Jangan makan kami”.

Sekarang sebuah tim peneliti internasional dipimpin Robert Reed, asisten profesor ekologi dan biologi evolusi UC Irvine, telah memecahkan sebagian misteri dengan menemukan sebuah gen bernama optix yang bertanggungjawab bagi pola warna merah dalam sejumlah besar spesies kupu-kupu passion vine. Hasil penelitian 10 tahun ini didetail dalam makalah yang diterbitkan tanggal 21 juni 2011 dalam jurnal  Science.

“Ini pandangan pertama kami pada bagaimana mimikri dan evolusi konvergen terjadi pada level genetik,” kata Reed. “Kami menemukan kalau gen yang sama mengendalikan evolusi pola warna merah pada kupu-kupu yang kerabatnya jauh.”

 “Ini sejalan dengan bukti yang lahir dari berbagai spesies hewan yang evolusinya secara umum diatur oleh sedikit gen saja. Dari puluhan ribu gen dalam genom biasa, hanya ada sedikit yang mengendalikan perubahan evolusi besar terus menerus.”

 Para ilmuan menghabiskan beberapa tahun menyilangkan dan melahirkan kupu-kupu menarik dalam kandang jaring raksasa di alam tropis sehingga mereka dapat memetakan gen yang mengendalikan pola warna. Peneliti pasca doktoral UCI, Riccardo Papa (sekarang asisten profesor di Universitas Puerto Rico, Rio Pedras) kemudian menyempurnakan cara menganalisis peta genom dengan melihat pada ekspresi gen dalam sayap kupu-kupu yang dipotong secara mikro.

 Menemukan korelasi kuat antara pola warna merah dan ekspresi gen dalam bagian kecil genom adalah terobosan yang membawa pada penemuan gen tersebut. Studi genetika populasi dalam zona hibrid, dimana berbagai tipe warna dari spesies yang sama secara alami saling kawin membenarkan hal ini.

 “Biologiwan telah bertanya, ‘Apakah memang hanya ada sedikit sekali gen yang mengatur evolusi?” kata Reed. “Ini adalah contoh mengagumkan bagaimana satu gen dapat mengendalikan evolusi pola rumit di alam. Sekarang kami ingin memahami mengapa: Apa bedanya gen yang satu ini dengan gen lainnya sehingga ia mampu mengendalikan evolusi dengan cepat?”

 Papa adalah salah seorang penulis studi ini. Arnaud Martin, mahasiswa pasca sarjana ekologi dan biologi evolusi dari UCI juga berkontribusi.

Sumber berita:

University of California – Irvine.

Referensi jurnal:

Robert D. Reed, Riccardo Papa, Arnaud Martin, Heather M. Hines, Brian A. Counterman, Carolina Pardo-Diaz, Chris D. Jiggins, Nicola L. Chamberlain, Marcus R. Kronforst, Rui Chen, Georg Halder, H. Frederik Nijhout, and W. Owen McMillan. Optix Drives the Repeated Convergent Evolution of Butterfly Wing Pattern Mimicry. Science, 21 July 2011 DOI: 10.1126/science.1208227

Sunday, August 26, 2012

Burung yang Hidup Dalam Berbagai Cuaca Menyanyikan Lagu yang Lebih Serba Guna


Jumat, 17 Agustus 2012 - Sebuah studi terbaru pada burung penyanyi Amerika utara mengungkapkan kalau burung yang hidup dalam cuaca yang bergejolak merupakan penyanyi yang lebih fleksibel.

Friday, August 17, 2012

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-67!


Kami, segenap pengurus KELOMPOK STUDI ILMIAH FP UNS mengucapkan

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-67!



~TEAM MEDIA INFORMASI KSI~


Analisa Hasil Usaha Ternak Kambing Etawa


Dalam setiap usaha tentu kita akan berharap pada maju dan berkembangnya sebuah usaha tersebut, maka jika kita memiliki sebuah usaha tertentu haruslah memiliki analisa hasil usaha tersebut untuk kelangsungan jenis usaha tersebut.

Kali ini saya mencoba menganalisa hasil usaha beternak kambing etawa berdasar situasional yang berkembang di Desa Donorejo,Kec Kaligesing,Kab Purworejo.

  1. Waktu pemeliharaan adalah 24 bulan atau 2 tahun
  2. Masa Produksi di hitung dari masa induk bunting 5 bulan dan masa menyusui 3 bulan atau beranak 3 kali dalam 2 tahun.
  3. Dalam sekali beranak dihitung rata-rata 2 ekor per kelahiran. Kelahiran 1 dan 3 ekor per kelahiran diabaikan.
  4. Jumlah cempe yang akan di hasilkan selama 2 tahun adalah : 20 induk x 2 cempe x 3 beranak = 120 ekor cempe.
  5. Angka kematian 10%, sehingga diperkirakan kematian maksimal adalah sebanyak 12 ekor.
  6. (satu) ekor kambing etawa diperkirakan menghasilkan 7,5 kg pupuk kandang per bulan. Kotoran dari cempe di kesampingkan. Asumsi harga pupuk kandang di pasaran Purworejo dan sekitarnya Rp. 200/kg.
  7. (satu) ekor kambing etawa diperkirakan dapat menghasilkan urine sebanyak 30 liter per bulan, dengan asumsi harga urine di pasaran Rp.1500/liter.
  8. Harga cempe mengacu pada kriteria kambing standart pasar Desa Pandanrejo, Kec Kaligesing,Kab Purworejo. Harga cempe kepala hitam istimewa dikesampingkan. Karena harga tersebut tidak dapat dijadikan acuan dalam perhitungan ini. Harga patokan di ambil kisaran bulan september 2009.
  9. Biaya pakan di hitung per ekor sedangkan gaji operator ternak atau karyawan di gaji berdasar 22 ekor untuk satu orang

Gaji Karyawan / operator ternak di hitung berdasar jam kerja ( 2 jam ) dalam sehari sebesar Rp 500.000 per bulan dengan asumsi operator ternak hanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dalam setiap harinya untuk membersihkan kandang dan memberikan Pakan yang sudah di beli ( tidak termasuk pembelian pakan )

A. INVESTASI TETAP
Kambing betina 20 ekor @ Rp. 3.000.000.
20 ekor x Rp. 3.000.000
= Rp. 60.000.000
Kambing jantan 2 ekor @ Rp. 4.000.000
2 ekor x Rp. 4.000.000
= Rp. 8.000.000
Kandang 2 unit @ Rp. 7.500.000
2 unit x Rp. 7.500.000
= Rp. 15.000.000
Peralatan kandang Rp. 1.000.000
Total investasi tetap:
Rp. 60.000.000 + Rp. 8.000.000 + Rp. 15.000.000 + Rp. 1.000.000 = Rp. 84.000.000

B. BIAYA PRODUKSI
Biaya pemeliharaan kambing induk (22 ekor)
Biaya pakan ternak = 2.500/ ekor / hari
22 ekor x 2.500 = Rp 55.000/ hari
Biaya dalam satu bulan = 55.000 x 30 hari = Rp 1.650.000
Biaya Pakan selama 24 bulan = Rp 39.600.000
- Gaji karyawan
Rp.500.000 : 30 hari 22 ekor
Biaya gaji selama 24 bulan = Rp.12.000.000
Total Biaya Produksi :
Rp 39.600.000 + Rp 12.000.000 = Rp 51.600.000

C. PROYEKSI PENDAPATAN
Penjualan cempe
108 ekor x Rp. 1.500.000
= Rp. 162.000.000
Penjualan induk afkir
20 ekor x Rp. 1.500.000
= Rp. 30.000.000
Penjualan pupuk kandang
7,5 kg x 12 bulan x 2 tahun x Rp. 200 x 20 ekor
= Rp. 720.000

D. REKAPITULASI PENDAPATAN
1. Biaya-biaya:
- Biaya investasi Rp. 84.000.000
- Biaya pemeliharaan selama 2 tahun Rp 51.600.000
Total biaya Rp. 135.000.000
2. Pendapatan;
- Penjualan cempe Rp. 162.000.000
- Penjualan induk afkir Rp. 30.000.000
- Penjualan pupuk kandang Rp. 720.000
Total pendapatan Rp. 192.720.000
Keuntungan yang bisa diperoleh adalah sbb:
Rp. 192.720.000– 135.000.000
= Rp. 57.120.000
Penghasilan per bulan
= Rp. 57.120.000 : 24 bulan
= Rp. 2.380.000

Dengan 20 ekor betina kita per bulan mendapatkan penghasilan sebesar = Rp. 2.380.000 Estimasi keuntungan tersebut belum termasuk kalau hasil cempe yang di keluarkan berkualitas super. Karena pada dasarnya harga cempe yang bener-bener super itu tidak ada batasan harganya . sebagai gambaran, penulis pernah menjual cempe jantan umur 3 bulan dengan harga 7,5 juta seekor.
jadi barometer penghasilan tersebut di atas adalah mengacu pada criteria terendah di pasar kambing etawa Desa Pandanrejo
dan estimasi ini berdasar waktu terpendek untuk mencoba dalam waktu produksi total tentunya akan memakan waktu selama 5 tahun yang akan menghasilkan perhitungan yang berbeda sebab investasi kandang akan berumur lebih dari 5 tahun .

sumber : gunung kelir

Thursday, August 16, 2012

Budidaya Kacang Panjang



Budidaya Kacang Panjang 
(ASPARAGUS)


I. Persiapan Lahan
Sebelum ditanami lahan dilakukan pembajakan dan digaru, untuk memperoleh struktur tanah yang gembur dan remah. Kemudian dibuat bedengan dengan ukuran 1-1,2 m atau dibentuk guludan dengan jarak antar guludan 1 m.

II. Penanaman
Kebutuhan benih kacang panjang 21 - 23 kg/ha, khusus untuk varietas KP-01 10,5 kg/ha karena jarak tanam KP-01 lebih besar dan berat bijinya lebih ringan. Sebelum penanaman dilakukan terlebih dahulu dibuatkan lubang tanam dengan cara ditugal dengan jarak dalam barisan 25 cm dan antar barisan 1 m. Perlubang tanam diisi 2 biji, hal ini dimaksudkan dalam satu lanjaran maksimal 4 tanaman. Setelah itu biji ditanam, ditutup dengan tanah/pupuk kandang yang sudah lembut/remah atau bisa juga dengan abu.

III. Pemeliharaan Tanaman
  3.1. Pemupukan
Pemupukan pertama ( I ) dilakukan umur ± 12 hari dengan dosis ZA = 50 kg/ha, SP-36 = 100 kg/ha, KCL = 50 kg/ha. Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal, jaraknya 5 cm dari lubang tanam. Kemudian ditutup dengan tanah. Pemupukan kedua ( II ) dilakukan umur ± 28 hari dengan pupuk NPK = 200 kg/ha dengan jarak 10 cm dari lubang tanam. Pemupukan ketiga ( III ) dilakukan umur ± 40 hari juga dengan pupuk NPK = 200 kg/ha dengan jarak 10 cm dari lubang tanam.

3.2. Pemasangan Lanjaran
Pemasangan lanjaran dilakukan 10-15 hari setelah tanam ( hst ), kira-kira tinggi tanaman 15-25 cm. Pemasangan lanjaran diantara 2 lubang tanam sehingga jarak antar lanjaran 50 cm. Setiap 5 lanjaran perlu ditambah lanjaran/diperkuat, dengan cara dipasang silang.

3.3. Pemasangan Tali
Pemasangan tali dilakukan setelah pemasangan lanjaran selesai. Tali berguna membantu mengarahkan/merambatkan tanaman. Pemasangan tali ada dua tahap. Tahap I pada ketinggian ± 70 cm dari lanjaran. Tahap II pada ketinggian ± 150 cm dari lanjaran

3.4. Merambatkan
Membantu merambatkan bertujuan untuk mengarahkan pertumbuhan tanaman baik pucuk tanamn maupun cabang-cabang tanaman. Diharapkan tanaman merambat pada lanjaran dan tali yang telah dipasang, sehingga buah/polong tidak tergeletak di tanah.

3.5. Penyiangan
Penyiangan dilakukan sebelum dilakukan pemupukan, atau dilakukan sewaktu-waktu saat gulma sudah mengganggu pertumbuhan tanaman.

3.6. Pengairan
Pengairan diberikan sesuai kebutuhan, yang terpenting dijaga agar tanaman tidak kelebihan atau kekurangan air. Pengairan sebaiknya dilakukan setelah pemupukan dilakukan. Sedangkan pada musim hujan, pengairan cukup dari air hujan.

3.7. Cek Offtype (Tipe Simpang)
Dilakukan setelah tanaman keluar polong. Dari polong bisa dibedakan dari warna dan panjang polong. Bila polong sudah tua, polong dapat dipecah untuk melihat ada tidaknya CVL dari warna polong.

IV. Hama dan Penyakit
4.1. Hama dan Pengendaliannya
Hama-hama tanaman kacang panjang adalah :
4.1.1. Thrips
Thrips menyerang bagian pucuk tanaman sehingga tanaman menjadi keriting dan kering, sering juga menyerang tunas atau pucuk, sejak tanaman masih kecil hingga besar. Ciri tanaman dewasa dapat berakibat kerontokan pada bunga dan serangan terjadi pada musim kemarau. Pengendalian thrips dengan menggunakan pestisida Winder, Promectin, Agrimec, Confidor dll dengan dosis sesuai anjuran.
4.1.2. Tungau (Mites)
Tanaman yang terserang tungau akan tampak dari daun-daun yang menggulung ke bawah, dan warnanya hijau kehitaman. Dalam kondisi parah, tanaman dapat mengalami kerontokan daun. Pengendalian dengan menggunakan Samite, Omite, Mitac dengan dosis sesuai anjuran.
4.1.3. Aphids sp.
Serangan Aphids sp. hampir sama dengan serangan thrips, hanya, bedanya jika pada serangan Aphids, daun menjadi hitam karena tumbuh jamur jelaga yang tumbuh pada kotoran Aphids. Apids dapat dikendalikan dengan Winder, Supracide dll, dengan dosis sesuai anjuran.
4.1.4. Ulat Polong.
Hama ulat bunga menyebabkan kerontokan pada bunga. sedangkan ulat polong menyebabkan kerusakan pada bagian polong. Kerusakan ini menimbulkan pembusukan bagian tersebut akibat aktifitas mikoorganisme yang berasal dari kotoran ulat tersebut. Hama-hama ini dapat dikendalikan dengan menggunakan Winder dengan dosis sesuai dengan rekomendasi.

4.2. Penyakit dan Pengendaliannya
 4.2.1 .Penyakit layu
Penyakit ini bias disebabkan oleh jamur Pytium maupun oleh bakteri Pseudomonas sp. Penyakit ini dapat dicegah dengan kocor dengan Kocide 77, maupun dengan semprot. Sedangkan pengendalian bakteri dengan kocor Bactomycin atau Agrimycin dengan dosis sesuai anjuran.

V. Panen dan Pasca Panen
Panen dilakukan setelah polong berwarna coklat dan umur tanaman sekitar 60-70 hari. Panen dilakukan dengan memetik polong yang sudah tua dan biji sudah mulai megeras. Kemudian dijemur diatas terpal atau dibuatkan para-para ditempat yang panas. Setelah kering dipipil dengan alat perontok, biji juga dengan cara manual yaitu dupukul/digebug. Biji hasil pipilan dikeringkan lagi dan disortir, untuk memisahkan biji yang baik dengan biji yang jelek (berlubang, kepeng, kecil).

Sumber : Tanah Sakti

Budidaya Terong Belanda


TERONG BELANDA
Family SOLANACEAE
(Terung Firus Bahasa Kerinci )




Deskripsi
Terong belanda (terung Firus) berupa perdu yang rapuh, tingginya 2-3(-8) m, pangkal batangnya pendek, percabangannya lebat. Daunnya tunggal, berselang-seling, bentuknya bundar telur sampai bentuk jantung, berukuran (10-35) cm x (4-20) cm, berpinggiran rata, berbulu halus, peruratannya menonjol, berujung lancip dan pendek, biasanya daun-daun itu berada hampir di ujung pucuk, memiliki bau seperti lembu kutub; tangkai daun 7-10 cm panjangnya.

Bunga berada dalam rangkaian kecil di ketiak daun, dekat ujung cabang, berwarna merah jambu sampai biru muda, harum, berdiameter kira-kira 1 cm, bagian-bagian bunga berbilangan lima; daun mahkota berbentuk genta, bercuping lima; benang sari 5 utas, berada di depan daun mahkota, kepala sari tersembunyi dalam runjung yang bertentangan dengan putik; bakal buah beruang dua, dengan banyak bakal biji, kepala putiknya kecil. Buahnya berupa buah buni yang berbentuk bulat telur sungsang atau bulat telur, berukuran (3-10) cm x (3-5) cm, meruncing ke dua ujungnya, bergelantungan, bertangkai panjang, daun kelopaknya tidak rontok, kulit buah tipis, licin, berwarna lembayung kemerah-merahan, merah jingga sampai kekuning-kuningan; daging buahnya mengandung ‘banyak sari buah, agak asam sampai manis, berwarna kehitam-hitaman sampai kekuningkuningan. Bijinya bulat pipih, tipis, dan keras. Kandungan : Kulit buah terong belanda mengandung suatu zat yang rasanya pahit, tetapi zat ini dapat dibuang dengan cara mengupas kulitnya atau menyeduhnya dengan air panas selama 4 menit. Mengganti air setelah merebusnya 3-4 menit dan memanaskannya kembali dapat mengurangi rasa pahit dan sepat buah yang masih muda. Setiap 100 g bagian buah yang dapat dimakan mengandung: air 85 g, protein 1,5 g, lemak 0,06-1,28 g, karbohidrat 10 g, serat 1,4-4,2 g, abu 0,7 g, vitamin A 150-500 SI, dan vitamin C 25 mg. Sebagian besar vitamin akan hilang dalam perebusan.

Manfaat
Buah terong belanda dimanfaatkan menurut berbagai cara, seperti masakan yang lezat dan makanan yang manis-manis. Buah mentah dapat digunakan untuk masakan ‘chutney’, kari dan sambal, sedangkan buah matang untuk sirop, sup, adonan pengisi (perut ayam, dan sebagainya) dan untuk rujak. Buah yang dibelah dapat digunakan sebagai bumbu, serta dibakar atau dipanggang untuk digunakan sebagai sayuran. Buah yang matang di pohon yang dipelihara pada lingkungan yang cocok saja yang rasa dan aromanya enak. Buah yang dimatangkan sebaik-baiknya juga penting agar dihasilkan sirup, jell, selai, pencuci mulut dan sebagai hiasan es krim yang berkualitas baik. Bijinya yang keras itu dapat dibuang setelah digodok. Air kapur dan gula dapat ditambahkan agar rasanya lebih enak.

Syarat Tumbuh
Di daerah tropik terong belanda dapat tahan hidup di ketinggian 1000 m dpl. atau lebih; terong ini masih dapat hidup di atas 2000 m dpl, jika suhu bulanan rata-ratanya tetap di atas 10° C dan embun bekunya, yang dapat membunuh tanaman muda dan daun serta ujung pucuk tanaman dewasa, tidak terlalu lebat. Di dataran rendah, pohon terong belanda tidak mampu berbunga, sedangkan udara sejuk (barangkali khususnya malam yang ‘sejuk) dapat mendorong pembungaan. Oleh karena itu, tanaman ini berbuah matang pada musim dingin ‘di daerah subtropik, dan jika ditanam di daerah tropik buah matang sesudah terjadi udara dingin. Rasa buah akan menjadi lebih baik pada hari-hari cerah yang panas dan malam-malam yang dingin pada musim kemarau di daerah tropik daripada selama musim dingin dl dataran tinggi. Terong belanda tumbuh baik di tanah yang balk drainasenya, karena bahan organik dan kelembapannya sedang. Tanaman ini tidak tahan terhadap genangan, walaupun hanya untuk 1-2 hari. Pohonnya yang berbuah lebat dan berumur panjang dijumpai sebagai naungan dl kandang ayam; hal ini membuktikan bahwa terong belanda resposif terhadap pupuk kandang dan tempat-tempat yang kering. Tanaman ini berakar dangkal, karenanya mudah roboh, juga cabang-cabangnya yang rapuh itu mudah sekali patah jika sedang berbuah lebat. Jadi, lokasi yang ternaung hendaknya dipilih atau diadakan pohon penahan angin.

Pedoman Budidaya
Perbanyakan dan penanaman: Benih terong belanda hendaknya dipilih dari tanaman yang sifatnya sama dengan induknya. Di Brazil, benih itu dicuci, dikeringkan dan dianginkan lalu disimpan di lemari pendingin selama 24 jam. Pendinginan dinyatakan mengakibatkan perkecambahan benar-benar 100% dalam 4-6 hari. Hendaknya telah disiapkan persemaian yang dipupuk atau diberi kompos dan dinaungi ringan. Perbanyakan dengan setek merupakan alternatif, tetapi sulit untuk memastikan akan terbebas dari serangan virus. Penumbuhan dalam wadah dapat mengurangi kerugian daripada penanaman di lapangan. Setek dari batang yang berumur 1-2 tahun, yang diameternya 10-30 mm, panjangnya 45-100 cm dapat ditanam langsung di lapangan setelah daun-daunnya dibuang. Tanaman dari setek tumbuh menjadi pohon yang rimbun bercabang-cabang rendah, yang harus dibuang bunga-bunganya agar pada tahun pertama pertumbuhan dapat terangsang. Di Selandia Baru, terong belanda kadang-kadang disambung dengan jenis-jenis yang berkerabat, khususnya dengan Solanum mauritianum Scop., yaitu satu gulma yang meliar kembali. Pohon yang tumbuh di atas batang bawah ini agak kerdil tetapi berbuah banyak sekali dan perlu ditunjang. Di Selandia Baru, pohon terong belanda ditanam dalam baris tunggal atau ganda, misalnya untuk barisan tunggal 2,5 m x 2 m atau 4,5 m x 1,5 m dan untuk barisan ganda (3,5 -F 1,5) m x 2 m atau (4 + 2,5) m x 3 m, akan menjadikan kepadatannya 2000-1000 pohon per hektare. Penanaman yang jauh lebih padat lagi juga telah dilaporkan dari beberapa negara lain. Petani-petani Selandia Baru seringkali menanam terong belanda ini sebagai tanaman tumpang sari pada kebun jeruk yang masih muda.

Pemeliharaan
Kebun buah terong belanda hendaknya berdrainase baik; seringkali tanaman ini dipelihara di punggung guludan atau di atas bedengan. Karena sistem perakarannya dangkal, penanaman terlalu dalam hendaknya dihindari, sebaliknya pemberian mulsa sangat menguntungkan. Pohon muda yang berasal dari benih dipenggal sampai tingginya tinggal 1 m agar percabangannya bermunculan, dan setiap tahun diadakan pemangkasan di awal daur kehidupannya. Pemangkasan tahunan ini terdiri -atas pemotongan cabang dan penjarangan cabang-cabang yang telah pernah berbuah, agar terjadi peremajaan cabang yang akan berbuah, dan mengurangi terpencarnya cabangcabang pohon. Waktu pemangkasan akan mempengaruhi saat panen. Untuk tanah-tanah yang kurang subur di Selandia Baru dianjurkan pemberian pupuk dengan kombinasi 110-170 kg N, 35-55 kg P2O5, dan 100-200 kg K2O per tahun. Pelaksanaannya dipecah menjadi pemupukan bagian dasar, persis sebelum pemangkasan untuk mendorong pertumbuhan pucuk, dan pemupukan bagian atas setelah buah terakhir terbentuk guna mendorong pertumbuhan buah. Di daerah tropik pemakaian sejumlah besar bahan organik dan pupuk kandang ketika membuat guludan untuk penanaman akan mengurangi perlunya pemberian pupuk tambahan. Pengairan selama musim kemarau penting untuk mempertahankan pertumbuhan dan untuk memperbaiki ukuran buah dan hasil panen.

Hama dan Penyakit
Masalah-masalah utama disebabkan oleh infeksi virus, antara lain virus-virus mosaik terong belanda, mosaik mentimun, mosaik Arab dan satu atau beberapa virus yang belum teridentifikasi. Virus-virus tersebut cepat menyebar (vektor utamanya mungkin afid) menyebabkan turunnya hasil kebun terong belanda itu. Tanaman yang sehat (asal dari benih) hendaknya ditanam sejauh-jauhnya dari pohon yang lebih tua; kesehatan kebun buah secara ketat dan pemberantasan vektornya merupakan jalan utama untuk mencegah adanya virus. Nematoda bongkol akar (Meloidogyne spp.) juga berbahaya dan bersama-sama dengan virus akan menyebabkan terjadinya tanaman kerdil dan tidak produktif; suhu dan kelembapan yang tinggi akan memperburuk keadaan. Adanya beberapa penyakit jamur, di antaranya embun tepunglah yang paling mengganggu. Jika serangannya gawat, akan menyebabkan daun tua rontok lebih awal. Penyakit ini dapat diatasi dengan cara perlakuan secara teratur sulfur atau fungisida yang lebih khusus lagi; alternatif lain ialah mempertahankan kecepatan tumbuh yang cukup tinggi untuk menggantikan kembali daun-daunnya yang hilang. Tidak banyak usaha dapat dilakukan untuk memberantas serangan bakteri yang disebabkan oleh Pfeudomonas syringae.

Panen dan Pasca Panen
Panen Mengukur waktu pembungaan akan menjurus ke masa panen yang panjang. Buah terong belanda tidak akan matang setelah dipanen, dan karena hanya buah yang matang penuh yang merupakan kualitas prima, maka pohonnya perlu dipanen beberapa kali sepanjang musim panen, yang lamanya 5-7 bulan atau lebih. Hal ini jelas menambah ongkos produksi. Pemetikannya mudah saja, karena tangkai buah mudah sekali patah di bagian lapisan absisinya yang berada 3,5-5 cm dari pangkal buahnya. Hasil Di Brazil pohon terong belanda yang jarak tanamnya cukup dengan produksi penuh, menghasilkan 20-30 kg buah per tahun: Produksinya di Selandia Baru juga hampir sama, sedangkan hasil komersial umumnya 15-17 ton/ha. Pohon terong belanda ini dapat memberikan hasil yang balk selama 11-12 tahun, tetapi umumnya menurun setelah berumur 5-6 tahun. Penanganan pasca panen Buah terong belanda dagingnya keras dan kulitnya licin dan liat sehingga mudah dikelola. Dalam keadaan kehangatan yang normal, daya tahannya sekitar 1 minggu, tetapi pada penyimpanan dingin dengan suhu 3,5° C ± 1° C buah dapat disimpan selama 8 minggu atau lebih. Colletotrichum dan Phoma yang menyerang buah yang tersimpan harus diberantas dengan perendaman dalam air panas dan pelapisan kembali dengan lilin.



Teknis Budidaya Bawang Daun

Nama Latin: Allium fistulosum L.
Nama Inggris: Welsh onion
Famili : LILIACEAE


1. Cultivar

Rp (Lokal Cipanas), Fragrant, Miranda, Freda, Lorie,
Linda

2. Pembibitan dengan Persemaian
  • Benih disemaikan dalam bedengan dengan lebar 100-120 cm dan panjang lahan. Tanah diolah sedalam 30 cm campur pupuk kandang yang telah diayak sebanyak 2 kg/m.
  • Bedengan diberi atap plastik bening setinggi 100-150 cm di sisi Timur dan 60-80 cm di sisi Barat.
  • Benih ditaburkan di dalam larikan melintang sedalam 1 cm dengan jarak antar larikan 10 cm.
  • Tutup dengan daun pisang/karung goni basah.
  • Setelah berkecambah penutup dibuka.
  • Penyiraman setiap hari.
  • Tanaman dipupuk dengan pupuk daun sebanyak 1/3 - 1/2 dosis anjuran dengan cara semprot (umur 1 bulan).
  • Bibit berumur 2 bulan dengan ketinggian 10-15 cm siap dipindah tanamkan.

Pembibitan dari Anakan
  • Rumpun yang akan dijadikan bibit berumur 2,5 bulan dan sehat.
  • Rumpun dibongkar bersama akarnya, bersihkan tanah yang menempel dan akar/daun tua.
  • Pisahkan rumpun sehingga didapatkan beberapa rumpun baru yang terdiri atas 1-3 anakan.
  • Buang sebagian daun.
  • Bibit disimpan di tempat lembab dan teduh selama 5-7 hari.

3. Pengolahan Lahan
  • Pengolahan lahan dilakukan 15-30 hari sebelum tanam.
  • Pembedengan untuk tanah sawah/tanah darat (lahan kering):
  • Bersihkan areal dari gulma dan batu/kerikil.
  • Olah tanah sedalam 30-40 cm hingga gembur.
  • Buat parit untuk pemasukan dan pengeluaran air.
  • Buat bedengan selebar 80-100 cm, tinggi 30 cm dengan lebar antar bedengan 25-30 cm.
  • Campur merata dengan tanah, 10-15 ton/ha pupuk kandang dan ratakan permukaan bedengan.
  • Pengapuran dilakukan jika tanah ber-pH < 6.5 dengan 1-2 ton/ha kapur dolomit dicampur merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm.

4. Penanaman
  • Biasanya ditanaman dengan pola tanam tumpang sari. 
  • Bibit ditanam di antara tanaman utama yang berumur lebih panjang dari bawang daun.
  • Sebelum kanopi tanaman utama saling menutup, bawang daun harus sudah dipanen.
  • Sistem tumpang sari yang sekarang banyak ditanam adalah dengan tanaman cabe, wortel dan sayuran daun lain.
  • Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober) atau awal kemarau (Maret).
  • Lubang tanam dibuat pada jarak 20 x 20 cm sedalam 10 cm. Sebelum penanaman, bibit dari persemaian dicabut dengan hati-hati, sebagian akar dan daun dipotong.
  • Sebagian akar dari bibit dari rumpun induk juga dibuang.
  • Rendam dalam larutan fungisida konsentrasi rendah (30-50 prosen dari dosis anjuran) selama 10-15 menit.
  • Tanam bibit dalam lubang dan padatkan tanah di sekitar pangkal bibit pelan-pelan.

5. Pemeliharaan
  • Penyulaman paling lama 15 hari setelah tanam.
  • Gulma disiangi dua kali, yaitu umur 3-4 minggu dan 6 minggu dengan cangkul/kored.
  • Pembubunan bagian dasar tunas selama 4 minggu sebelum panen
  • Potong tangkai bunga dan daun tua untuk merangsang pertumbuhan anakan.
  • Siram 2 kali sehari
  • Tidak boleh becek/terlalu basah.
  • Penyemprotan pestisida gunakan jika perlu /jika sudah ada tanda-tanda awal munculnya hama dan penyakit.
Hama dan Penyakit
  • Ulat bawang/ulat grayak (Spodoptera exiqua Hbn.) Pengendalian: cara pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan pengendalian kimia dengan Hostathion 40 EC, Orthene 75 SP, Cascade 50 EC atau dengan perangkap ngengat.
  • Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.) Pengendalian mekanis: mengumpulkan ulat di malam hari, menjaga kebersihan kebun dan pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae. Pengendalian kimia: umpan beracun yang dipasang di malam hari berupa campuran 250 gram Dipterex 95 Sl 125, 10 kg dedak dan 0,5 gram gula merah dan dilarutkan dalam 10 liter air; Insektisida berupa Dursban 20 EC atau Hostahion 40 EC.
  • Thrips/kutu loncat/kemeri (Thrips tabbaci Lind.) Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliaceae; menanam secara serempak; memasang perangkap serangga berupa kertas/dengan insektisida Mesurol 50 WP.
  • Bercak ungu (Alternaria porri (Ell.) Cif.) Pengendalian: cara perbaikan tata air tanah, pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan menggunakan bibit sehat. Fungisida yang digunakan adalah Antracol 70 WP, Dithane M-45, Orthocide 50 WP atau Difolatan 4F.
  • Busuk daun/embun tepung (Peronospora destructor (Berk.) Casp) Pengendalian: menggunakan benih/bibit sehat, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan fungisida Dithane M-45, Antracol 70 WP atau Daconil 75 SP.
  • Busuk leher batang (Bortrytis allii Munn.) Gejala: leher batang menjadi lunak, berwarna kelabu, bentuknya menjadi bengkok dan busuk. Pengendalian: pergiliran tanaman bukan Liliacea, penggunaan benih/bibit sehat, meningkatkan kebersihan kebun dan tanaman dan fungisida Dithane M-45 atau Daconil 75 WP.
  • Antraknose (Collectotrichum gleosporiodes Penz.) Gejala: daun bawah rebah, pangkal daun mengecil dan tanaman mati mendadak. Pengendalian: menggunakan bibit/benih sehat, perbaikan tata air, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae, mencabut tanaman yang sakit dan fungisida Antracol 70 WP dan Daconil 75 WP.

6. Panen
  • Umur Panen 2,5 bulan setelah tanam. 
  • Jumlah anakan maksimal (7-10 anakan), beberapa daun menguning.
  • Seluruh rumpun dibongkar dengan cangkul/kored di sore hari/pagi hari.
  • Bersihkan akar dari tanah yang berlebihan.

7. Pascapanen
  • Bawang daun kumpulkan di tempat yang teduh, dicuci bersih dengan air mengalir/disemprot, lalu ditiriskan.
  • Diikat dengan tali rafia di bagian batang dan daunnya.
  • Berat tiap ikatan 25-50 kg.
  • Daun bawang disortir berdasarkan diameter batang: kecil (1,0-1,4 cm) dan besar (1,5-2 cm)
  • Lalu dicuci dengan air bersih yang mengalir/disemprot dan dikeringanginkan.
  • Ujung daun dipotong sekitar 10 cm.
  • Simpan pada temperatur 0,8-1,4o C sehari semalam untuk menekan penguapan dan kehilangan bobot
  • Pengemasan di dalam peti kayu 20 x 28 cm tinggi 34 cm yang diberi ventilasi dan alasnya dilapisi busa. Atau di dalam keranjang plastik kapasitas 20 kg.


Cara Budidaya Bayam


Bayam merupakan jenis tanaman sayiuran atau dalam bahasa latinnya (Amaranthus spp.) merupakan sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral, dapat tumbuh sepanjang tahun pada ketinggian sampai dengan 1000 m dpl dengan pengairan secukupnya.
Terdapat 3 jenis sayuran bayam, yaitu:
1. Bayam cabut, batangnya berwarna merah juga ada berwarna hijau keputih-putihan.
2. Bayam petik, pertumbuhannya lebih tegak serta berdaun lebar, warna daun hijau tua dan ada yang berwarna kemerah-merahan.
3. Bayam yang biasa dicabut dan juga dapat dipetik. Jenis bayam ini tumbuh tegak, berdaun besar berwarna hijau keabu-abuan.

Cara Budidaya Bayam 
1. Benih
Bayam dikembangkan melalui biji. Biji bayam yang dijadikan benih harus cukup tua (+ 3 bulan). Benih yang muda , daya simpannya tidak lama dan tingkat perkecambahannya rendah. Benih bayam yang tua dapat disimpan selama satu tahun. Benih bayam tidak memiliki masa dormansi dan kebutuhan benih adalah sebanyak 5-10 kg tiap hektar atau 0,5 – 1 g/m2. Varietas yang dianjurkan adalah Giti Hijau, Giti Merah, Kakap Hijau, Bangkok dan Cimangkok.

2. Persiapan Lahan
Lahan dicangkul sedalam 20-30 cm supaya gembur. Selanjutnya buat bedengan dengan arah membujur dari Barat ke Timur agar mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya 100 cm, tinggi 30 cm dan panjang sesuai kondisi lahan. Jarak antar bedengan 30 cm.

3. Pemupukan
Setelah bedengan diratakan, 3 hari sebelum tanam berikan pupuk dasar (pupuk kandang kotoran ayam) dengan dosis 20.000 kg/ha atau pupuk kompos organik hasil fermentasi (kotoran ayam yang telah difermentasi) dengan dosis 4 kg/m2. Sebagai starter tambahkan Urea 150 kg/ha (15 g/m2) diaduk dengan air dan disiramkan kepada tanaman pada sore hari 10 hari setelah penaburan benih, jika perlu berikan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 2 minggu setelah penaburan benih.

4. Penanaman/Penaburan Benih
Dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu:
Ditebar langsung di atas bedengan, yaitu biji dicampur dengan pupuk kandang yang telah dihancurkan dan ditebar secara merata di atas bedengan.
Ditebar pada larikan/barisan dengan jarak 10-15 cm, kemudian ditutup dengan lapisan tanah.
Disemai setelah tumbuh (sekitar 10 hari) bibit dibumbun dan dipelihara selama + 3 minggu. Selanjutnya dipindahkan ke bedengan dengan jarak tanam 50 x 30 cm. Biasanya untuk bayam petik.

5. Pemeliharaan
Bayam yang jarang terserang penyakit (yang ditularkan melalui tanah), adalah bayam cabut. Bayam dapat berproduksi dengan baik asalkan kesuburan tanahnya selalu dipertahankan, misalnya dengan pemupukan organik yang teratur dan kecukupan air, untuk tanaman muda (sampai satu minggu setelah tanam) membutuhkan air 4 l/m2/hari dan menjelang dewasa tanaman ini membutuhkan air sekitar 8 l/m2/hari.

6. Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)
Jenis hama yang sering menyerang tanaman bayam diantaranya ulat daun, kutu daun, penggorok daun dan belalang. Penyakit yang sering dijumpai adalah rebah kecambah (Rhizoctonia solani) dan penyakit karat putih (Albugo sp.). Untuk pengendalian OPT gunakan pestisida yang aman mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik. Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

7. Panen
Bayam cabut biasanya dipanen apabila tinggi tanaman kira-kira 20 cm, yaitu pada umur 3 sampai dengan 4 minggu setelah tanam. Tanaman ini dapat dicabut dengan akarnya ataupun dipotong pangkalnya. Sedangkan bayam petik biasanya mulai dapat dipanen pada umur 1 sampai dengan 1,5 bulan dengan interval pemetikan seminggu sekali.

8. Pasca Panen
Tempatkan bayam baru panen di tempat yang teduh atau merendamkan bagian akar dalam air dan pengiriman produk secepat mungkin untuk menjaga kesegarannya.

Sumber : http://jambi.litbang.deptan.go.id

Cara Budidaya Kacang Tanah


Cara Budidaya Kacang tanah. Untuk membudayakan kacang tanah sbenarnya tidaklah memerlukan lahan yang teramat luas seandainya anda tidak bermaksut untuk hal yang komersial dan alangkah baiknya anda mempunyai lahan yang cukup luas dan kalau anda mempunyai lahan yang luas anda dapat mencitakan lahan pekerjaan dan memproduksi dalam pertai yang besar tujuannya untuk komesial atau untuk di jual dalam pertai yang besar.
Untuk Mengetahui bagaimana Cara Budidaya Kacang Tanah tersebut anda dapat membaca hal-hal berikut ini.




PENDAHULUAN
Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh faktor tanah yang makin keras (rusak) dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro serta hormon pertumbuhan. Disamping itu juga karena faktor hama dan penyakit tanaman, faktor iklim, serta faktor pemeliharaan lainnya.

SYARAT PERTUMBUHAN
2.1. Iklim
a. Curah hujan antara 800-1.300 mm/tahun. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan bunga sulit terserbuki oleh serangga dan akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah.
b. Suhu udara sekitar 28-320C. Bila suhunya di bawah 100C, pertumbuhan tanaman akan terhambat, bahkan kerdil.
c. Kelembaban udara berkisar 65-75 %.
d.Penyinaran matahari penuh dibutuhkan, terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang.
2.2. Media Tanam
a. Jenis tanah yang sesuai adalah tanah gembur / bertekstur ringan dan subur.
b. pH antara 6,0-6,5.
c. Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus, kerdil, layu dan akhirnya mati.
d. Drainase dan aerasi baik, lahan tidak terlalu becek dan kering baik bagi pertumbuhan kacang tanah.
2.3. Ketinggian Tempat
Ketinggian penanaman optimum 50 - 500 m dpl, tetapi masih dapat tumbuh di bawah ketinggian 1.500 m dpl.
Cara  budidaya atau tehnis bertanam kacang tanah adalah sebagai berikut ini :
Pembibitan
Persyaratan Benih
Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah:
a. Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul.
b. Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat.
c. Kulit benih mengkilap, tidak keriput dan cacat.
d. Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain.
e. Kadar air benih berkisar 9-12 %.
Penyiapan Benih
Benih sebaiknya disimpan di tempat kering yang konstan dan tertutup rapat. Untuk menjamin kualitas benih, lebih baik membeli dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih.
Varietas unggul yang dianjurkan antara lain : Gajah, Macan, Banteng, Kidang, Tapir. Varietas-varietas ini tahan terhadap penyakit layu, karat dan bercak daun.
Pengolahan Media Tanam
Persiapan dan Pembukaan lahan
Pembukaan lahan dengan pembajakan dan pencangkulan untuk pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya, serta untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit.
Pembentukan Bedengan 
Buat bedengan ukuran lebar 80 cm, panjang menyesuaikan, ketebalan bedengan 20-30 cm. Diantara bedengan dibuatkan parit.
Pengapuran
Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam dilakukan pengapuran dengan dosis + 1 - 2,5 ton/ha selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam.
Pemberian Pupuk Makro
Jenis dan dosis pupuk setiap hektar adalah:
a. Pupuk kandang 2 - 4 ton/ha, diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum tanam, dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam.
b. Pupuk anorganik : SP-36 (100 kg/ha), ZA (100 kg/ha) dan KCl (50 kg/ha) atau sesuai rekomendasi setempat.
Semua dosis pupuk makro diberikan saat tanam. Pupuk diberikan di kanan dan kiri lubang tugal sedalam 3 cm.
Teknik Penanaman
Penentuan Pola Tanam
Pola tanam memperhatikan musim dan curah hujan. Pada tanah yang subur, benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm, 30 x 20 cm, atau 20 x 20 cm.
Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm menggunakan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.
Cara Penanaman kacang tanah
Masukan benih 1 atau 2 butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. Waktu tanam yang paling baik dilahan kering pada awal musim hujan, di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September (palawija II).
Pemeliharaan Tanaman kacang tanah
Penyulaman
Sulam benih yang tidak tumbuh atau mati, untuk penyulaman lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam).
Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan dilakukan 2 kali umur 1 dan 6 minggu dengan hati-hati agar tidak merusak bunga dan polong.
Pembumbunan dilakukan bersamaan saat penyiangan, bertujuan untuk menutup bagian perakaran.
Pengairan dan Penyiraman

Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau dapat diberikan mulsa (jerami dan lain-lain). Saat berbunga tidak dilakukan penyiraman, karena dapat mengganggu penyerbukan.
Pemeliharaan Lain
Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan, misalnya pemangkasan, perambatan, pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman).

Hama dan Penyakit Kacang Tanah
Hama
a. Uret 
Gejala: memakan akar, batang bagian bawah dan polong. Akhirnya tanaman layu dan mati. Pengendalian: olah tanah dengan baik, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, penyiangan intensif, Penggunaan Pestona dengan cara disiramkan ke tanah, jika tanaman terlanjur mati segera dicabut dan uret dimusnahkan.
b. Ulat Penggulung Daun
Gejala: daun terlipat menguning, akhirnya mengering. Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona.
c. Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok. Pengendalian: (1) bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman; (2) penyemprotan menggunakan Natural Vitura.
d. Ulat Jengkal (Plusia sp)
Gejala: menyerang daun kacang tanah. Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona.
e. Kumbang Daun
Gejala: daun tampak berlubang, daun tinggal tulang, juga makan pucuk bunga. Pengendalian: (1) penanaman serentak; (2) penyemprotan menggunakan Pestona.
Penyakit
a. Penyakit layu atau “Omo Wedang”
Penyebab: bakteri Xanthomonas solanacearum (E.F.S.). Gejala: daun terkulai seperti disiram air panas, akhirnya mati. Bila dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu dan bila dipijit keluar lendir kekuningan. Akar tanaman membusuk. Pengendalian: Pergiliran tanaman, gunakan varietas yang tahan. Penting melakukan pencegahan menggunakan Natural GLIO.
b. Penyakit sapu setan
Penyebab: Mycoplasma (sejenis virus). Diduga ditularkan serangga sejenis Aphis. Gejala: bunga berwarna hijau tua seperti daun-daun kecil, ruas-ruas batang dan cabang menjadi pendek, daun-daun kecil rimbun. Pengendalian: tanaman dicabut, dibuang dan dimusnahkan, semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan), menanam tanaman yang tahan, menanggulangi vektornya menggunakan Pestona atau Natural BVR.
c. Penyakit Bercak Daun
Penyebab : Jamur Cercospora personata dan Cercospora arachidicola. Gejala: timbul bercak-bercak berukuran 1-5 mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang. Pengendalian: dengan menggunakan Natural GLIO di awal tanam sebagai tindakan pencegahan.
d. Penyakit Gapong
Penyebab: diduga Nematoda. Gejala: Polong kosong, juga bisa busuk. Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya.
e. Penyakit Sclerotium
Penyebab: cendawan Sclerotium rolfsii. Gejala: tanaman layu. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, air jangan sampai menggenang, membakar tanaman yang terserang cendawan. Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam
f. Penyakit Karat
Penyebab: cendawan Puccinia arachidis Speg. Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak coklat muda sampai coklat (warna karat). Daun gugur sebelum waktunya. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, tanaman yang terserang dicabut dan dibakar. Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

Panen
Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 3-4 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain:
a) Batang mulai mengeras.
b) Daun menguning dan sebagian mulai berguguran, Polong sudah berisi penuh dan keras.
c) Warna polong coklat kehitam-hitaman.


Analisa Ekonomi Kacang Tanah (Hasil Studi Kasus) 
Produksi yang dicapai dari hasil penerapan teknologi anjuran budidaya kacang tanah tanpa oleh tanah setelah padi sawah yang dilaksanakan pada MK II tahun 1995 di lahan Kelompok Tani Pancor Tunas Urip, Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah mencapai rata-rata 3,2 ton polong kering per hektar dengan analisa biaya dan keuntungan sebagai berikut :
Biaya produksi per hektar :
Benih 200 kg @ Rp. 1.200,-                                                         = Rp. 240.000,-
Pupuk :
Urea 50 kg @ Rp. 260,-                                                               = Rp.   13.000,-
SP-36, 112,3 kg @ Rp. 420,-                                                      = Rp.   47.250,-
KCl 50 kg @ Rp. 420,-                                                                = Rp.   21.000,-
Pembuatan saluran drainase 20 HKSP @ Rp. 2000                                 = Rp.   40.000,-
Penanaman 23 HKSP @ Rp. 2000                                                         = Rp.   40.000,-
Pemupukan 4 HKSP @ Rp. 2000,-                                                         = Rp.     8.000,-
Penyiangan I + II, 40 HKSP @ Rp. 2000,-                                               = Rp.    80.000,-
Panen dan prosesing 75 HKSP @ Rp. 2000,-                                          = Rp.  150.000,-
Jumlah (1)                                                                                                      = Rp. 645.250,-
Biaya tetap
Sewa tanah                                                                                          = Rp. 450.000,-
Iuran, pajak, penyusutan, bunga dan lain-lain                                          = Rp. 143.295,-
Jumlah (2)                                                                                                     = Rp. 593.295,-
Total biaya (1 + 2)                                                                                         = Rp. 1.238.545
Nilai produksi (3.200 kg x Rp. 1.100)                                                              = Rp. 3.520.000,-
Pendapatan bersih usahatani (nilai produksi dikurangi biaya produksi)               = Rp. 2.281.455,-
B/C ratio  = 2,84
Demikian dulu informasi yang bisa di sampaikan, sampai bertemu dalam budidaya tanaman yang lain untuk tumpang sari dengan sawit yang belum menghasilkan.

Sumber : Tanah Sakti