Kelompok Studi Ilmiah

Kelompok Studi Ilmiah adalah unit kegiatan mahasiswa di Fakultas Pertanian UNS yang bergerak di bidang keilmiahan.

Diskusi Ilmiah KSI 2016

Kegiatan ini merupakan program kerja Bidang PIKMA ini bertujuan untuk memberikan pandangan, mengarahkan dan memotivasi sehingga mahasiswa dapat merencanakan tujuan kuliah khususnya bagi mahasiswa baru Fakultas Pertanian. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai, diskusi ilmiah ini mengusung tema “Rencanakan Tujuan Kuliahmu yang Sebenarnya Mulai dari Sekarang”

Sosialisasi PKM FP UNS 2016

Sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh bidang III Fakultas Pertanian UNS berkerjasama dengan KSI (Kelompok Studi Ilmiah) FP UNS bertempat di Aula Gedung B FP UNS. Kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk mengenalkan PKM khususnya bagi mahasiswa baru dan memberikan tips-tips dalam penulisan program kretivias mahasiswa yang baik dan benar sehingga diharapkan dapat lolos seleksi.

Pelantikan Pengurus KSI FP UNS 2016

KSI (Kelompok Studi Ilmiah) adalah salah satu organisasi kemahasiswaan yang memiliki anggota-anggota sebagai pengurus yang siap melanjutkan perjuangan serta berkemauan tinggi dalam berkontribusi bagi almamater, bangsa dan negara. Pelantikan kepengurusan KSI FP UNS 2016 periode tahun 2016-2017 dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2016 dan bertempat di aula FP UNS yang tepatnya di gedung B lantai 2.

FAST 2016 (Festival Of Agri-Science and Technology)

National Essay Competition merupakan salah satu rangkaian acara FAST 2017 (Festival Of Agri-Science and Technology) yang diselenggarakan oleh KSI (Kelompok Studi Ilmiah) Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta yang ditujukan untuk semua mahasiswa, baik yang di Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta di seluruh Indonesia.

Friday, July 24, 2015

Writing Contest Bisnis


2015 merupakan tahun monumental karena Republik Indonesia berusia 70 tahun. Inilah momentum yang tepat untuk melakukan refleksi di segala bidang. Untuk itu, Bisnis.com dan Kabar24.com, di bawah payung Bisnis Indonesia Group of Media (BiG Media), menggelar Writing Contest bertema Refleksi 70 Tahun Kemerdekaan Indonesia, sebagai wadah bagi anak bangsa untuk menuangkan ide dalam memecahkan berbagai masalah di negeri ini.

Bisnis Indonesia Writing Contest dibagi dalam subtema berikut :

  1. Harapan Kepada Jokowi
  2. Politik dan Demokrasi
  3. Membangun Kemandirian Ekonomi
  4. Maju Bersama Ekonomi Kreatif
  5. Bangga Produk Anak Bangsa
  6. Memberdayakan Ekonomi Maritim
  7. Penguatan Sektor Keuangan dan Inklusi Finansial
  8. Memperbaiki Transportasi Publik dan Kendaraan Ramah Lingkungan
  9. Hemat Energi
  10. Jelajah Wisata Indonesia
  11. Menggelorakan Semangat Pemberantasan Korupsi
  12. Memacu Prestasi Olah Raga
  13. Revolusi Mental Lewat Pendidikan
  14. Menjaga Kelestarian Lingkungan
  15. Menuju Masyarakat Sehat
  • Syarat Lomba
    1. Lomba terbuka untuk umum, minimum usia peserta 17 tahun.
    2. Lomba ini tidak berlaku untuk keluarga besar Bisnis Indonesia Group.
    3. Peserta harus melakukan registrasi secara online. Dengan melakukan registrasi dan mengirimkan artikel ke penyelenggara, peserta menyetujui semua syarat dan ketentuan lomba menulis ini, baik yang telah ditentukan sekarang maupun di kemudian hari oleh penyelenggara.
    4. Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu artikel dengan panjang setiap artikel sekitar 4.000 - 10.000 karakter termasuk spasi.
    5. Peserta dilarang mengirimkan gambar/ilustrasi yang terkait dengan isi artikel yang dilombakan.
    6. Artikel harus asli karangan sendiri.
    7. Artikel dalam bentuk populer (bukan laporan akademis, skripsi, tesis, makalah, jurnal, dan sejenisnya).
    8. Artikel belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam lomba sejenis.
    9. Artikel tidak mengandung unsur pelecehan/penghinaan terhadap SARA.
    10. Artikel yang dikirimkan menjadi milik Bisnis Indonesia Group termasuk dan tidak terbatas pada hak untuk mempublikasikan artikel tanpa harus izin kepada peserta. Hak cipta tetap ada pada peserta sebagai penulis
    11. Keputusan penyelenggara tidak bisa diganggu gugat.
    12. Penyelenggara dibebaskan dari tuntutan pihak ketiga terkait dengan artikel yang diikutsertakan oleh peserta.
  • Ketentuan & Tahapan Lomba
    1. Registrasi: 10 Juni – 31 Agustus 2015
      • Peserta wajib melengkapi data profil yang terdapat pada BisnisID.
      • Registrasi cukup dilakukan satu kali. User ID dapat digunakan untuk mengirimkan artikel lebih dari satu.
    2. Pengiriman artikel: 22 Juni – 31 Agustus 2015
      • Artikel dalam format Word Document (*doc/*docx) maksimal 20kb dikirimkan melalui microsite (menu Kirim Artikel) atau email berupa lampiran ke writingcontest@bisnis.com dengan subjek: Writing Contest HUT ke-70 RI: [judul artikel].
      • Artikel dilengkapi dengan sub tema, judul artikel, dan nama penulis (sesuai identitas)
      • Peserta wajib melampirkan copy identitas diri (KTP/SIM) dan foto diri dalam format JPG/JPEG (*jpg) dengan ukuran maksimal 180x240 pixel (portrait) & kapasitas maksimal 70kb.
    3. Periode share & vote: 7 September – 25 Oktober 2015
      • Artikel yang masuk akan disaring oleh panitia sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
      • Artikel yang lolos seleksi akan masuk ke tahap share & vote.
      • Penayangan share & vote pada 7 September – 25 Oktober 2015.
      • Pembaca dapat melakukan vote di halaman Artikel.
    4. Periode penentuan dan pengumuman pemenang: 28 Oktober – 10 November 2015
      • Penyelenggara akan menetapkan 25 nomine (calon pemenang) berdasarkan hasil share & vote.
      • 25 artikel nomine tersebut akan dipublikasikan untuk dilakukan verifikasi oleh publik.
      • Verifikasi akan dilakukan pada 30 Oktober – 3 November 2015.
      • Dewan juri akan menetapkan 5 pemenang dari 25 nomine pada tanggal 10 November 2015.
  • Kriteria Penilaian
  • Penentuan pemenang akan dilakukan oleh Dewan Juri dengan tahapan berikut:
    1. Dewan Juri menjaring 25 artikel dengan kombinasi jumlah pembaca (hit) dan vote terbanyak sebagai nomine.
    2. Untuk mendapatkan hit dan vote terbanyak, silahkan share link artikel melalui sosial media secara maksimal.
    3. Artikel 25 nomine tersebut akan dipanelkan oleh dewan juri untuk dipilih pemenang berdasarkan kualitas tulisan terbaik
    4. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
 info lebih lengkap : http://writing-contest.bisnis.com/

Saturday, July 11, 2015

ISS (Indonesian Student Summit) 2015

 ISS (Indonesian Student Summit) 2015

          ISS (Indonesian Student Summit) 2015 merupakan acara yang yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Tahun ini merupakan tahun kedua diselenggarakannya kegiatan ini. Kegiatan ini berupa forum berkumpulnya mahasiswa Indonesia yang bertujuan untuk mencari solusi dan memberikan tindakan terhadap permasalahan yang terdapat di Indonesia serta menjalin hubungan silaturahmi antar sesama generasi pelurus bangsa. Forum ini menghimpun ide-ide kreatif dalam pembangunan potensi daerah melalui kompetisi yang ditawarkan. Solusi ide kreatif dan inovatif akan direalisasikan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa. Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud tanggung jawab mahasiswa sebagai agent of change, iron stock, dan social control.

info lebih lanjut :
follow us : @ISS_UB
visit us    : iss.fp.ub.ac.id
email      : iss@ub.ac.id
CP         : 089 654 350 756 (Endras)
                089 627 678 283 (Riskha)

Wednesday, July 8, 2015

“Hidroponik” Satu Langkah Aktualisasi Pertanian Berkelanjutan



“Hidroponik” Satu Langkah Aktualisasi Pertanian Berkelanjutan
Sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia juga mempengaruhi peningkatan jumlah konsumsi masyarakat Indonesia. Perlu adanya sikap untuk menghadapi masalah tersebut, salah satunya dengan penerapan sistem pertanian hidroponik. Hidroponik menjadi salah satu alternatif karena sangat sesuai dengan tujuan pertanian berkelanjutan yang menekankan pada pertanian yang mempertimbangkan keadaan ekologi alam, manusia dan ekonomi.
Hidroponik  merupakan  salah  satu  sistem  pertanian  masa  depan  karena  dapat  diusahakan  di berbagai tempat, baik di desa, di kota,  di lahan terbuka, atau di atas apartemen sekalipun. Luas tanah yang  sempit,  kondisi  tanah  kritis,  hama  dan  penyakit  yang  tak  terkendali,  keterbatasan  jumlah  air irigasi, musim yang tidak menentu,  dan mutu yang tidak seragam bisa ditanggulangi dengan sistem hidroponik.  Hidroponik  dapat diusahakan sepanjang  tahun tanpa  mengenal  musim.  Oleh  karena itu, harga jual  panennya  tidak  khawatir  akan jatuh.  Pemeliharaan  tanaman  hidroponik  pun  lebih  mudah karena  tempat   budidayanya  relatif   bersih,  media  tanamnya  steril,  tanaman  terlindung  dari  terpaan hujan,  serangan  hama  dan  penyakit  relatif  kecil,  serta  tanaman  lebih  sehat  dan  produktivitas  lebih tinggi
(Hartus, 2008). Secara ekonomi cukup menguntungkan dan tidak merusak alam karena hidroponik tidak menggunakan tanah melainkan menggunakan media air yang dicampur dengan pupuk organik yang biasa disebut mix AB.
Menurut Lingga (1984), bertanam secara hidroponik mempunyai banyak kelebihan antara lain perawatan lebih praktis serta gangguan hama lebih terkontrol, pemakaian pupuk lebih hemat (efisien). Tanaman yang mati lebih mudah diganti dengan tanaman yang baru. Tidak  membutuhkan  banyak  tenaga  kasar  karena  metode  kerja  lebih  hemat dan memiliki standardisasi. Tanaman dapat tumbuh lebih pesat dan dengan keadaan yang tidak kotor dan rusak. Hasil produksi lebih kontinyu dan lebih tinggi dibanding dengan penanaman di tanah. Harga jual produk hidroponik lebih tinggi dari produk non-hidroponik. Beberapa jenis tanaman bisa dibudidayakan di luar musim. Tidak  ada  risiko  kebanjiran,  erosi,  kekeringan,  atau  ketergantungan  pada kondisi alam. Tanaman  hidroponik  dapat  dilakukan  pada  lahan  atau  ruang  yang  terbatas, misalnya di atap, dapur, atau garasi. Selain kelebihan tentunya hidroponik memiliki kekurangan yaitu pemeliharaan harus dilakukan secara intensif sehingga tenaga manusia akan sangat dibutuhkan dalam pertanian hidroponik.
Merujuk pada kelebihan hidroponik dapat digunakan untuk banyak jenis tanaman, bahkan beberapa tanaman di luar musim dapat ditumbuhkan, namun lebih sering hidroponik dimanfaatkan untuk komoditas sayuran. Salah  satu  jenis  sayur  yang  mudah  dibudidayakan  adalah  tanaman  sawi. Permintaan pasarnya juga cukup stabil, sehingga resiko kerugian sangat kecil
(Wibowo dan Arum, 2013). Komoditas sayuran memang lebih sering diterapkan pada pertanian hidroponik karena lebih mudah dan lebih cepat tumbuh. Selain sayuran, tanaman berbuah seperti tomat dan stroberi juga dapat memanfaatkan pertanian hidroponik.
Kembali lagi pada pengembangan pertanian berkelanjutan harus melihat dari segi keunggulan ekonomi, ekologi alam dan manusia. Berdasarkan uraian di atas, pertanian hidroponik dapat digunakan sebagai alternatif pengembangan pertanian berkelanjutan. Media yang digunakan juga ramah lingkungan, tidak merusak alam, dan tidak memberatkan manusia. Selain itu, secara ekonomi komoditi hasil hidroponik juga tidak kalah unggul dengan usahatani biasa.


Sumber :
Hartus, T. 2008. Berkebun Hidroponik Secara Murah Edisi IX. Jakarta : Penebar Swadaya.
Lingga,  Pinus.1984.  Hidroponik Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Jakarta : Penebar Swadaya.
Wibowo, Sapto dan Arum Asriyanti S. 2013. Aplikasi Hidroponik NFT pada Budidaya Pakcoy (Brassica rapa chinensis). Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. Vol. 13 (3): 159-167.

PADI ORGANIK KOMODITAS PENDORONG PERTANIAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA



PADI ORGANIK KOMODITAS PENDORONG PERTANIAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA


Pertanian berkelanjutan merupakan jawaban atas revolusi hijau yang terjadi pada era tahun 60 an yang mengakibatkan kesuburan tanah menurun dan terjadi kerusakan lingkungan yang berpengaruh langsung pada dunia pertanian secara khusus. Menurut Utami dan Handayani (2003), sistem pertanian yang berbasis pada bahan bakar fosil seperti pupuk kimia dan pestisida anorganik dapat merusak sifat-sifat tanah sehingga berdampak pada penurunan produktivitas tanah untuk waktu yang akan datang. Praktek pertanian organik saat ini masih dalam perdebatan. Pihak yang kontra menyangsikan keberhasilan sistem ini dalam memenuhi kebutuhan pangan seiring dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin meningkat akan tetapi pihak yang pro seperti The Soil Association and Sustain (2001) berpendapat bahwa sebenarnya penyebab kelaparan adalah karena kemiskinan bukan karena ketersediaan bahan pangan yang kurang. Menurut Sanjaya (2004), dewasa ini penggunaan insektisida memakan hampir 50% dari biaya yang digunakan dalam produksi pertanian. Penggunaan insektisida dapat mencemari lingkungan dan menjadikan biaya yang tinggi dalam produksi pertanian sehingga menjadikan resiko penurunan penerimaan dalam usahatani. 

Permintaan atas produk-produk pertanian organik (tanpa menggunakan bahan-bahan kimia) melonjak selama beberapa bulan terakhir. Produk-produk pertanian organik yang permintaannya sedang tinggi adalah sayuran, beras, buah-buahan, rempah-rempah, kopi, dan teh. Masyarakat konsumen semakin sadar dan selektif atas segi kualitas kesehatan produk pertanian. Mereka kini lebih suka mengonsumsi produk alami (organik) ketimbang yang menggunakan bahan kimia (an-organik). Semakin tingginya minat konsumen atas produk pertanian organik, dapat dihitung dari bertambahnya areal penanaman padi organik (Pikiran Rakyat, 2005).
Terdapat kurang lebih 22 jenis padi – padian (Oryza). Jenis O. Sativa dan O. Gilberrina adalah jenis yang dibudidayakan, sedangakan lannya adalah jenis-jenis yang tumbuh liar. O. sativa merupaka jenis yang paling banyak tersebar ke seluruh dunia. Rojolele merupakan contoh varietas lokal yang unggul dan dikembangkan di Indonesia. Varietas ini disenangi oleh konsumen dan petani kerana harga jualnya yang tinggi hampir dua kali harga IR 64 serta rasanya yang enak (Keputusan Mentreri Pertanain No. 126/Kpts/TP.240/2/2003).
Padi organik merupakan pembudidayaan komoditas padi dengan menggunakan sistem yang ramah lingkungan. Penggunaan pestisida saat ini sangat mengganggu lingkungan karena menyebabkan kesuburan tanah menurun bahkan mengakibatkan pembengkakan biaya produksi yang berujung pada penurunan pendapatan petani. Menurut Nurasa (2003) usahatani memiliki tiga komponen biaya yang cukup besar, yaitu komponen pupuk (organik maupun buatan), pestisida dan komponen tenaga kerja mencakup pemeliharaan, panen dan pasca panen. Ketiga komponen tersebut, pupuk merupakan komponen biaya tertinggi dari total biaya produksi. Pada pertanian organik pupuk dan pestisida yang digunakan berasal dari bahan organik dan pupuk kandang yang berasal dari limbah tanaman atau hewan atau produk sampingan seperti pupuk kompos yang berasal dari jerami (Balasubaramanian dan Bell, 2003). Guna mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman maka digunakan biopestisida yang berasal dari bahan aktif tumbuhan. Hal ini tentunnya akan menguntungkan bagi lingkungan sekitarnya karena keseimbangan unsur hara terjaga dan ini merupakan bentuk upaya mewujudkan pertanian yang berkelanjutan. (Penulis: Annita Rahmawati)



DAFTAR PUSTAKA
Nurasa. 2003. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Ekonomi Rumah Tangga Pertanian di Kelurahan Setugede Kota Bogor. Jurnal Agro Ekonomi, Vol.23, No.2, Hal. 133-158
Oktaviani, R. dan Sahara. 2004. Beras, Ketahanan Pangan dan ”World Trade Organization”. Mimbar Sosek Vol. 17 No. 2: Agustus (1-24).
Pikiran Rakyat. 2005. Naik Tajam, Permintaan Hasil Pertanian Organik. (Online) http://www.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 19 Maret 2007
Sanjaya, Y., 2004. Perbandingan Pengunaan Insektisida dan Sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Terhadap Kelimpahan Plankton. Journal of Biological Science, Biosmart. Vol. 6 Nomor 2., pp 135.
The Soil Association and Sustain: the alliance for better food and farming. 2011. Myth and Reality, Organik vs Non- Organik: The Fact. http://www.soilassociation.org. Diakses pada tanggal 28 Desember 2014.
Utami, S.N.H. dan S. Handayani. 2003. Sifat Kimia Entisol Pada Sistem Pertanian Organik. Ilmu Pertanian 10(2): 63-69.