Kelompok Studi Ilmiah

Kelompok Studi Ilmiah adalah unit kegiatan mahasiswa di Fakultas Pertanian UNS yang bergerak di bidang keilmiahan.

Diskusi Ilmiah KSI 2016

Kegiatan ini merupakan program kerja Bidang PIKMA ini bertujuan untuk memberikan pandangan, mengarahkan dan memotivasi sehingga mahasiswa dapat merencanakan tujuan kuliah khususnya bagi mahasiswa baru Fakultas Pertanian. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, diskusi ilmiah ini mengusung tema “Rencanakan Tujuan Kuliahmu yang Sebenarnya Mulai dari Sekarang”

Sosialisasi PKM FP UNS 2016

Sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh bidang III Fakultas Pertanian UNS berkerjasama dengan KSI (Kelompok Studi Ilmiah) FP UNS bertempat di Aula Gedung B FP UNS. Kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk mengenalkan PKM khususnya bagi mahasiswa baru dan memberikan tips-tips dalam penulisan program kretivias mahasiswa yang baik dan benar sehingga diharapkan dapat lolos seleksi.

Pelantikan Pengurus KSI FP UNS 2016

KSI (Kelompok Studi Ilmiah) adalah salah satu organisasi kemahasiswaan yang memiliki anggota-anggota sebagai pengurus yang siap melanjutkan perjuangan serta berkemauan tinggi dalam berkontribusi bagi almamater, bangsa dan negara. Pelantikan kepengurusan KSI FP UNS 2016 periode tahun 2016-2017 dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2016 dan bertempat di aula FP UNS yang tepatnya di gedung B lantai 2.

FAST 2016 (Festival Of Agri-Science and Technology)

National Essay Competition merupakan salah satu rangkaian acara FAST 2017 (Festival Of Agri-Science and Technology) yang diselenggarakan oleh KSI (Kelompok Studi Ilmiah) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta yang ditujukan untuk semua mahasiswa, baik yang di Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta di seluruh Indonesia.

Wednesday, December 10, 2014

Curahan Hati Petani Tradisional

Kegiatan wawancara yang telah dilakukan salah satu admin KSI (Nining W) membawa sebuah cerita mengenai ungkapan hati petani tradisional yang mungkin selama ini kurang mendapat perhatian para kaum muda.
        Sebuah ungkapan kekecewaan dilontarkan oleh salah seorang petani narasumber yang bernama bapak Tanto mengenai pertanian di desa-desa yang kurang diminati oleh para pemuda desa.“Para pemuda desa lebih memilih kerja di pabrik karena penghasilannya lebih besar,” ungkap Pak Tanto. “Lantas bagaimana dengan pertanian jika nantinya tidak ada yang meneruskan?” 
        Pak Tanto mengaku bahwa di daerahnya pertanian merupakan ladang penghasilan utama, sementara tenaga kerja yang bergelut di dalamnya mayoritas dari generasi tua, karena para pemudanya sudah jarang yang peduli terhadap agriculture. Ditambah lagi, alih fungsi lahan semakin merajalela, lahan-lahan di desa semakin menyempit akibat dibangunnya toko/ kios bahkan perumahan yang dianggap lebih  menguntungkan dari pada menanam hasil pertanian.
        Menurut bapak Tanto, para pemuda sekarang harus diubah mindsetnya, bahwa tanpa adanya pertanian  mereka tidak akan bisa mendapatkan bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Kondisi ini diperparah dengan menurunnya kualitas tanah, sehingga petani harus membeli pupuk dan bahan-bahan lain untuk membuat tanahnya dapat ditumbuhi tanaman dengan baik. Biaya produksi tentu meningkat, tetapi hal itu tidak seimbang dengan harga produk pertanian (biasa) yang cenderung menurun karena kalah saing dengan tanaman hidroponik maupun yang organik. 
        Mengenai tanaman organik, tentu harganya cenderung lebih mahal daripada tanaman non organik dan hal itu sebenarnya dapat dijadikan petani untuk menambah tingkat pendapatannya. Namun, yang membuat petani enggan adalah prosesnya yang lebih lama dibanding dengan budidaya tanaman non organik sehingga waktu untuk mendapatkan pendapatan pun juga lebih lama. Sementara kebutuhan mereka tak hentinya mendesak untuk segera dipenuhi, mau tidak mau mereka harus cepat panen dengan kuantitas yang banyak sehingga penggunaan pupuk dan bahan-bahan kimia tetap menjadi solusi mereka untuk mendapatkan hasil panen yang banyak. 
       Terakhir, bapak Tanto menyampaikan harapannya teruntuk para generasi muda agar bersedia peduli terhadap mirisnya kondisi pertanian serta terus berupaya mengembangkan teknologi dalam membangun dan mempermudah proses pertanian. Dengan demikian, dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh para petani.

Oleh             : Nining W
Narasumber: Bp Tanto
Lokasi         : Boyolali

Tuesday, December 9, 2014

KSI Masuk Solo Pos

Jumat (21/11/14). Acara FILM sukses diselenggarakan oleh SIM UNS dengan menampilkan expo PKM dan UKM Keilmiahan tiap fakultas. KSI menjadi salah satu pengisi stand UKM Keilmiahan dari Fakultas Pertanian. Dalam kesempatan tersebut KSI menampilkan beberapa produk andalan seperti boneka Danbo, kreasi tas dari daun mangga (hasil PKM) serta hiasan dinding dari tanaman serangga yang diawetkan. Selain itu, juga ada satu produk yang berupa mini garden. Mini garden merupakan salah satu tehnik menanam serta menghias beberapa jenis tanaman di dalam media pot. Dengan produk mini garden inilah KSI berkesempatan muncul di salah satu kolom berita koran Solo Pos. Ngeksis dikit di media massa hehe....
Foto Ketua Umum KSI (Tangguh Prakoso) beserta produk mini garden tayang di Koran Solo Pos

Saturday, December 6, 2014

AKASIA 2014

Jangan lewatkan salah satu acara seru KSI, AKASIA 2014

AKASIA kali ini diadakan dengan mengusung tema Building Youth Motivation Through The Art of Science dan diperuntukkan bagi mahasiswa baru 2014 maupun mahasiswa lama yang tertarik gabung di KSI. 

Kenapa harus ikut AKASIA? Ada lima alasan kenapa kamu harus ikut AKASIA 2014:
Alasan pertama, AKASIA adalah salah satu tahap untuk menjadi pengurus KSI
Alasan kedua, di AKASIA kamu bakal dapat ilmu, pengalaman dan teman-teman baru
Alasan ketiga, kegiatannya dijamin seru, gak boring dan tentunya bermanfaat
Alasan keempat, di AKASIA kamu bakal tahu lebih jauh tentang KSI
Alasan kelima, gak kece kalo belum ikut AKASIA

So, buruan daftar yaa!!! 
Caranya: sms dengan format Nama_Jurusan_Angkatan dan kirim ke 085642398963

Hanya dengan 49.000, kamu bisa dapet banyak fasilitas menarik yang hanya akan kamu temui di AKASIA 2014. Don't miss it guys!!!

*Sabtu-Minggu, 13-14 Desember 2014 on Tawangmangu*


Friday, October 17, 2014

Info Seminar Magang untuk Angkatan 2012



Info buat kawan-kawan, terutama mahasiswa FP angkatan 2012 yang ingin mengikuti Magang, maka diwajibkan mengikuti Seminar Magang sebagai salah satu persyaratan untuk mengikuti KMM (Kegiatan Magang Mahasiswa). Seminar Magang akan diselenggarakan dari tanggal 27-10 November 2014 dengan jadwal sebagai berikut:


 Yang harus kamu lakukan:
  1. Melakukan pendaftaran lewat online, daftar di sini 
    Isikan nama, NIM, jurusanmu dan pilih jadwal serta sesi seminar magang yang sesuai dengan waktu luangmu.
  2. Minta form untuk peserta seminar magang ke gugus kegiatan magang mahasiswa FP UNS (di lantai 1 gedung B, deket parkiran) atau foto copy langsung dari temenmu yang sudah punya.
  3. Mengikuti minimal 2 seminar magang (hukumnya wajib, coz itu buat syarat magang besok).
 

Buruan daftar yaaa sebelum kehabisan kuota. More info :http://magang.fp.uns.ac.id/

Tuesday, September 23, 2014

SERUNYA GRANG OPENING TRAINING DAN MAGANG KSI


Ini nih acara yang paling seru di pekan ketiga bulan September, tepatnya Sabtu, 20 September 2014, yaitu Grand Opening Training dan Magang KSI. Grand Opening Training Magang KSI (GO TM KSI) ini sebagai pengenalan pertama bagi calon anggota baru KSI supaya lebih tahu tentang KSI. Acara ini menghadirkan dua pembicara keren lho...yaitu Juli Purnomo salah satu mahasiswa aktif jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret dan Krisnawan, mahasiswa banyak prestasi dari jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Beliau-beliau ini merupakan mahasiswa berprestasi yang sering menjuarai kompetisi-kompetisi tingkat nasional hingga internasional. Nah, mas Juli ini juga baru pulang dari Filipina dalam program Asia-Pacific Student Entrepeneurship Society (ASES) Elevate Pitch Competition dan menjadi Second Runner Up di kompetisi tersebut pada Juli 2014 kemarin. Sedangkan mas Krisnawan baru dari Jerman nih sebagai delegasi program EuMW 2013 tepatnya di Nuremberg, Jerman. Selamat ya buat mas Juli dan mas Krisnawan atas prestasi-prestasi yang telah diraih  Keren ya...
 
Balik lagi pada acara GO TM KSI, mas Juli dan mas Krisnawan membagikan pengalaman-pengalaman, tips dan trik sukses mereka sekaligus memberikan motivasi dan berbagi ilmu kepada peserta TM KSI. Mas juli Purnomo menyampaikan tips dan triknya bagaimana menjadi mahasiswa yang berprestasi di bidang akademik maupun dalam berorganisasi, karena mahasiswa tak cukup hanya unggul akademiknya, tetapi juga dibutuhkan kecakapan berorganisasi. Keduanya dibutuhkan untuk bekal saat terjun ke masyarakat nantinya. Intinya sebagai mahasiswa harus bisa berprestasi, berkarya dan berkontribusi, sehingga diperlukan strategi untuk sukses secara akademik maupun organisasi. Hal-hal yang perlu dilakukan ialah menetapkan target, impian ataupun cita-cita, jangan pesimis. Selain itu, buat skala prioritas target-target kita serta deadlinenya. Tak lupa untuk selalu berdoa, berusaha, konsisten, fokus dan tidak mudah menyerah. Sedangkan mas Krisnawan menyampaikan materinya yang diberi judul “ Melihat DUNIA dari NOL KOMA”, nah loh, apa aja itu? Dimulai dari 0,1 hingga 1, yaitu dari niat, menentukan tujuan, hal-hal yang perlu dipersiapkan, hingga hal-hal yang akan didapatkan. Beliau juga berpesan agar kita bisa menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”. Jangan pernah ragu berbuat baik dan memberikan kebermanfaatan bagi orang lain karena kebaikan itu pasti akan datang kembali kepada kita berkali-kali lipat dari apa yang kita berikan. Percaya atau tidak, di saat kita memikirkan nasib orang lain dan memberikan kebaikan bagi mereka, maka kita pun akan mendapatkan hadiah dari apa yang kita lakukan.
 
Nah, itu tadi inti dari apa yang disampaikan pembicara kita di acara GO TM KSI. Super sekali ya. Untuk para magangers, akan ada pertemuan perdana tiap minggunya selama sebulan sebagai follow up dari GO TM KSI. Pastinya akan lebih seru, karena kita akan belajar bareng dan sharing-sharing ilmu bersama kakak-kakak KSI FP UNS. Jangan sampai ketinggalan ya  Salam Imniah. Bersama KSI, tunjukkan kalau kita punya aksi!

Sunday, September 14, 2014

Grand Opening TM KSI, 20 September

Are you ready guysss...?
Siapkah kalian berprestasi bersama KSI?

KSI Present: Grand Opening Training & Magang 2014

Hari/ Tanggal : Sabtu, 20 September 2014
Pukul: 12.30 - until the end
Tempat: Ruang 7 (Gedung A Lantai 1)

Persiapkan dirimu dan selamat bergabung dalam keluarga besar KSI

Bersama KSI, Tunjukkan Kalau Kita Punya Aksi

Baca selengkapnya:

Saturday, September 6, 2014

Pencairan Dana 70% PKM DIKTI Didanai Tahun 2014


Kabar bahagia untuk kalian Para Pejuang PKM……

Bagian kemahasiswaan UNS melalui perantara fakultas telah mengedarkan surat undangan yang berisi informasi terkait pencairan 70% dana PKM bagi tim yang lolos pendanaan PKM DIKTI tahun 2014.

Pengambilan dana dapat dilakukan pada
Tanggal   : 8-10 September 2014
Pukul       : 08.00- selesai (selama jam kerja)
Tempat    : Bagian Minalwa Biro Administrasi Kemahasiswaan UNS

Catatan:
Pengambilan dana dilakukan oleh ketua PKM dengan menunjukkan karmas/ identitas diri.
Apabila diwakilkan kepada anggota PKM maka diharapkan mengumpulkan fotocopy proposal dan fotocopy karmas ketua.

            Tertanda,

    Drs. Suratno, S.Sos
19600305 198702 1 001

TM (Training and Magang) For Calon Anggota Baru KSI


TM (Training and Magang) merupakan agenda yang terbuka untuk mahasiswa baru maupun mahasiswa lama FP UNS yang ingin menjadi anggota KSI.

Kenapa harus ikut TM?
  • TM adalah langkah awal yang harus dilalui oleh setiap calon anggota yang nantinya akan disahkan menjadi anggota KSI setelah menjalani magang selama 1 bulan (5 minggu). TM akan diadakan 1 kali tiap minggu (dengan jadwal menyesuaikan).
    Jika KAMU mau gabung jadi anggota KSI, KAMU wajib ikut agenda ini. Oke? Siip.
  • Bisa dapet banyak ilmu dari training-training yang diadakan.
  • Juga nambah temen dari lintas jurusan maupun lintas angkatan.

Di TM nanti ngapain aja ?
Para magangers KSI akan mengikuti training atau pelatihan-pelatihan sesuai tema yang telah ditentukan per minggu nya. Ada materi yang disampaikan dan diikuti dengan praktik secara langsung. Jadi akan lebih banyak berAKSI daripada TEORI. Dijamin ga ngebosenin deh.

Nah, untuk…..
  1. TM Perdana
    Diadakan bersamaan dengan kegiatan GO (Grand Opening) Magang  bagi calon anggota KSI.
  2. TM Kedua
    Dilakukan satu minggu setelah TM perdana dengan mengangkat tema Pembuatan Pupuk.
  3. TM Ketiga
    Dilakukan dengan mengusung tema Pelatihan IT.
  4. TM Keempat
    Temanya Vertikultur.
  5. TM Kelima
    Khusus edisi: Special Magang (special lhooo, nyesel kalo ga' ikut)
Cara ikut TM gimana?
Dateng ke Sekre KSI (Gedung UKKHM Lantai 1, pojok deket kantin FP) dan minta form pendaftaran calon anggota
Atau langsung dateng di acara GO Magang yang akan diadakan pada:
Hari     :Sabtu, 20 September 2014
Pukul   : 12.30-selesai
Lokasi : Ruang 7 (lantai 1 gedung A)
Di sana akan ada penjelasan lebih lanjut terkait pertemuan TM selanjutnya.

Yuks ikuti serangkaian acara TM nya dan selamat bergabung di keluarga besar KSI.

#Bersama KSI, Tunjukkan Kalau Kita Punya Aksi



Tuesday, September 2, 2014

Mekanisasi Pertanian



Apa itu mekanisasi pertanian ?

Mekanisasi pertanian mulai banyak berkembang. Perkembangan ini dilihat dari peningkatan kebutuhan akan alat-alat mekanik untuk meningkatkan dan mempermudah hasil produksi pertanian. Pengolahan pertanian yang sebelumnya menggunakan tenaga manusia beralih memakai mesin-mesin pertanian seperti traktor (untuk membajak sawah) dan alat pengolahan hasil pertanian lainnya. Mekanisasi pertanian merupakan introduksi dan penggunaan alat mekanis untuk melaksanakan operasi pertanian. Mekanisasi pertanian disebut juga sebagai aplikasi ilmu engenering untuk mengembangkan, mengorganisir dan mengatur semua operasi.

Mengapa mekanisasi pertanian itu penting?
Mekanisasi pertanian sangat diperlukan untuk menghantar pertanian “subsistence” ke pertanian “transisi” menuju ke modernisasi dan mempersiapkan para petani untuk hidup di masa akan datang. Penerapan mekanisasi sangat berhubungan dengan kemajuan – kemajuan bidang lain dari “Agricultural Engenering” dan berbentuk dalam satu atau lebih kombinasi dari bidang–bidang tersebut. Agricultural Engenering meliputi bidang–bidang berikut:
  1. Teknik Mesin Budidaya Pertanian (Farm Power and Machinery)
  2. Teknik Tanah dan Air (Soil and Water Engenering)
  3. Teknik Bangunan Pertanian (Farm Structures)
  4. Teknik Pengolahan Hasil Pertanian (Agricultural Product Procesing Engenering)
  5. Teknik Pelistrikan Pertanian (Farm Electrification)
  6. Teknik Pengolahan Pangan (Food Engenering)

Dampak mekanisasi pertanian ?
Ditinjau Dari Segi Ketenaga kerjaan.
Mempunyai cadangan tenaga kerja yang terampil serta fleksibel karena terus menerus mau mendalami kemajuan, dan mendapatkan pelatihan serta penyuluhan yang berkelanjutan, yang sewaktu-waktu dapat dimanfaatkan di dalam sektor industri (industri pertanian-agro industri ataupun sektor lainnya).

Transformasi struktural dalam tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor yang lain itu merupakan akibat yang wajar dari peningkatan produktivitas di dalam sektor pertanian. Melimpahnya ketersediaan tenaga kerja di perdesaan kondusif bagi pertumbuhan sektor pertanian, di sisi lain merupakan beban bagi sektor pertanian karena pendapatan buruh tani dan produktivitas tenaga kerja sektor pertanian semakin sulit ditingkatkan. Selain itu, melimpahnya tenaga kerja di sektor pertanian justru menciptakan persoalan baru yaitu terjadinya fragmentasi lahan dan menurunnya luas penguasaan lahan per rumah tangga yang akan melahirkan lebih banyak kemiskinan di sektor pertanian untuk masa yang akan datang. 
Sebagai akibatnya, penduduk miskin di sektor pertanian akan melimpah pula. 

Dahulu, nilai gotong royong sangat terasa sekali, jika ada tetangga yang melaksanakan hajatan. Ketika petani mau menanam padi atau kedelai di ladang atau panenan, pasti tidak bayar, upahnya hanya makan pagi dan siang atau makan kecil. Jadi, kalau ada diantara mereka menanam atau memanen, maka warga yang lainnya ikut gotong royong dan begitu sebaliknya, sehingga terjadi semacam barter tenaga. Sekarang keadaanya telah bergeser, kalau mau bercocok tanam atau panenan sudah harus memperhitungkan upah. Bahkan sekarang jika ada gentong dipukul untuk menggotong rumah tetangga, banyak orang yang berfikir praktis, cukup memberi uang dan tidak ikut gotong royong. Hal ini merupakan salah satu dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya mekanisasi pertanian dalam segi budaya masyarakat.

Sumber : www.himatanunpad.wordpress.com

~PIKMA KSI~

Saturday, August 23, 2014

Mengenal PKM (2014)


PKM, apa itu PKM??

PKM adalah Program Kreativitas Mahasiswa. PKM merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Ditlitabmas Ditjen Dikti dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa perguruan tinggi agar nantinya dapat menjadi anggota masyarakat dengan kemampuan atau skill yang mumpuni. PKM ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dalam mengembangkan ide, inovasi dan kreativitasnya untuk menyumbang kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar. Dengan adanya PKM mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi insan yang tidak hanya mampu menguasai teori akademik, tetapi juga dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata, di tengah masyarakat.

Terdapat enam kategori dalam PKM yaitu;
  1. PKM-Kewirausahaan (PKM-K)
  2. PKM-Penelitian (PKM-P)
  3. PKM-Pengabdian Masyarakat (PKM-M)
  4. PKM-Karsa Cipta (PKM-KC)
  5. PKM-Teknologi (PKM-T)
  6. PKM-Penulisan Ilmiah (PKM-I)
Prosedur Pengajuannya:
  • Menyusun proposal yang berisi usulan tentang ide inovatif dan kreatif mu.
  • Mengumpulkan minimal 1 hardcopy proposal ke MAWA UNS beserta surat rekomendasi dari reviewer fakultas untuk arsip universitas.
  • Pendaftaran judul akan dilakukan melalui Pihak Kemahasiswaan ke pihak DIKTI.
  • Pengusul akan menerima username (code verifikasi) dari hasil pendaftaran untuk mengunggah file dokumen ke http://simlitabmas.dikti.go.id/.
Proposal yang lolos seleksi akan memperoleh pendanaan dari DIKTI sebesar 2,5 juta – 12,5 juta untuk merealisasikan ide yang diajukan. Selengkapnya buka di Panduan PKM 2014

Gimana tertarik ikut PKM bukan??? Ayoo tunggu apa lagi, angkat penamu dan tuangkan kreativitasmu!

Bersama KSI, Tunjukkan kalau kita punya AKSI!!


Pendaftaran PKM 2014 Telah Dibuka

  
Halloo sobat KSI yang kece abizz….

Info yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul juga, info PKM.
Bagi temen-temen mahasiswa yang punya ide kreatif dan inovatif salurin aja di Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Pengumpulan usulan PKM DIKTI tahun 2014 untuk pendanaan tahun 2015 telah dibuka untuk 5 kategori yaitu:
  • PKM-M (PKM Pengabdian Masyarakat)
  • PKM-P (PKM Penelitian)
  • PKM-K (PKM Kewirausahaan)
  • PKM-KC (PKM Karsa Cipta)
  • PKM-T(PKM Teknologi)
Batas pendaftaran dan pengunggahan dokumen usulan PKM sampai tanggal 28 September 2014.

Info selengkapnya buka web dikti dan untuk panduan PKM bisa didownload di sini

Pengen ikut PKM, tapi masih bingung cari temen atau bingung prosedurnya?
Ga usah galau n risau, Kami kawan-kawan KSI siap membantu kalian. hehe


Selamat berInovasi dan berKreasi!


Informasi terkait:
Mengenal PKM (2014)

Friday, August 22, 2014

Display Osmaru S1, Bersama Pejuang Tangguh KSI

Kamis, 21/08/14. Pada hari kedua osmaru (orientasi mahasiswa baru) S1 Fakultas Pertanian, mahasiswa baru dikenalkan dengan beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa FP UNS. Kegiatan dikemas dalam bentuk dislpay dimana setiap perwakilan UKM diberi kesempatan untuk mempresentasikan organisasinya kepada teman-teman maru sebagai bentuk pengenalan. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada maru yang nantinya diharapkan dapat turut bergabung dan berpartisipasi aktif dalam UKM yang diminati.

Pada kesempatan tersebut KSI diberi kesempatan untuk display pada pukul 13.30 WIB dengan durasi 15 menit. Sebelum tampil dan presentasi di depan maru, para pejuang tangguh KSI melakukan breafing yang dipimpin oleh kabid POSDM (Latifah Ufairoh Zahidah Zulfa). Para pejuang tangguh disebar ke tiga ruang (ruang aula, ruang 9 dan ruang 10) dengan amunisi berupa buletin “Soimah”, sticker, gantungan kunci dan bendera kebesaran KSI. Pejuang tangguh siap berAKSI di depan kawan-kawan maru! Dan display KSI pun dimulai!

Ketua KSI (Tangguh Prakoso) yang ditugaskan untuk mengisi display di ruang aula dengan didampingi oleh Ananda Saka Prayogo (bidang POSDM) menyampaikan berpatah-patah kata sebagai sambutan sekaligus untuk mencintrakan KSI kepada maru. Selain itu, juga diiringi dengan penayangan video yang berisi sedikit ulasan tentang KSI beserta kegiatan-kegiatan seru-nya. Di tengah prakata sempat terjadi kesalahan dalam menyebutkan kepanjangan dari KSI sebagai Kelompok Studi Islam #ehh salah, maksudnya Kelompok Studi Ilmiah. Hehe. Ya, KSI adalah Kelompok Studi Ilmiah dan merupakan UKM keilmiahan yang terbuka untuk seluruh mahasiswa FP UNS, termasuk temen-temen mahasiswa baru yang berminat gabung bersama Kami.

Display ditutup dengan gerakan mengepal tangan yang disertai teriakkan jargon kebesaran KSI, begini nih “Bersama KSI, Tunjukkan kalau kita Punya AKSI!!!”. Usai display para pejuang tangguh melakukan evaluasi di depan sekre tercinta yang dipimpin oleh mas Tangguh. Beberapa hambatan saat diplay menjadi bahan pembahasan untuk dicarikan solusi agar display KSI ke depannya bisa lebih baik. Setelah evaluasi berakhir, dilakukan satu kegiatan wajib yang tidak boleh dilewatkan, yakni sesi foto bersama. Haha.

Dan salah satu cermin kebersamaan dan kekompakan kami adalah ini…………..
    Para Pejuang Tangguh KSI

    Bersama KSI, Tunjukkan kalau Kita punya AKSI !!!

Sampai jumpa di display Osmaru D3 mendatang. Salam Ilmiah !

Thursday, August 14, 2014

Tips Buat KAMU, Mahasiswa Baru


Bulan-bulan Agustus-September ini tampaknya sudah mulai jelas ya siapa yang akan melanjutkan kuliah dimana dan jurusan apa?  Semoga pilihan yang kawan-kawan semua ambil sesuai dengan minat dan potensinya sehingga dapat berkembang di kampus. Di masa-masa awal kuliah, tentunya mahasiswa baru akan merasakan beberapa hal berbeda yang belum mereka rasakan selama duduk di bangku SMA. Sebagai mahasiswa baru, mungkin kita akan merasa kaget dan tertekan saat mendapati perbedaan-perbedaan yang begitu mencolok antara masa SMA dengan masa kuliah.

Memulai hidup baru di dunia kampus memang sangat menarik dan menyenangkan. Semua hal yang baru akan hinggap padamu.  Teman baru, lingkungan baru, organisasi baru, pelajaran baru, gebetan baru #eh. Buat sebagian mahasiswa, bisa jadi pengalaman pertama pisah dari orang tua. Hidup nge-kost serba sendiri dan mandiri.

Nah, sikap pertama yang perlu dikembangkan ketika menjadi  mahasiswa baru adalah terbuka, disiplin, dan mandiri. Sudahkah kamu memilikinya? 
Terbuka, maksudnya menerima hal-hal baik dan mau bersosialisasi dan berteman banyak. jangan menyendiri.
Disiplin dalam hal waktu, fokus, dan hidup. kamu harus tegas akan apa yg kamu rencanakan, sigap, dan cepat dalam bergerak.  
Mandiri dalam hidup, udah gak ada lagi ortu yg ngurus, kamu harus bisa mengatur uang bulanan, buanglah hobi menunda-nunda pekerjaan. Dengan sikap ini diharapkan  mahasiswa baru bisa lebih  adaptif dengan lingkungan baru. Jangan sampai homesick, dan culture shock.

Berikut ini adalah tips sukses menjadi mahasiswa baru:
  1. Jadilah Mahasiswa yang Aktif. Sikap aktif salah satunya dapat ditunjukkan dengan mengajukan diri pada dosen apabila dimintai bantuan, ikut berorganisasi, aktif mencari informasi dan ikut kegiatan positif lainnya.
  2. Perluas Jaringan Pertemanan. Cari sebanyak mungkin teman, satu jurusan, satu fakultas, bahkan satu kampus, dari yang seangkatan bahkan senior. Dengan banyak teman kita jadi lebih terbuka & terlatih untuk bersosialisasi dengan bijak. Buatlah dirimu bisa diterima di lingkunganmu yang baru.
  3. Kenali lingkungan kampus. Hal ini akan memudahkan kita dalam beradaptasi dan menempatkan diri di lingkungan kampus.
  4. Dekati Dosen. Kedekatan dengan seorang dosen akan membantu anda dalam perkuliahan,terutama ketika anda masuk masa skripsi dan pasca lulus kuliah.
  5. Sering sering ke Perpus deh. Biasakan diri untuk datang ke perpus, karena di sinilah terdapat berbagai jenis buku yang dijadikan sebagai bahan atau sumber materi yang diajarkan dalam perkuliahan.
  6. Aktif Berorganisasi. Ikutilah organisasi-organisasi yang ada di kampus untuk menambah pengalaman bekerja sama dan bersosialisasi dengan orang lain, sebagai media aktualisasi diri, penyaluran bakat-minat serta berbagai ilmu lain yang tidak kita dapatkan di bangku kuliah.
    Tapi jangan ngasal ikut organisasi yah, berikut ini adalah tips-tips yang wajib kamu ketahui sebelum memilih organisasi:
    • Ketahui visi dan misi organisasi
    • Pilih organisasi yang kita sukai (yang sreg di hati)
    • Kegiatannya sesuai dengan minat, bakat atau hobi kita
    • Berlatih manajemen waktu antara yang digunakan untuk organisasi dan untuk kegiatan akademik.
Apa Manfaat Organisasi bagi Mahasiswa?
Beroganisasi bagi mahasiswa sangat penting. Beroganisasi bisa merupakan ajang latihan bagi mahasiswa. Beroganisasi itu ibarat media untuk melatih kepekaan sosial, dan lain sebagainya. Berikut ini saya sajikan beberapa manfaat berorganisasi bagi mahasiswa, yaitu:
1) Memperluas pergaulan
2) Meningkatkan wawasan/pengetahuan
3) Membentuk pola pikir yang lebih baik
4) Menjadi kuat dalam menghadapi tekanan
5) Meningkatkan kemampuan berkomunikasi
6) Melatih leadership (kepemimpinan)
7) Belajar mengatur waktu
8) Memperluas jaringan (networking)
9) Mengasah kemampuan sosial
10) Ajang latihan dunia kerja yang sesungguhnya

Tips by: Nanik (Agoteknologi 2012)

Baca juga: Buat Jadi Mahasiswa Baru, Ini Tipsnya

Tuesday, August 12, 2014

Samaru (Sambut Mahasiswa Baru) FP UNS

Samaru (Sambut Mahasiswa Baru) Fakultas Pertanian merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh teman-teman mahasiswa FP setiap kedatangan mahasiswa baru. Tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan informasi kepada mahasiswa baru, baik itu terkait tempat kos, kegiatan kampus,  informasi studi, prodi dan sebagainya. Samaru yang diisi oleh beberapa stand dari UKKHMJ (salah satunya KSI) juga merupakan upaya untuk mencitrakan berbagai organisasi atau unit kegiatan mahasiswa yang ada di Fakultas Pertanian UNS.

Di Fakultas Pertanian sendiri kegiatan samaru telah dilaksanakan dua kali. Pertama, dilakukan selama satu hari yang bertepatan dengan registrasi on desk mahasiswa baru lolos SNMPTN. Kedua, berlangsung selama dua hari dan bertepatan dengan registrasi on desk mahasiswa baru lolos jalur SBMPTN. Samaru kedua yang dilaksanakan pada 6-7 Agustus 2014 jauh lebih sepi dibanding samaru pertama, karena kuota mahasiswa diterima lewat jaur SBMPTN memang lebih sedikit dibanding dengan SNMPTN sehingga jumlah mahasiswa yang berkunjung ke setiap stand UKKHMJ juga sedikit.
       suasana samaru di stand KSI

Sunday, August 3, 2014

Creative Business Competition

Hallo sobat.........!!!
Ada info lomba terbaru nih, yang diadakan oleh IPB serta disponsori oleh Kementrian Koperasi dan UMKM dalam rangka festival kewirausahaa. Buat kamu-kamu, iya kamu....! yang ngaku mahasiswa, hobi berwirausaha dan punya ide bisnis kreatif bisa ikut lomba ini

Catat tanggal-tanggal pentingnya:
1 Juli 2014 : Pembukaan pendaftaran dan pengiriman naskah
14 September 2014: Deadline 
12 November 2014: Semi Final
16 November 2014: Final



Thursday, July 24, 2014

About KSI

Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, maka mahasiswa sebagai bagian dari civitas perguruan tinggi sudah selayaknya menyadari dirinya sebagai insan akademis, insan penganalisa serta insan pengabdi yang sadar akan keberadaannya di lingkungan. Penelusuran minat dan potensi mahasiswa merupakan aspek pengembangan aktivitas di perguruan tinggi. Maka segala aktivitas hendaknya dapat mencakup segala kebutuhan mahasiswa akan fungsi dan kedudukannya sebagai bagian dari masyarakat.

Mahasiswa sebagai kaum intelektual muda sudah selayaknya mampu berfikir kritis dan analitis terhadap permasalahan-permasalahan yang ada, oleh karena itu perlu adanya sebuah wadah yang mampu memfasilitasi adanya minat serta bakat mahasiswa tersebut. Kelompok Studi Ilmiah Fakultas Pertanian UNS sebagai salah satu bagian dari warga perguruan tinggi secara umum dan sebagai wadah pembinaan dan pengembangan potensial keilmiahan secara khusus mempunyai tanggungjawab untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta mewujudkan mahasiswa yang mempunyai konsep berpikir ilmiah. Oleh karena itu, KSI perlu untuk merumuskan program kerja secara terarah dan terencana guna tercapainya tujuan KSI secara khusus dan tercapainya Tri Dharma Perguruan Tinggi secara umum.

Tujuan KSI:
1. Mewujudkan mahasiswa yang berkualitas dan bertakwa kepada Tuhan YME melalui penciptaan situasi yang kondusif di lingkungan fakultas pertanian sebagai masyarakat ilmiah.
2. Mendorong mahasiswa agar dapat menyampaikan aspirasinya terhadap perkembangan IPTEK.
3. Menciptakan iklim keilmiahan di Fakultas Pertanian UNS.

Pola Umum Program Kerja KSI :
1. Meningkatkan dan mengembangkan potensi keilmiahan yang dimiliki oleh anggota KSI pada khususnya, dan mahasiswa Fakultas Pertanian UNS pada umumnya.
2. Mengoptimalkan fungsi pelayanan serta kebermanfaatan KSI untuk anggota pada khususnya dan mahasiswa Fakultas Pertanian UNS pada umumnya.
3. Mengoptimalkan fungsi kaderisasi organisasi yang telah ada.
4. Mengoptimalkan dan mengembangkan usaha penggalian dan pengelolaan dana organisasi.
5. Membangun dan mengembangkan hubungan kerjasama dan jaringan baik internal maupun eksternal organisasi.

Penerapan Teknologi Nano dalam Bidang Pertanian


    Oleh: Nanik P.L (Sekum)

    Akhir- akhir ini banyak kita lihat sawah- sawah yang kering dan hanya dibiarkan begitu saja. Hal itu sudah menunjukkan kualitas pertanian di negara ini semakin menurun. Jika hal tersebut dibiarkan tidak menutup kemungkinan pertanian di Indonesia ini akan semakin mengalami kemunduran. Melihat kualitas pertanian di Indonesia yang seperti ini, memang sangat dibutuhkan teknologi yang dapat membantu dan mempermudah pertanian. Teknologi itu nantinya diharapkan mampu menjadikan pertanian di Negara Indonesia kembali pada kualitas yang baik dan dapat mengembangkan sumber daya manusia.
    Badan Litbang Pertanian telah melakukan beberapa penelitian dan dapat disimpulkan bahwa teknologi nano sangat dipercaya untuk mendapatkan hasil pertanian yang memuaskan. Teknologi Nano  awalnya hanya digunakan pada kosmetika, tetapi karena penelitian yang dilakukan oleh badan Litbang pertanian, teknologi ini juga dapat digunakan dalam bidang pertanian. Teknologi Nano dapat mengembangkan unsur  hara dalam tanah yang berukuran nano dan dapat juga digunakan untuk pengendalian hama dan penykit tanaman. Teknologi yang bekerja pada dimensi 10 pangkat minus 9 ini dapat mengembangkan pertanian masa depan. Dan kenyataannya memang pada zaman sekarang ini diperlukan adanya teknologi yang mampu mengembangkan mutu pertanian di Indonesia agar mendapatkan hasil pertanian yang baik dan memuaskan. karena sumber kehidupan manusia juga bergantung pada kualitas pertanian.

    Nanoteknologi merupakan bidang yang sangat multidisiplin, mulai dari fisika terapan, ilmu material, sains koloid dan antarmuka, fisika alat, kimia supramolekul, mesin pengganda-diri dan robotika, teknik kimia, teknik mesin, rekayasa biologi, teknologi pangan dan tekno elektro. Nanoteknologi dideskripsikan sebagai ilmu mengenai sistem serta peralatan berproporsi nanometer. Satu nanometer sama dengan seperjuta milimeter. Karena ukurannya yang teramat kecil, tren dalam nanoteknologi condong ke pengembangan sistem dari bawah ke atas (bukan atas ke bawah). Maksudnya para ilmuwan dan teknisi tidak menggunakan materi berukuran besar lalu memotongnya kecil-kecil, tapi menggunakan atom serta molekul sebagai materi blok pembuatan yang fundamental.

    Nano teknologi ini, sudah di aplikasikan dalam bidang teknologi pertanian misalnya dalam Nano-modifikasi benih dan pupuk / pestisida, teknik pengemasan makanan, energy ramah lingkungan dan teknik jaringan, Nanoteknologi dapat membantu untuk mereproduksi atau untuk memperbaiki kerusakan jaringan “Tissue engineering” yang menggunakan proliferasi sel secara artifisial distimulasi dengan menggunakan nanomaterial berbasis perancah yang sesuai dan faktor pertumbuhan. Teknik jaringan akan menggantikan pengobatan konvensional saat ini seperti transplantasi organ atau implan buatan.

    Dengan adanya nano teknologi dalam pertanian akan dapat m eningkatkan produktivitas pertanian, kualitas produk, penerimaan konsumen dan efisiensi penggunaan sumber daya. Akibatnya, ini akan membantu mengurangi biaya pertanian, meningkatkan nilai produksi dan meningkatkan pendapatan pertanian. Ini juga akan menyebabkan konservasi dan meningkatkan kualitas sumber daya alam dalam sistem produksi pertanian. Selain itu nano teknologi juga diaplikasikan di berbagai bidang seperti kimia dan lingkungan, kedokteran (nanoteknologi biomedis, nanobiotechnology, dan nanomedicine, Informasi dan komunikasi (nanoRam), konstruksi, tekstil, optic dll.

    Kecanggihan teknologi ini bukan berarti meniadakan dampak negatif. Salah satu hal yang ditakuti para ilmuan adalah kemampuan self replicant, sebagai contoh dibuat produk untuk membasmi virus pada tubuh manusia contohnya kanker namun bila antivirus ini tidak terkontrol untuk sifat self replicant maka dapat membahayakan tubuh manusia yang memakainya. Serta hal negative lain yang mungkin terjadi, contohnya pembuatan bom yang dirancang sedemikian rupa dengan ukuran superkecil dengan kemampuan daya ledak yang besar. Diperlukan kesetimbangan intelektual dan moral dalam mengaplikasikan teknologi ini.

    Kolaborasi dari nanobioteknologi dan nanomaterial mengkaji tentang susunan genetika tanaman serta rekayasa jaringan untuk menghasilkan varietas tanaman yang kebal terhadap perubahan iklim. Dari informasi genetik yang diperoleh, nanobioteknologi mengupayakan untuk menginsersi DNA unggul (DNA yang mempunyai sifat tahan terhadap perubahan klim) untuk ditanamkan (transplantasi) pada modus DNA sel tanaman yang akan dijadikan induk. Dalam kajian yang lebih luas, ternyata nanoteknologi dalam pertanian juga menangani ranah perunutan penyakit tanaman dan intensifikasi pemupukan. Perunutan penyakit tanaman dilakukan dengan teknik penyisipan partikel berukuran nano (sebagai pelacak) ke dalam tubuh tanaman dan dibiarkan menyebar ke seluruh jaringan untuk mendeteksi lokasi sumber penyakit berada. Setelah sumber penyakit ditemukan, maka pengobatan akan lebih efektif dan efisien.

    Pupuk Nano Menawarkan Efisiensi dan Penghematan
    Teknologi nano bisa membawa manfaat besar dan mendalam pada sistem pemupukan dan perlindungan tanaman dengan kepraktisan, ketepatan, efisiensi dan penghematan, makalah diskusi IFPRI mengungkapkan berdasarkan berbagai hasil penelitian di mancanegara. Diutarakan, efisiensi penggunaan nitrogen pada sistem konvensional fertilizer saat ini rendah, kehilangan mencapai sekitar 50-70%. Pupuk nano memiliki peluang untuk mengurangi secara sangat berarti dampak terhadap energi, ekonomi dan lingkungan dengan cara mengurangi kehilangan nitrogen oleh perembesan, emisi dan pergabungan jangka panjang dengan mikroorganisme tanah. Kelemahan ini bisa diatasi dengan sistem pelepasan pupuk menggunakan teknologi nano.

    Sistem pelepasan hara pada teknologi nano memanfaatkan bagian-bagian tanaman berskala nano yang porous yang bisa mengurangi kehilangan nitrogen. Pupuk yang dienkapsulasi dalam partikel nano akan meningkatkan penyerapan hara. Pada generasi lanjut pupuk nano, pelepasan pupuk bisa dipicu dengan kondisi lingkungan atau dengan pelepasan pada waktunya. Pelepasan pupuk dengan lambat dan terkendali berpotensi menambah efisiensi penyerapan hara. Pupuk nano yang menggunakan bahan alami untuk pelapisan dan perekatan granula pupuk yang bisa larut memberi keuntungan karena biaya pembuatannya lebihrendah dibanding pupuk yang bergantung pada bahan pelapis hasil manufaktur. Pupuk yang dilepas dengan lambat dan terkendali bisa pula memperbaiki tanah dengan cara mengurangi efek racun yang terkait dengan aplikasi pupuk secara berlebihan. Pada teknologi nano yang sedang dikembangkan sekarang, zeolit telah dipergunakan sebagai pemeran mekanisme pelepasan pupuk.

    Pupuk Bio Active Bravo Nature
    Pupuk yang menggunakan teknologi nano yang bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan hara, perlindungan tanaman, serta meningkatkan hasil produktifitas tanaman dengan efisiensi dan penghematan sumberdaya lahan. Mengandung  komposisi unsur hara makro mikro, serta zat pengatur tumbuh yang diformulasi dan diproduksi sesuai untuk kebutuhan semua jenis tanaman. Kita ketahui bahwa efisiensi penggunaan nitrogen pada sistem konvensional fertilizer saat ini rendah, kehilangan mencapai sekitar 50-70%. Pupuk nanoteknologi memiliki peluang sangat besar terhadap dampak energi, ekonomi dan lingkungan dengan cara mengurangi kehilangan nitrogen oleh perembesan, emisi dan pengabungan jangka panjang dengan mikroorganisme tanah. Kelemahan ini bisa diatasi dengan sistem pelepasan pupuk menggunakan nanoteknologi.

    Pupuk organik cair Nanoteknologi Bravo nature bekerja dengan sistem pelepasan hara, memanfaatkan bagian - bagian tanaman dan enkapsulasi dalam partikel nano. Pelepasan pupuk dengan lambat dan terkendali berpotensi menambah efisiensi penyerapan hara.

    Manfaat dan Keunggulan:
  1. Menghemat biaya produksi serta meningkatkan produktifitas
  2. Merangsang pertumbuhan akar, batang, daun, bunga dan buah.
  3. Mengandung unsur  hara makro,  mikro dan protein tinggi sebagai hasil senyawa organik bahan alami nabati dan hewani yang mengandung sel sel hidup aktif. 
  4. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit sekaligus menekan populasi hama dan penyakit tanaman.
  5. Mencegah kelayuan dan kerontokan daun dan buah.
  6. Mempercepat panen.
  7. Aman digunakan karena sangat bersahabat dengan lingkungan dan tidak membunuh musuh alami
  8. Dapat digunakan bersaman dengan cairan jenis lain (insektisida).
  9. Dapat diaplikasikan pada semua jenis tanaman.
Pupuk Cair Organik dengan Teknologi Nano

Tuesday, July 22, 2014

Warna Ungu Terong

Sudah tidak asing lagikan dengan terung? Iya, terung yang dalam bahasa Inggris disebut eggplant merupakan sayuran buah yang biasa kita konsumsi. Tapi, apakah kalian sempat memikirkan kenapa terung berwarna ungu? Beberapa orang kebanyakan pasti akan terlintas pertanyaan seperti itu. Sebenarnya ada beberapa warna pada terung, mulai warna ungu, hijau dan akhir-akhir ini telah ditemukan yaitu berkat kultur jaaringan terung berwarnaa pink, unik bukan? Dengan warna yang menarik tersebut mungkin akan menambah selera makan kita. Tetapi kali ini kita akan membahas dibalik warna ungu pada terung.
Terong berwarna ungu karena kandungan antosianin 
Warna ungu pada terong terbentuk karena andil dari zat antosianin yang merupakan pigmen pemberi warna ungu. Zat ini Merupakan senyawa flavanoid yang melindungi sel dari sinar ultra violet. Terong ungu kaya akan zat antosianin, sehingga warna ungunya cukup mendominasi pada terong. Zat antosianin mampu berperan dalam menghambat oksidasi dari toksin dan juga mampu menghambat sel tumor pada manusia. Dalam zat antosianin terdapat 2 komponen yaitu sianidin dan delphinidin. Adanya kedua zat tersebut membuat terong bermanfaat untuk  mencegah pertumbuhan sel kanker. Wah hebat juga yah!
Selon zat antosiadin dalam sayuran berwarna ungu termasuk terong ungu juga terdapat ellagic acid, dimana komponen tersebut bermanfaat untuk mencegah penggumpalan darah dan mencegah tumbuhnya beberapa jenis tumor dan kanker seperti kanker kulit, kanker pankreas, kanker payudara, kanker pencernaan dan kanker kolon.
Sekarang sudah tahu bukan ternyata sangat banyak manfaat dari warna terung tersebut. Sehingga kami menyarankan bila memasak terong ungu dengan kulitnya agar mendapat manfaat antosianin.  

Thursday, July 17, 2014

Teknik Persilangan Bunga Anggrek

Indonesia merupakan pusat keanekaragaman genetik beberapa jenis anggrek yang berpotensi sebagai tetua untuk menghasilkan varietas baru anggrek bunga potong, seperti Dendrobium, Vanda, Arachnis, dan Renanthera, maupun sebagai tanaman pot, seperti Phalaenopsis dan Paphiopedilum. Prospek tanaman anggrek dianggap masih sangat cerah untuk dikembangkan. Namun  potensi  ini  belum  dimanfaatkan secara proporsional, hal ini dapat dilihat dari nilai ekpor anggrek Indonesia yang hanya 3 juta US$ per  tahun. Angka  tersebut  termasuk kecil  jika dibandingkan dengan nilai ekspor Negara tetangga Singapura 7,7 juta US$ dan Thailand 50 Juta US$. Sementara potensi perdagangan dunia 150 juta US$ per  tahun (Bank Indonesia 2004). Rendahnya produksi anggrek Indonesia  antara  lain  disebabkan  kurang  tersedianya  bibit  bermutu,  budidaya  yang kurang efisien serta penanganan pasca panen yang kurang baik. Untuk memenuhi permintaan pasar yang cenderung meningkat maka diperlukan ketersediaan bibit dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, untuk mengembangkan anggrek di masa mendatang, anggrek-anggrek alam ini dapat dimanfaatkan sebagai induk silangan dalam persilangan anggrek. 

Tanaman Anggrek dapat dikembangbiakkan secara vegetatif dan generatif. Secara vegetatif tanaman anggrek dikembangbiakkan dengan menggunakan bagian vegetatif tanaman seperti stek keiki, stek mata tunas, dan stek batang sympodial (Hendrayono 2000 dalam Andayani 2007). Cara perbanyakan vegetatif secara konvensional dianggap kurang menguntungkan karena diperlukan waktu lama untuk memperoleh tanaman dalam jumlah banyak. Cara perbanyakan generatif dilakukan dengan menggunakan biji yang secara genetis akan menghasilkan tanaman yang beragam namun akan dihasilkan tanaman dalam jumlah yang banyak. Biji pada tanaman anggrek diperoleh melalui proses penyerbukan (pollinasi) yang diikuti dengan pembuahan. Persilangan pada tanaman anggrek tidak bisa terjadi secara alami kecuali pada jenis anggrek tertentu, oleh karena anggrek memiliki struktur bunga yang khas dengan kepala putik yang terletak di dalam maka sulit terjangkau serangga. Penyerbukan alami dengan bantuan angin juga jarang terjadi. Salah satu cara adalah penyerbukan dengan bantuan manusia. Penyerbukan dengan bantuan manusia dilakukan melalui persilangan/ hibridisasi. Persilangan ini dilakukan untuk memperkaya keaneka-ragaman genetik pada tanaman anggrek. Persilangan anggrek ini akan dibahas lebih lanjut dalam tulisan ini. 

Persilangan/ Hibridisasi Anggrek
Hibridisasi atau  persilangan  adalah  metode  dalam  menghasilkan  kultivar tanaman baru yaitu dengan cara menyilangkan dua atau lebih tanaman yang memiliki konstitusi genetik berbeda  dengan tujuan  untuk menggabungkan karekter – karakter baik  dalam  satu  tanaman,  memperluas  variabilitas  genetik  tanaman melalui rekombinasi gen, dan untuk mendapatkan hibrid vigor. Pemilihan tetua  atau  kombinasi  hibrid merupakan hal yang sangat penting dalam pemuliaan tanaman dan hal tersebut sangat menentukan keberhasilan atau kegagalan program pemuliaan (Poehlman dan  Quick 1983 dalam Damayanti 2006). 

Hibridisasi atau persilangan dapat dilakukan secara alami dan secara mekanis dengan bantuan manusia. Pada persilangan alami dengan bantuan pollinator. Stökl et al. (2008) melaporkan hasil penelitiannya bahwa uji 33 bunga dari spesies O. lupercalis dan O. iricolor bahwa di lapangan, persilangan antara O. lupercalis dan O. iricolor dibantu secara langsung oleh pollinator A. morio dan A. nigroaeneamales. Semua spesies O. lupercalis yang diujikan ternyata mampu melakukan persilangan hanya dengan bantuan A. morio sementara itu pada jenis O. iricolor juga melakukan persilangan dengan bantuan A. morio dan hanya 20% tanaman (yang diuji) yang dibantu persilangannya oleh A. nigroaeneamales. Uji pada persilangan antara sesama F1 hasil hibridisasi antara O. lupercalis dan O. iricolor juga mampu melakukan persilangan sendiri dengan bantuan salah satu pollinator (36%) atau keduanya (28%). 

Hibridisasi dapat dijadikan sebagai motor penggerak penganekaragaman tingkat tinggi variasi morfologi anggrek jenis Epidendrum. Adanya hibridisasi pada dua spesies Epidendrum dapat mengarahkan ke skenario kompleks evolusi retikular. Sejumlah besar benih hasil hibridisasi yang layak digunakan memiliki viabilitas dan fertilitas yang tinggi. Hasil hibridisasi akan disilangbalikkan dengan tetua asalnya untuk mengetahui sifat fenotip selanjutnya. Untuk mengetahui lebih lanjut dapat pula dilakukan pendekatan genetik pada hibridisasi anggrek seperti yang dilakukan pada genus Epidendrum ( Marques et al . 2014 ) 

Bahan yang digunakan pada hibridisasi anggrek adalah  tanaman  anggrek  yang  telah  berbunga  dengan umur  yang  bervariasi.  Namun  pada  umumnya  tanaman  yang  digunakan  dalam persilangan  sebelumnya telah  beberapa  kali  berbunga. Jenis  anggrek yang akan digunakan  jenis  Phalaenopsis,  Dendrobium, Vanda, Oncidium,  Macradenia, Epicattleya  dan  Colmenara.  Ketujuh  jenis  anggrek tersebut  (baik spesies  ataupun hibridanya)  disilangkan  secara  resiprok  dengan jenis  lain, disilangkan  dengan  jenis yang  sama  maupun  diselfing (Damayanti 2006).

Hibridisasi dinyatakan berhasil apabila dalam satu populasi persilangan muncul variasi seperti warna bunga, tinggi tanaman, atau bentuk tanaman dan semua itu dapat diketahui melalui karakterisasi hasil persilangan. Parameter yang diukur dalam karakterisasi hasil persilangan adalah variasi warna bunga, panjang daun, lebar daun, pertambahan jumlah anakan, panjang bunga, panjang tangkai bunga, lebar bunga, panjang bibir, lebar bibir, dan jumlah kuntum tiap tangkai (Kartikaningrum et al. 2007).

Dalam persilangan anggrek, anggrek akan disilangkan dengan spesies anngrek yang lain. Menurut Kartohadiprodjo dan Gandhi (2010), tipe tanaman anggrek berdasarkan tempat tumbuhnya yaitu:
  1. Anggrek Epifit : tumbuh menumpang pada batang/cabang lain, contoh : anggrek bulan, Dendrobium sp., Cattleya sp.
  2. Anggrek Terestrial / Anggrek Tanah : tumbuh di tanah, contoh : Vanda sp., Arachnis sp.
  3. Anggrek Litofit : tumbuh di batu-batuan contoh : Cytopdium, Paphiopedilum
  4. Anggrek Saprofit : tumbuh di humus atau kompos, contoh : Calanthe, Goodyera sp.


Widiastoety (2001) dalam Andayani 2007 melaporkan bahwa persilangan akan berhasil apabila dilakukan sehari atau dua hari setelah bunga mekar. Setiap jenis anggrek memiliki masa subur yang berbeda-beda, oleh karena itu perlu diketahui waktu yang tepat untuk melakukan persilangan pada anggrek jenis Dendrobium agar diperoleh tingkat keberhasilan yang tinggi.

Menurut Andayani (2007) persilangan pada anggrek ini dapat dilakukan melalui perlakuan penyerbukan sendiri atau perlakuan penyerbukan silang. Pada perlakuan penyerbukan sendiri artinya putik satu bunga diserbuki dengan benangsari (pollen) berasal dari bunga yang sama. Sedangkan penyerbukan silang artinya putik pada satu bunga diserbuki dengan menggunakan serbuk sari yang berasal dari bunga pada tanaman lain tetapi masih satu jenis tanaman. Perlakuan penyerbukan tersebut dilakukan secara acak pada setiap bunga dalam 1 pot. Sepuluh hari setelah pelaksanaan penyerbukan dilakukan pengamatan untuk mengetahui keberhasilan penyerbukan. Penyerbukan dikatakan berhasil apabila tangkai bunga masih tetap segar dan berwarna hijau. Dilakukan penghitungan jumlah bunga yang berhasil diserbuki dan jumlah bunga yang tidak berhasil diserbuki. Pengamatan dilanjutkan sampai 2 bulan untuk mengetahui perkem-bangan buah. Dari bunga-bunga yang berhasil diserbuki dihitung jumlah buah yang berkembang sempurna dan jumlah buah yang gugur. 

Dalam melakukan persilangan pada anggrek ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Menurut Damayanti (2006), tahapan dalam persilangan tanaman anggrek adalah:
a. Persiapan alat
Alat yang digunakan adalah pinset kecil dan tusuk gigi atau batang korek api. Untuk penanaman buah secara aseptik diperlukan laminar, botol kultur, cawan petri, lampu bunsen, pinset, scalpel, korek api, spidol untuk pelabelan, dan lampu neon 40 W untuk penerangan.
b. Pemilihan dan persiapan tanaman induk persilangan 
Dasar dilakukannya persilangan-persilangan adalah untuk memperoleh  warna  bunga  dan  bentuk  bunga yang  unik,  ketebalan  mahkota bunga  (ketahanan  bunga  dalam  vas/vas  life),  keteraturan  susunan bunga  dan wangi  bunga. 
c. Pemilihan bunga yang akan disilangkan 
Dalam memilih bunga yang  akan disilangkan harus diperhatikan  :  (i) dari  satu tangkai bunga maksimal tiga bunga yang disilangkan agar energi hanya terfokus pada  ketiga  bunga  tersebut;  (ii)  kuntum  bunga  terbaik adalah  kuntum  kedua sampai keempat. 
d. Persilangan 
Kuntum induk jantan anggrek diambil tepung sarinya dengan menggunakan tusuk gigi yang bersih. Tepung sari yang terbungkus kotak sari terletak di pusat bunga, berwarna kuning. Kotak sari dicungkil pelan sampai tepung sarinya menempel pada alat yang dipakai, kemudian tepung sari dibawa ke induk betina, yaitu menuju lekukan berlendir yang letaknya persis di bawah kotak sari. Tepung sari induk jantan dilekatkan secara sempurna pada putik induk betina, sementara itu tepung sari induk betina dibuang agar persilangannya murni. Sampai langkah ini perkawinan sudah berlangsung.
e. Pemberian label persilangan
Tanaman diberi label tetua betina x tetua jantan, tanggal penyilangan, dan kode penyilang.
f. Pengamatan hasil persilangan 
Pengamatan penunjang yang akan dilakukan antara lain terhadap : 
  • Bentuk buah pada minggu ke-12 setelah persilangan; 
  • Warna buah pada minggu ke-12 setelah persilangan. 


Adapula pengamatan utama, pengamatan utama yang akan dilakukan antara lain : 
  • Persentase  keberhasilan  persilangan  antar  genus/jenis  dan  dalam genus/jenis itu sendiri (%) 
  • Diameter buah pada minggu keempat setelah persilangan (cm); 
  • Diameter buah pada minggu ke-12 setelah persilangan (cm); 
  • Panjang buah pada minggu ke-empat setelah persilangan (cm); 
  • Panjang buah pada minggu ke-12 setelah persilangan (cm).

(SumberQodriyah Laily 2005)
Pengamatan hasil persilangan anggrek dilakukan sampai buah siap panen. Ciri-ciri  buah siap panen  adalah warna  kulit  buah  lebih  cerah  agak kekuningan dan khususnya pada Dendrobium garis pada buah menjadi lebih lebar. Umur buah siap panen pada beberapa jenis anggrek dapat dilihat pada tabel 1 berikut (Pierik 1987 dalam Damayanti 2006):

Dalam persilangan anggrek, pemilihan  tetua  merupakan  salah  satu  faktor  penting  yang mempengaruhi keberhasilan  suatu  persilangan,  namun  hal  yang  harus  sering deperhatikan selain faktor  pemilihan  tetua dan  sering  menjadi  kendala  dalam  proses  hibridisasi  adalah perbedaan waktu  dalam  pematangan bunga, kepekaan  atau  kerusakan  bagian  bunga terhadap  pengaruh mekanis, serta adanya inkompatibilitas dan  sterilitas (Chaudhari 1971 dalam Damayanti 2006). Diduga faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat keberhasilan persilangan yang dilakukan dalam percobaan  adalah perbedaan waktu dalam pematangan bunga dan  letak  lokasi penyimpanan  tanaman  induk persilangan yang berbeda dan berjarak cukup  jauh,  sehingga  ditemui  kesulitan  pada  saat memantau  kondisi  tanaman  induk dan menentukan bunga yang siap diserbuki atau menyerbuki.

Mengenai masalah bunga yang diserbuki dan menyerbuki, dalam persilangan anggrek Spathoglottis sp. yang dilakukan Qodriyah (2005), persilangan dilakukan secara searah maupun dua arah (resiprok) antara bunga dengan jumlah kuntum banyak dan tangkai bunga sedang-panjang dengan tanaman bertangkai bunga pendek. Sebelum persilangan dilakukan pemilihan atau seleksi tetua jantan maupun betina, baik untuk tanaman pot, taman atau bunga potong. Tetua yang digunakan berasal dari koleksi plasma nutfah anggrek Spathoglottis. Penyerbukan dilakukan pada pagi hari pada bunga yang telah mekar 1-2 hari. Ada penyilang anggrek yang beranggapan bahwa kuntum bunga nomor ganjil (dihitung dari pangkal tangkai) paling baik untuk dijadikan induk betina, karena buahnya berbiji banyak dan fertil. Induk jantan dapat diambil dari kuntum sembarang.

Menurut Widiastoety et al. (2010) dalam pemilihan induk jantan dan betina yang akan disilangkan harus disertai dengan penguasaan sifat-sifat kedua induk tersebut, termasuk sifat yang dominan, seperti ukuran bunga, warna dan bentuk bunga, yang akan muncul kembali pada turunannya. Agar penyilangan berhasil, sebaiknya dipilih induk betina yang mempunyai kuntum bunga yang kuat, tidak cepat layu atau gugur, mempunyai tangkai putik dan bakal buah yang lebih pendek agar tabung polen (pollen tube) dapat dengan mudah mencapai kantong embrio yang terdapat pada bagian bawah bakal buah. Pencatatan nama kedua induk yang disilangkan sangat penting agar tidak merusak tata namanya. Polen dari bunga yang berukuran kecil, jika diserbukkan pada kepala putik bunga yang berukuran besar biasanya akan mengalami kegagalan karena tabung polen tidak dapat mencapai kantong embrio. Akibatnya pembuahan tidak terjadi dan biji tidak terbentuk. Penyilangan perlu dilakukan secara resiprokal atau bolak-balik untuk mengetahui daya kompatibilitas silangan dan daya fertilisasinya. 

Upaya lain untuk memperkaya keanekaragaman anggrek misalnya pada Phalaenopsis sp. dapat dilakukan dengan persilangan intergenerik dengan jenis lain. Anggrek jenis lain yang dapat disilangkan dengan anggrek bulan adalah anggrek jenis Vanda sp. Dalam persilangan intergenerik ini, Utami dan Sri (2012) melakukan penelitian dalam tiga tahun. Tahun pertama penelitian tentang pembuktian bahwa Anggrek Phalaenopsis sp. kompatibel untuk dipersilangkan dengan Vanda tricolor. Tahun kedua penelitian telah diperoleh planlet anggrek hasil persilangan  Phalaenopsis sp  dengan Vanda tricolor yang ditumbuhkan pada berbagai media organik secara in vitro. Penelitian Tahun ketiga dilakukan untuk mengetahui metode aklimatisasi yang terbaik untuk pertumbuhan planlet anggrek hasil persilangan dan untuk mengetahui perbedaan kromosom hasil persilangan yang telah dilakukan dengan kromosom induknya. 

Jumlah kromosom pada anggrek yaitu n = 19-20. Dari hasil penelitian yang dilakukan Utami dan Sri (2012) dapat diketahui bahwa jumlah kromosom baik pada anggrek Phalaenopsis joankileup  june,  P. pinlong cinderela, S1 (♀ Vanda tricolor dengan ♂ Phalaenopsis joankileup june.), maupun  S2 (♀ Vanda tricolor dengan  ♂ Phalaenopsis pinlong cinderela), memiliki jumlah kromosom sama 2n = 40. Walaupun jumlah kromosomnya sama, namun ukuran kromosomnya berbeda. Ukuran kromosom Vanda tricolor berkisar antara (1,94 ± 0,16) µm sampai (4,72 ± 0,19) µm. Phalaenopsis Joane Killep June antara (0,84 ± 0,02) µm hingga (2,97 ± 0,13) µm, Phalaenopsis Pinlong cinderela  antara (2,02 ± 0,15) µm hingga (5,91 ± 0,78) µm, S1(♀ Vanda tricolor x  ♂ Phalaenopsis joankileup june.) antara (1,77 ± 0,20) hingga (1,69 ± 0,24) µm, S2  (♀ Vanda tricolor x  ♂  Phalaenopsis pinlong cinderela) antara (1,86 ± 0,03) µm sampai (6,74 ± 0,59) µm.

Penelitian lain dari klier et al. (1991) pada Cypripedium candidum dan C. pubescens menunjukkan bahwa adanya dua aliran gen dari dua spesies yang sympatric. Populasi hibrida sebagian besar terdiri individu yang di-backcross selanjutnya atau rekombinan. Beberapa individu yang tampaknya satu morfologi spesies mengandung alel penanda dari spesies lain. Di Iowa, data allozyme dan morfologi dan pertimbangan ekologi menunjukkan dengan ekotipe prairie C. pubescens mungkin timbul sebagai akibat langsung dari perolehan informasi genetik dari C. candidum

Hasil penelitian yang ditulis Pinheiro et al. (2010) pada persilangan Epidendrum fulgens dan E. puniceoluteum menunjukkan bahwa keragaman genetik lebih tinggi pada E. fulgens daripada E. puniceoluteum meliputi semua populasi dan parameter yang digunakan. Hal ini mungkin mencerminkan perbedaan dalam ukuran populasi yang ditemukan (lebih tinggi dalam E. fulgens). Epidendrum fulgens dan E. puniceoluteum dari Imbituba memiliki perbedaan yang signifikan dari hasil uji dengan metode HWE (Hardy–Weinberg equilibrium) karena defisit heterozigot. Tiga zona hibrida menyimpang dari HWE, menunjukkan penyimpangan dari perkawinan acak akibat persilangan yang dilakukan.

Referensi:
Andayani Neny 2007. Pengaruh Waktu Pollinasi Terhadap Keberhasilan Persilangan Anggrek Dendrobium. Buletin Ilmiah Instiper 14 (2): 14-21.
Bank Indonesia 2004. Bunga Potong. http://www.bi.go.id. Diakses 15 Maret 2014.
Chaudari  HK 1971. Elementary  Principles  of  Plant  Breeding. Second  Edition. New Delhi, India: Oxford and IBH Publishing Co.
Damayanti Farida 2006. Laporan Akhir Program Hibah Kompetisi (PHK) A3: Pembentukan Beberapa Hibrida Anggrek serta Pengaruh Beberapa Media Perkecambahan dan Media Perbanyakan Cepat secara In Vitro pada Beberapa Anggrek Hibrida. Bandung: Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Padjajaran.
Hendaryono DPS 2000. Pembibitan Anggrek dalam Botol. Yogyakarta: Kanisius.
Jensen NF 1983. Crop Breeding as a Design Science.  In K. M. Rawal and M. N. Wood  (Eds). Crop Breeding.  Madison, Wisconsin USA: The American  Society  of Agronomy,  Inc.  and The Crop Science of Society, Inc.
Kartikaningrum Suskandari, Dyah Widiastoety, Yusdar Hilman, Nina Solvia, dan RW Prasetio 2007. Laporan Akhir: Koleksi, Karakterisasi dan Konservasi In Vivo Plasma Nutfah Anggrek. Segunung: Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian.
Kartohadiprodjo Nies Sumardi dan Gandhi Prabowo 2010. Asyiknya Memelihara Anggrek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Klier K, MJ Leoschke, and JF Wendel 1991. Hybridization and Introgression in White and Yellow Ladyslipper Orchids (Cypripedium candidum and C. pubescens). The Journal of Heredity 82(4): 305-318.
Nurmalinda Evi Savitri Iriani, Anggraeni Santi dan Titi Haryati.  1999. Kelayakan financial teknologi budidaya anggrek. Segunung: Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung, Cianjur.
Pierik RLM 1987. In Vitro Culture of Higher Plants. Dordrecht: MArtinus Nijhoff Publishers.
Pinheiro Fa´Bio, Fa´Bio De Barros, Clarisse Palma-Silva, Diogo Meyer, Michael F. Fay, Roge´ Rio M. Suzuki, Christian Lexer and Salvatore Cozzolino 2010. Hybridization and introgression across different ploidy  levels in the Neotropical orchids Epidendrum fulgens and E. puniceoluteum (Orchidaceae). Molecular Ecology  19(18): 3981–3994
Poehlman JW and JS  Quick  1983.  Crop  Breeding  In  Hungry World,  In  K.M. Rawal  and M.N. Wood  (Eds.)    Crop  Breeding.   Madison Wisconsin.  USA: The  American  Society  of Agronomy,  Inc. and The Crop Science of Society,  Inc.
Qodriyah Laily 2005. Teknik Hibridisasi Anggrek Tanah Songkok (Spathoglottis plicata). Buletin Teknik Pertanian 10(2): 76-82.
Stökl Johannes, Philipp M Schlüter, Tod  F Stuessy, Hannes F Paulus, Günter  Assum, and Manfred Ayasse 2008. Scent Variation and Hybridization Cause The Displacement of A Sexually Deceptive Orchid Species. American Journal of Botany 95(4): 472–481.
Utami Dwi Susilo dan Sri Hartati 2012. Perbaikan Genetik Anggrek melalui Persilangan Intergenerik dan Perbanyakan Secara In Vitro dalam Mendukung Perkembangan Anggrek di Indonesia. Agrineça 12(2): 104-116.
Widiastoety D 2001.  Perbaikan Genetic dan Perbanyakan Bibit secara In Vitro dalam Mendukung Perkembangan Anggrek di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian 20 (4): 138-143.
Widiastoety Dyah, Nina Solvia, dan Muchdar Soedarjo 2010. Potensi Anggrek Dendrobium dalam Meningkatkan Variasi dan Kualitas Anggrek Bunga Potong. Jurnal Litbang Pertanian 29(3): 101-106.