Kelompok Studi Ilmiah

Kelompok Studi Ilmiah adalah unit kegiatan mahasiswa di Fakultas Pertanian UNS yang bergerak di bidang keilmiahan.

Diskusi Ilmiah KSI 2016

Kegiatan ini merupakan program kerja Bidang PIKMA ini bertujuan untuk memberikan pandangan, mengarahkan dan memotivasi sehingga mahasiswa dapat merencanakan tujuan kuliah khususnya bagi mahasiswa baru Fakultas Pertanian. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, diskusi ilmiah ini mengusung tema “Rencanakan Tujuan Kuliahmu yang Sebenarnya Mulai dari Sekarang”

Sosialisasi PKM FP UNS 2016

Sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh bidang III Fakultas Pertanian UNS berkerjasama dengan KSI (Kelompok Studi Ilmiah) FP UNS bertempat di Aula Gedung B FP UNS. Kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk mengenalkan PKM khususnya bagi mahasiswa baru dan memberikan tips-tips dalam penulisan program kretivias mahasiswa yang baik dan benar sehingga diharapkan dapat lolos seleksi.

Pelantikan Pengurus KSI FP UNS 2016

KSI (Kelompok Studi Ilmiah) adalah salah satu organisasi kemahasiswaan yang memiliki anggota-anggota sebagai pengurus yang siap melanjutkan perjuangan serta berkemauan tinggi dalam berkontribusi bagi almamater, bangsa dan negara. Pelantikan kepengurusan KSI FP UNS 2016 periode tahun 2016-2017 dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2016 dan bertempat di aula FP UNS yang tepatnya di gedung B lantai 2.

FAST 2016 (Festival Of Agri-Science and Technology)

National Essay Competition merupakan salah satu rangkaian acara FAST 2016 (Festival Of Agri-Science and Technology) yang diselenggarakan oleh KSI (Kelompok Studi Ilmiah) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta yang ditujukan untuk semua mahasiswa, baik yang di Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta di seluruh Indonesia.

Monday, September 30, 2013

Pembuatan Vermikompos

Bersama KSI
Tunjukkan kalau kita punya AKSI

hallo sobat KSI, ada kegiatan seru dan asyik lho, diakhir pekan ini
Ayo tunjukkan aksimu dengan mengikuti AKSI PEMBUATAN VERMIKOMPOS @Lap. Basket FP UNS

Gak bakal nyesel dech ikut acara ini.... Dijamin bakal keren abis
Ini AKSI-ku.... Mana AKSI-mu...

Ayo Ber-AKSI 


Pembuatan Vermikompos

Friday, September 27, 2013

Rangkaian Lomba The 5th Green Base


Diselenggarakan oleh Himpro REESA Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB

Lomba Fotografi:
Tema: "Potensi Mina Bahari Indonesia"
Lomba ini terbuka untuk pelajar, mahasiswa dan umum.
Lomba ini merupakan lomba individu.
Peserta wajib mengirimkan photo essay sebagai syarat untuk mengikuti lomba fotografi.
Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 25.000,-/peserta.
Contact person: Oci (083876888115)

Lomba Karya Tulis:
Tema: "Pengelolaan Sumber Daya Perairan dan Perikanan"
Mahasiswa program Diploma dan atau Strata-1.
Peserta LKTI dapat perorangan ataupun tim yang terdiri dari 2-3 orang.
Setiap tim boleh mengirimkan lebih dari satu karya tulis ilmiah.
Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 60.000,-.
Disetujui oleh dosen pembimbing, minimal 1 dosen pembimbing.
Karya tulis sedang/belum pernah diperlombakan.
Contact person: Deanty (085779273095)

Lomba Video Singkat:
Tema: "Potensi Mina Bahari Indonesia"
Lomba ini terbuka untuk pelajar, mahasiswa dan umum.
Lomba ini merupakan lomba individu maupun kelompok maksimal 3 orang per kelompok.
Video tidak melanggar hukum, etika, SARA, diskriminasi atau tidak dimaksudkan untuk menyerang pribadi, dan hal lain yang melanggar norma kesusilaan.
Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 35.000,-/peserta.
Video yang dibuat merupakan karya asli (orisinil).
Durasi karya maksimal 10 menit, termasuk credit title.
Format materi karya berupa DVD - Video PAL.
Video tidak melanggar Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
Contact person: Vidia (08568755788)

Mekanisme Pendaftaran:
Persyaratan pendaftaran serta info perlombaan dapat dilihat di 5thgreenbase.blogspot.com.
Pendaftaran dan penyerahan hasil karya dimulai pada 1 September-5 Oktober 2013.
Formulir dapat di download di 5thgreenbase.blogspot.com.
Formulir wajib diisi, discan dan dikirimkan ke alamat 5thgreenbase.esl@gmail.com.

Informasi:
Website: 5thgreenbase.blogspot.com


Sumber: http://www.info-lomba.com/

Thursday, September 26, 2013

The Hostel 2 Lomba menulis perjalanan hidup

Deadline 22 Oktober 2013

Pernah mengalami kejadian seru, aneh, menyeramkan, dan tak terlupkan ketika menginap di hotel dan hostel?
Ayo berbagi cerita di tantangan kali ini... The Ho(S)tel 2

The Hostel 2


Lomba Menulis Kisah Perjalanan
The Hostel 2

Syarat dan Ketentuan

Artikel mengisahkan tentang perjalana pribadi yang aneh, lucu, mengejutkan, tidak biasa, ketika menginap di tempat penginapan (hotel, hostel, drom, dll) selama traveling. Setiap artikel menyertakan tambahan tip/saran gokil yang berhubungan dengan kisah artikel (bebas, sekreatif mungkin).

Panjang artikel (termasuk tip/saran) minimal 7 halaman, maksimal 10 halaman A4, font Times New Roman, spasi ganda.

Artikel tidak mengandung pornografi, kekerasan, dan SARA.

Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu artikel.

Artikel dikirim ke alamat: bentang.pustaka@mizan.com dengan judul The Ho[S]tel 2, lengkap dengan biodata penulis (nama, alamat, no Hp, alamat surel) dijadikan 1 file Ms. Word.

Pengiriman artikel mulai 23 September - 22 Oktober 2013.

18 artikel terpilih akan dibukukan bersama artikel Ariy dalam The Ho[S]tel 2. Kamu juga berhak mendapat uang tunai Rp 300.000 dan paket buku B first. Pengumuman pemenang pada 18 November 2013 di www.bentangpustaka.com

Jika ada pertanyaan mengenai info lomba menulis ini, silakan menghubungi:
[e]: bentang.pustaka@mizan.com
[t]: @bentangpustaka
[f]: Pembaca Buku Bentang dan Bentang Pustaka


Sumber: http://lomenulis.com/

Wednesday, September 25, 2013

LKTI Inovasi Ramah Lingkungan untuk Proyek Pembangunan Bangsa UNDIP

Deadline: 10 Oktober 2013

Perlombaan Karya Tulis Ilmiah siswa tingkat mahasiswa seluruh Indonesia yang bertujuan untuk menemukan ide – ide cemerlang para saintis muda. Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Nasional dengan tema “Inovasi Ramah Lingkungan untuk Proyek Pembangunan Bangsa” merupakan salah satu event kompetisi ilmiah yang menjadi serangkaian acara Undip Science Fair dalam rangka memperingati hari jadi FSM Undip Lustrum ke - 5. Karya merupakan inovasi kreatif mahasiswa Indonesia yang dibuat berdasarkan analisis dan data yang terpercaya. Hasil karya ini diharapkan menjadi dasar pemikiran kedepan dan sebagai solusi permasalahan saat ini. Perlombaan LKTI ini akan dinilai oleh para juri yang sudah berpengalaman dalam memunculkan ide – ide inovatif bagi teknologi tepat guna untuk Indonesia.

Tema : Inovasi Ramah Lingkungan untuk Proyek Pembangunan Bangsa
Topik : Lingkungan, Kesehatan, Energi Terbarukan, Pangan, Teknologi
Tempat : Gedung Prof. Sudharto Undip, Tembalang

Jadwal Lomba :
Pengumpulan Abstrak : 7 September - 10 Oktober 2013
Pengumuman Hasil Seleksi Abstrak : 20 Oktober 2013
Pengumpulan Karya Tulis : 21 Oktober - 3 November 2013
Pengumuman Finalis 15 Besar : 16 November 2013
Grand Final LKTIN 2013 : 25 November 2013

Hadiah dan Penghargaan :
Rp 3.000.000,- + Piagam Penghargaan
Rp 2.000.000,- + Piagam Penghargaan
Rp 1.500.000,- + Piagam Penghargaan

Persyaratan Peserta :

Kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa S1 atau Diploma perguruan tinggi negeri atau swasta di Indonesia dan masih berstatus mahasiswa aktif (dibuktikan dengan KTM).

Setiap tim terdiri dari 3-4 orang mahasiswa (boleh dari disiplin ilmu yang berbeda) dari universitas yang sama, dimana salah satu anggota Tim merupakan mahasiswa dari fakultas/bidang sains.

Setiap Tim dipandu boleh dipandu oleh satu dosen pembimbing dari Universitas yang sama (tidak diwajibkan memiliki dosen pembimbing).

Satu tim hanya diperbolehkan mengirimkan maksimal 2 karya (Ketua Tim berbeda).

Setiap mahasiswa diperbolehkan mengirimkan maksimal 3 karya dalam tim yang berbeda.

Tulisan yang dikirimkan harus asli dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

Proses Pengiriman dan Proses Seleksi Karya Tulis

Proses Pengumpulan Abstrak

Setiap Tim mengirimkan abstrak karya tulis dengan Bahasa Indonesia (dilengkapi halaman biodata tim) yang dikirim ke alamat email lktiusf@gmail.com maksimal tanggal 10 Oktober 2013 (GRATIS).

Peserta yang mengirimkan Abstrak melalui e-mail harus memberikan konfirmasi ke panitia melalui sms, dengan format sebagai berikut: LKTI_Nama PT_Nama Depan Ketua (CP : Yunisa 085643846347).

Tim yang lolos seleksi abstrak di umumkan pada tanggal 20 Oktober 2013.

Proses Pengumpulan Karya Tulis (Lolos Seleksi Abstrak)

Pengiriman Karya Tulis Ilmiah disertai dengan formulir pendaftaran dan surat pernyataan orisinalitas (format terlampir).

Softcopy dikirim dengan format .pdf melalui email lktiusf@gmail.com dengan format -> Nama Ketua Tim_Asal Perguruan Tinggi_Judul.

Peserta yang mengirimkan karya tulis melalui e-mail harus memberikan konfirmasi ke panitia melalui sms, dengan format sebagai berikut: LKTI_Nama PT_Nama Depan Ketua.
Contact Person Panitia : Yunisa (085643846347)

Pengiriman naskah disertakan dokumen :
Scan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) masing-masing anggota 1 buah.
Scan/foto bukti pembayaran pendaftaran.

Karya adalah karya sendiri/orisinil, belum pernah dipublikasikan sebelumnya di media mana pun, belum pernah diikutsertakan dan dipresentasikan dalam perlombaan sejenis, (disertai pernyataan tertulis dalam surat pernyataan dengan disertai materai Rp 6.000,-

Tim yang lolos seleksi abstrak membayar biaya registrasi ulang sebesar Rp. 100.000,-/naskah dikirim melalui rekening Bank Mandiri nomor Rekening : Mandiri atas nama Amirudin, KCP Semarang Undip dengan Nomor Rekening 136-00-014195-10 atau BNI 46 atas nama Anisa Nurina, KCP Semarang Undip dengan Nomor Rekening 0258198881 atau BTN atas nama Andhica Surya Anggara dengan Nomor Rekening 00175-01-61-013897-1

Karya tulis dan pembayaran sudah diterima panitia paling lambat (deadline) 3 November pukul 23.59 WIB.

Melakukan konfirmasi pembayaran dengan format : Nama Ketua_Judul_Asal Universitas ke panita.

Proses Seleksi Karya Tulis

Seleksi dan penilaian dilaksanakan secara berjenjang yaitu babak seleksi abstrak, kualifikasi (desk evaluation) dan babak final melalui proses : Seleksi kelengkapan administrasi..

Seluruh karya tulis yang terdaftar sesuai persyaratan yang ditentukan oleh dewan juri.

(Lima belas) tim finalis terpilih wajib mempresentasikan karyanya untuk menentukan juara I, II, dan III yang secara langsung akan ditentukan oleh ketiga dewan juri..

Pengumuman Finalis LKTI yang berjumlah 15 tim akan disampaikan oleh panitia pada tanggal 16 November 2013 melalui telepon, email, dan dipublikasikan di blog atau website USF FSM Undip

Presentasi, pengumuman dan penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada tanggal 23 -24 November 2013.

Panitia tidak menerima surat menyurat dalam proses seleksi. Namun, menerima pertanyaan yang mungkin diperlukan. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat (bersifat mutlak).

Jika ada pertanyaan mengenai info lomba ini silakan menghubungi:

Twitter : @USF_UNDIP_2013
Website : www.undipsciencefair.org




Tuesday, September 24, 2013

KADO SPESIAL UNTUK PERINGATAN HARI TANI INDONESIA


Indonesia dikenal dengan negara agraris...........Namun apa kata negara lain jika negara agraris, kaya akan sumber daya bahan baku pertanian yang cukup untuk memenuhi pangan melakukan impor?Bagaimana dengan hasil bumi kita? Mau dibawa kemana?
 
Membangun ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Ketahanan pangan dimaksud adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, salah satu kunci sukses Kementerian Pertanian adalah peningkatan diversifikasi pangan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan pokok tertentu. Hal ini didasari oleh pola konsumsi pangan masyarakat Indonesia yang masih belum beragam, bergizi seimbang, dan aman serta masih didominasi oleh beras. Di samping itu, rendahnya konsumsi pangan hewani, sayuran, buah dan aneka kacang menyebabkan kualitas konsumsi pangan masyarakat masih rendah.

Peran industri dan swasta dalam pengembangan pangan lokal untuk mendukung diversifikasi pangan masih harus ditingkatkan. Pada umumnya industri yang bergerak di bidang pangan masih mengandalkan terigu sebagai bahan baku utama meskipun sudah dikembangkan tepung pengganti terigu yang berbasis sumber daya lokal seperti ubi kayu, dan banyak sumber karbohidrat dari jenis umbi-umbian termasuk sagu dapat dijadikan bahan pangan pokok masyarakat ke depan.

Berkembangnya teknologi pangan dan inovasi-inovasi yang telah dilakukan oleh Badan Litbang Pertanian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan perguruan tinggi telah banyak menghasilkan paket teknologi pangan yang berbasis kearifan lokal, menjadi produk pangan yang dapat dikomersilkan.Kondisi pola konsumsi pangan masyarakat dapat bergeser dengan cukup dinamis, dipengaruhi oleh banyak hal seperti kondisi sosial, budaya dan ekonomi, preferensi dan ketersediaan.Namun sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden No.22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal, bahwa upaya penganekaragaman konsumsi pangan harus berbasis sumber pangan setempat atau pangan lokal.Pengurangan konsumsi beras juga harus disertai dengan pengurangan konsumsi gandum/terigu yang seluruhnya diimpor. Konsumsi beras sebagai sumber karbohidrat dapat disubsitusi dengan karbohidrat lain yang biasa dikonsumsi masyarakat berdasarkan kearifan lokal antara lain: jagung, sorghum, hotong, jali, sagu, ubi kayu, ubi jalar, talas, pisang, labu kuning, dan sukun.

Tantangan utama yang dihadapi dalam upaya percepatan diversifikasi konsumsi pangan, adalah:
  1. Globalisasi perdagangan dan pergeseran pola konsumsi pangan masyarakat ke arah pangan yang lebih instan
  2. Masih rendahnya tingkat konsumsi pangan sumber protein, vitamin dan mineral serta tingginya konsumsi beras dan terigu
  3. Penggunaan bahan baku pangan lokal masih terkendala dengan masalah kontinuitas ketersediaan yang belum stabil dan mutunya sangat beragam.
  4. Kebijakan produksi pertanian belum mempertimbangkan kecukupan gizi
  5. Perubahan iklim

Permasalahan
  1. Masih kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya konsumsi beragam, bergizi seimbang dan aman
  2. Terbatasnya ketersediaan dan akses terhadap inovasi teknologi
  3. Keberagaman varietas yang ditanam oleh masyarakat.
  4. Kurangnya dukungan permodalan untuk produksi maupun untuk pengolahan karena skim kredit yang ada belum dapat digunakan untuk pengembangan bahan baku pangan lokal.
  5. Harga bahan baku pangan lokal masih belum stabil dan relatif lebih tinggi daripada harga terigu, sehingga harga produk akhir juga cenderung lebih tinggi.
  6. Belum ada jaminan keamanan produk pangan lokal yang dihasilkan.

Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati yang begitu besar termasuk umbi-umbian. Kebanyakan komoditi ini tersedia secara tradisional dan dibudidayakan secara sederhana di lahan kering dan tadah hujan. Di beberapa daerah pangan lokal selain beras sejak dulu telah menjadi pangan pokok seperti sagu dan umbi-umbian di Maluku dan Papua, jagung di Madura, Jawa Timur dan beberapa daerah di Nusa Tenggara serta ubi kayu di daerah pegunungan di Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. 

Pangan Sumber Karbohidrat 
Jagung
Produk pangan olahan dari bahan jagung bukan lagi menjadi bahan pangan yang ‘inferior’, terutama dengan berkembangnya kesadaran masyarakat akan kesehatan. Produk pangan dari jagung seperti gula jagung dan minyak jagung diyakini dapat menurunkan kadar gula darah dan non kolesterol.   

Ubi kayu
Sebagai sumber karbohidrat, ubi kayu dapat dikonsumsi dalam bentuk langsung maupun makanan olahan yang berasal dari tepung.Tanaman ubi kayu relatif mudah dibudidayakan, dapat dibudidayakan pada ketinggian dari 0 sampai 1500 m dpl dengan curah hujan antara 750 – 1.000 mm per tahun. Ubi kayu juga dapat diusahakan pada segala jenis tanah asal mempunyai drainase yang baik, dengan pH tanah yang dikehendaki antara 4,5 sampai 8,0. Penanaman ubi kayu dilakukan secara monokultur atau tumpangsari dengan tanaman lain.
Ubi kayu mempunyai prospek menjadi sumber bahan pangan pilihan dalam diversifikasi pangan, beberapa keunggulan dari ubi kayu ini adalah: a) tanaman ini sudah dikenal dan dibudidayakan secara luas oleh masyarakat pedesaan sebagai bahan pokok dan sebagai bahan cadangan pangan pada musim paceklik; b) masyarakat Pulau Jawa khususnya di pedesaan telah terbiasa mengolah dan mengonsumsinya dalam bentuk gatot dan tiwul; c) nilai kandungan gizinya cukup tinggi; dan d) mudah beradaptasi dengan lingkungan atau lahan yang marginal dan beriklim kering. 

Ubi jalar
Sebagai sumber bahan pangan yang mempunyai potensi tinggi namum belum didayagunakan secara maksimal. Di Indonesia, penggunaan tepung ubi jalar memang belum sebanyak di luar negeri. Kondisi ini merupakan peluang bagi pengembangan ubi jalar. Indonesia termasuk lima besar negara penghasil ubi jalar terbesar di dunia, dengan produksi 2 juta ton per tahun.   

Talas
Tanaman pangan yang bersifat menahun. Talas bisa dijumpai hampir di seluruh kepulauan dan tersebar dari tepi pantai sampai pegunungan yang terletak 1.000 – 1.300 m di atas permukaan laut baik liar maupun dibudidayakan. Saat ini daerah yang dikenal sebagai sentra Talas adalah Bogor, Banten dan Malang. Beberapa jenis talas yang dapat dikonsumsi telah dikenal seperti talas sutera, talas bentul, talas ketan, talas paris, talas loma, talas pandan, talas lampung, talas mentega, talas gambir atau talas hideung (Sunda = hitam). Tanaman talas relatif mudah ditanam di hampir semua jenis tanah dan juga dapat ditumpangsarikan. Budidaya tanaman talas dapat menghasilkan produksi yang baik pada lingkungan bersuhu 21° C -27° C, kelembaban udara 50% - 90%, adanya sinar matahari langsung, dan curah hujan 2.000 mm/tahun. Pada kondisi optimal, hasil produksi dapat mencapai 10 ton/hektar. Di sisi lain, di samping dikonsumsi sebagai makanan pokok dan makanan tambahan karena mengandung karbohidrat tinggi, protein, lemak, dan vitamin, tanaman yang mengandung asam perusi atau asam biru ini, juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Dalam perkembangannya, talas bukan lagi makanan inferior, dalam bentuk tepung bahan baku talas dapat dibuat produk makanan bernilai tinggi.   

Sagu
Dibandingkan dengan tanaman penghasil karbohidrat lain, keunggulan utama tanaman sagu adalah produktivitasnya tinggi. Produksi sagu yang dikelola dengan baik dapat mencapai 25 ton pati kering/ha/tahun. Produktivitas ini setara dengan tebu, namun lebih tinggi dibandingkan dengan ubi kayu dan kentang dengan produktivitas pati kering 10-15 ton/ha/tahun. Sagu tumbuh baik pada lahan marginal seperti gambut, rawa, payau atau lahan tergenang di mana tanaman lain tidak mampu tumbuh.
Dalam upaya pengembangan pangan lokal di Indonesia sudah saatnya mengoptimalkan peran swasta secara intensif melalui mekanisme public private partnershipseperti pada pembangunan infrastruktur. Posisi bisnis dan industri pangan sangat strategis dalam mendukung keberhasilan diversifikasi pangan, oleh sebab itu keterlibatan swasta merupakan suatu keharusan dalam percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. Mengingat cukup besarnya potensi pangan lokal yang ada, sudah saatnya pemanfaatannya dioptimalkan sebagai sumber karbohidrat selain beras dan terigu.

Sejauh ini potensi pangan lokal yang ada di Indonesia pengelolaannya masih terbatas pada skala industri rumah tangga atau UKM saja, belum pada skala ekonomis. Kondisi ini menyebabkan produk olahan pangan lokal belum mampu bersaing dengan beras dan terigu, karena harganya masih lebih tinggi akibat dari biaya produksi yang belum efisien. Dengan adanya program pemerintah untuk menganekaragamkan pangan sumber karbohidrat selain beras dan terigu, diharapkan dapat membuka peluang untuk pengembangan pangan lokal dalam skala yang lebih ekonomis melalui penciptaan nilai tambah. Dengan kata lain nilai tambah yang diciptakan harus dapat menimbulkan tarikan teknologi untuk menumbuhkan kegiatan ekonomi yang mengakar kepada potensi yang ada. Untuk itu inovasi yang terus menerus yang selaras dengan tuntutan pasar dan kebutuhan konsumen merupakan kunci sukses pendekatan ini. Hanya dengan cara inilah tuntutan pasar akan berjalan seiring dengan kemajuan produsen dan memberikan manfaat yang optimal untuk seluruh pihak. Kebutuhan bahan baku pangan lokal untuk industri pangan Indonesia cukup besar, sehingga diperlukan program pengembangan tanaman pangan lokal secara terpadu dan secara konsisten dengan melibatkan masyarakat setempat.Mekanisme kerjasama kemitraan antara petani produsen, industri pengolah/pelaku usaha dan lembaga penelitian/perguruan tinggi (sebagai pemasok teknologi), harus dijalin secara sinergis dan saling menguntungkan.

Menindaklanjuti permasalahan, tantangan dan potensi dalam rangka percepatan penganekaragaman konsumsi pangan sebagai upaya untuk memantapkan atau membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman dalam jumlah dan komposisi yang cukup guna memenuhi kebutuhan gizi untuk mendukung hidup sehat, aktif dan produktif, maka strategi yang dilaksanakan untuk mencapai skor PPH 95, adalah mendorong penurunan konsumsi beras dan peningkatan konsumsi aneka pangan lokal dalam rangka diversifikasi pangan.

Penurunan konsumsi beras yang dibarengi oleh peningkatan konsumsi umbi-umbian sebagai sumber karbohidrat dan produk ternak (daging, telur, susu), ikan, sayuran dan buah-buahan akan meningkatkan kualitas konsumsi pangan yang memenuhi kaidah gizi seimbang. Upaya pencapaiannya dilaksanakan melalui Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal, dalam bentuk kegiatan optimalisasi pekarangan dengan menggunakan model Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL); pengembangan pangan pokok lokal seperti ubi kayu, sagu, jagung, ubi jalar, dan umbi-umbian lokal lainnya; dan promosi diversifikasi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA). 

SELAMAT HARI TANI INDONESIA

Monday, September 9, 2013

INFO PKM 2013


PKM Dikti Tahun 2013 Pendanaan Tahun 2014
Info penting buat mahasiswa yang kreatif, inovatif dan produktif yang ingin menuangkan idenya dalam suatu karya. Salurkan inspirasi kalian dalam program kreativitas mahasiswa, PKM DIKTI 2013 untuk 5 bidang, PKM-M, PKM-P, PKM-K, PKM-KC, dan PKM-T. Informasi lengkap dapat kalian akses di web dikti.
Bingung cari temen atau pembimbing dalam penulisan PKM???
Gak usah khawatir, kami dari KSI siap membantu kalian dalam pembuatan PKM.
Untuk panduannya silahkan download di sini

Jadwal deadline pendaftaran dan pengunggahan dokumen pada tanggal 31 Desember 2013.
Good Luck

Saturday, September 7, 2013

Grand Opening Training KSI 2013

SALAM ILMIAH!!!
BERSAMA KSI !!! TUNJUKKAN KALAU KITA PUNYA AKSI!!!!
apa kabar kawan-kawan KSI wah ada event keren ni untuk temen-temen Fakultas Pertanian dan temen-temen calon anggota KSI ni...
Event apa itu kakak?..
ada GO TRASI!! ( Grand Opening Training KSI) --> pentingnya KULIAH, tetapi juga diimbangi ORGANISASI.......
Jika kamu masih menjadi mahasiswa Kuliah Kantin Kos...ayo kalian WAJIB ikut ni.... kita menghadirkan juga pembicara yang tidak kalah HOTnya dengan artis ibu kota *plak* tetapi ada orang - orang super sebagai pembicara kali ini...
Pengen tau lebih?? beri tau g y??? MAKANYA Dateng aja ke GO TRASI y....dengan Rp. 5000,- ( terbuka untuk UMUM) RASAKAN MANFAATNYA!!!
Go Trasi.... Akademik keren... Organisasi beken...

Grand Opening Training KSI